Lokasi: Travel >>
Fenomena Menguap Menular: Ini Penjelasan Ilmiahnya
Travel27611 Dilihat
RingkasanFenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak, respons sosial, dan kemampuan empati manusia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ernah-tiba-tiba-menguap-setelah-melihat-teman-di-sebelah.jpg)
Fenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak,respons sosial, dan kemampuan empati manusia. Ilmuwan hingga kini masih terus meneliti alasan pasti mengapa tubuh manusia seolah "meniru" respons sederhana ini secara tidak sadar.
Menurut para peneliti yang diwawancarai PBS NewsHour, saat tubuh lelah, kadar karbon dioksida dapat meningkat dan memicu sinyal tertentu di otak yang mendorong seseorang untuk menguap. Fenomena ini diduga berkaitan dengan mekanisme bernama social mirroring, yaitu kecenderungan otak untuk meniru tindakan orang lain secara tidak sadar. Respons serupa juga terjadi saat seseorang ikut tertawa, ikut menggaruk, atau otomatis tersenyum setelah melihat orang lain melakukannya. Dalam penelitian yang dikutip Psychology Today, sekitar 40 persen hingga 60 persen orang cenderung mengalami contagious yawning setelah melihat, mendengar, atau bahkan hanya memikirkan orang lain yang sedang menguap.
Temuan tersebut melahirkan teori bahwa contagious yawning mungkin berkaitan dengan empati, yaitu kemampuan seseorang untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain. Secara sederhana, otak bisa saja sedang membangun respons sosial tanpa kita sadari. Penelitian lain juga menemukan bahwa anak-anak umumnya baru mulai menunjukkan respons menguap menular pada usia tertentu. Meski begitu, temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa tindakan sesederhana menguap memiliki kaitan kompleks dengan mekanisme otak dan hubungan sosial manusia.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/dh3dfgnho.html
Artikel Terkait
Israel Hentikan Relawan Sumud Flotilla, Netanyahu Pantau dari Tel Aviv
TravelIsrael mulai mengintersepsi kapal-kapal Global Sumud Flotilla pada Senin pagi di perairan internasional, sekitar 250 mil laut dari pesisir Gaza. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut armada kemanusiaan itu sebagai upaya menerobos blokade laut yang diberlakukan terhadap Hamas, seperti dilansir Xinhua dalam pernyataannya pada Senin (19/5/2026)....
【Travel】
Baca SelengkapnyaHantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
TravelPenyakit akibat tikus memiliki perbedaan mendasar meskipun sama-sama ditularkan oleh hewan pengerat. Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUP Dr....
【Travel】
Baca Selengkapnya9 Gejala Monkey Malaria Sering Disangka Flu Biasa
TravelMalaria Plasmodium knowlesi menjadi perhatian serius di Asia Tenggara, termasuk Indonesia (seperti di Aceh Jaya) dan Malaysia, karena tingkat penularannya yang sangat cepat. Parasit ini merupakan jenis malaria zoonosis yang ditularkan secara alami dari hewan ke manusia....
【Travel】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Trump Angkut 13,5 Kg Uranium Venezuela, Publik Curiga
- Pakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola
- 6 Cara Sederhana Jaga Metabolisme Optimal Turunkan Berat Badan
- Mikroplastik Ditemukan di Otak Manusia, Ini Kata Ilmuwan
- Super El Nino Diprediksi Perparah Kebakaran Hutan Global
- Preeklampsia Ancaman Serius Ibu Hamil, Deteksi Dini Penting
Artikel Terbaru
Israel Hentikan Relawan Sumud Flotilla, Netanyahu Pantau dari Tel Aviv
Kemenkes Awasi Pelaku Perjalanan Amerika Latin soal Hantavirus
6 Cara Sederhana Jaga Metabolisme untuk Turunkan Berat Badan
Senam Ergonomik Bantu Lansia Jaga Sendi dan Redakan Stres
Bardia Saadat Cedera, Bela Jakarta Bhayangkara Batal
1,2 Juta Anak Alami Wasting, GTM dan Picky Eater Disorot
Tautan Sahabat
- Israel Rencanakan Serangan Baru ke Iran
- Trump Sebut Gencatan Senjata Kritis, Iran Siap Hadapi Segala Risiko
- 6 Benda Saksi Bisu Revolusi Kebudayaan China
- PPI Jerman Gelar LDK 5.0 Perkuat Kepemimpinan Pelajar
- Petani Tiongkok Stroke saat Berjualan, Warga Borong 4 Ton Apel
- Wabah Hantavirus MV Hondius: 22 Awak Karantina di Inggris
- Pasangan Jepang Sekap Putri Disabilitas, Korban Malnutrisi
- Israel Tangkap 5 Relawan, 4 WNI di Kapal GSF Rawan
- WHO Nyatakan Wabah Ebola Darurat Kesehatan Global
- India Siap Terima Sistem S-400 dari Rusia