Lokasi: Kesehatan >>
SPMB Jatim 2026 Dibuka, Begini Cara Isi Nilai Rapor
Kesehatan454 Dilihat
RingkasanSPMB Jatim 2026 merupakan sistem pendaftaran jalur masuk SMA dan SMK se-Jawa Timur yang mewajibkan sekolah SMP/MTs sederajat mengikuti tahap pra-pendaftaran sebelum pendaftaran resmi dimulai. Kepala sekolah atau petugas sekolah SMP/MTs yang ditunjuk dapat mengisi nilai rapor dari semester 1 sampai semester 5 untuk mata pelajaran pada kompetensi pengetahuan (KI-3) saja atau Nilai Akhir sesuai format rapor masing-masing sekolah melalui laman rapor....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-Jatim-2026-di-httpsspmbjatimnet-untuk-pendaftaran-SMASMK-se-Jawa-Timur.jpg)
SPMB Jatim 2026 merupakan sistem pendaftaran jalur masuk SMA dan SMK se-Jawa Timur yang mewajibkan sekolah SMP/MTs sederajat mengikuti tahap pra-pendaftaran sebelum pendaftaran resmi dimulai.
Kepala sekolah atau petugas sekolah SMP/MTs yang ditunjuk dapat mengisi nilai rapor dari semester 1 sampai semester 5 untuk mata pelajaran pada kompetensi pengetahuan (KI-3) saja atau Nilai Akhir sesuai format rapor masing-masing sekolah melalui laman rapor.spmb.jatimprov.go.id menggunakan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan akun sekolah. Jika sekolah belum memiliki username dan password, petugas dapat menghubungi cabang dinas pendidikan setempat.
Tata cara login meliputi: buka laman rapor.spmb.jatimprov.go.id, masukkan username dan password lalu klik "Masuk", setelah login isi nama kepala sekolah, email kepala sekolah, NIP kepala sekolah, password lama, password baru, dan konfirmasi password baru. Setelah masuk ke dashboard, cek menu "Data Siswa" untuk memverifikasi jumlah siswa.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/e2tmpkw0h.html
Artikel Terkait
Jurnalis Indonesia Ditangkap Israel, Sempat Kirim SOS
KesehatanBambang dan Aisyah dikabarkan sempat mengirimkan sinyal SOS sebelum kontak terputus total pada Senin (18/5/2026). Rombongan Indonesia terdiri dari sembilan WNI yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI)....
Baca Selengkapnya1,2 Juta Anak Alami Wasting, GTM dan Picky Eater Disorot
KesehatanAnak yang tampak ceria dan lincah sering dianggap sehat, namun para ahli mengingatkan bahwa kondisi tersebut belum tentu menandakan anak bebas dari masalah gizi. Masalah gizi pada anak dinilai masih menjadi tantangan besar di Indonesia dan kerap terlambat disadari oleh orang tua....
Baca SelengkapnyaDiet Suntik Tak Hanya Hilangkan Lemak, Otot Juga Terbakar
KesehatanPenurunan berat badan drastis tanpa pengawasan dokter justru bisa membuat tubuh terlihat lesu, lemas, dan tampak seperti orang sakit, karena massa otot ikut hilang. Dokter Spesialis Gizi Klinik RSU Bhakti Asih, dr....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Kunci Gitar Stevan Pasaribu: Lama Tak Bermalam Minggu
- WHO Sebut Kantong Nikotin Rasa Permen Incar Remaja
- Radiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
- 1,2 Juta Anak Alami Wasting, GTM dan Picky Eater Disorot
- Pre-Order MacBook Neo Indonesia Dibuka 15 Mei 2026
- Food Noise Pemicu Obesitas, Pikiran Obsesif Ingin Makan
Artikel Terbaru
Pengadilan Houthi Yaman Hukum Mati 19 Terkait Koalisi Saudi
Kemenkes Temukan Hipertensi Meningkat pada Anak SMA
WHO Sebut Kantong Nikotin Rasa Permen Incar Remaja
Hantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
Raim Laode Rilis Kunci Gitar Babak Terakhir
Preeklampsia Ancaman Serius Ibu Hamil, Deteksi Dini Penting
Tautan Sahabat
- Jaksa Kritik Vonis Bebas Oknum Polisi Aniaya Warga Majene
- Cuaca Malang dan Batu Besok, Hujan Siang-Malam
- Prakiraan Cuaca Surabaya, Kediri, Madiun, Blitar 18 Mei 2026
- Gempa 4,6 Guncang Sukabumi, Terasa Hingga Bandung Bogor
- Syahri Akui Main Game Online Saat Rapat DPRD Jember
- Pemuda Lampung Ngaku Dibegal, Jual Motor Hindari Cicilan
- Satpam Surabaya Tewas Dibunuh Rekan Kerja
- Pendaftaran Calon Ketum PAN Dimulai Jelang Kongres Banten
- Kakak Pemilik Home Industri Sabu Menangis Meratapi Nasib Adik
- Program MBG Target Kurangi Ketimpangan Nutrisi Desa