Lokasi: Teknologi >>
Pendaftaran Prodi Apoteker UB Dibuka hingga 24 Juli 2026
Teknologi322 Dilihat
RingkasanPendaftaran program studi Sarjana Farmasi dibuka mulai 4 Mei 2026 hingga 24 Juli 2026. Pada periode ini, program studi hanya menerima calon mahasiswa yang merupakan lulusan Sarjana Farmasi dari seleksi bersifat terbuka dan kompetitif....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-brawijaya-ub.jpg)
Pendaftaran program studi Sarjana Farmasi dibuka mulai 4 Mei 2026 hingga 24 Juli 2026. Pada periode ini, program studi hanya menerima calon mahasiswa yang merupakan lulusan Sarjana Farmasi dari seleksi bersifat terbuka dan kompetitif.
Seluruh peserta wajib memenuhi persyaratan akademik, administratif, serta lulus tahapan seleksi yang telah ditetapkan. Ketentuan ini berlaku untuk semua calon mahasiswa yang mendaftar pada periode tersebut.
Seleksi bersifat kompetitif dan terbuka bagi lulusan Sarjana Farmasi dari berbagai institusi. Calon mahasiswa harus memastikan kelengkapan dokumen dan memenuhi syarat yang ditentukan untuk dapat mengikuti proses seleksi.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/b9fjye4dy.html
Artikel Terkait
Judi Online Picu Perceraian dan Rusak Generasi Muda
TeknologiOkta menyebut maraknya judi online menjadi salah satu faktor pemicu meningkatnya persoalan rumah tangga, termasuk perceraian. Berdasarkan data Pengadilan Agama Tigaraksa, sepanjang Januari hingga April 2026 tercatat sekitar 2....
Baca SelengkapnyaPreeklampsia Ancaman Serius Ibu Hamil, Deteksi Dini Penting
TeknologiTekanan darah tinggi saat kehamilan atau preeklampsia menyebabkan lebih dari 70 ribu kematian ibu dan 500 ribu kematian janin setiap tahun di dunia. Tingginya risiko tersebut mendorong edukasi mengenai preeklampsia semakin penting, terutama bagi perempuan usia produktif....
Baca SelengkapnyaRadiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
TeknologiTeknologi yang menggabungkan radiologi dan genomik dinilai mampu membantu tenaga medis mendeteksi risiko penyakit secara lebih personal bahkan sebelum gejala muncul. Founder Rhemedi Medical Services, dr....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Rieke Diah Pitaloka Kritik Perlindungan Korban Kasus Erin vs ART
- Hantavirus Sulit Dikenali, Gejala Mirip Flu hingga DBD
- 1,2 Juta Anak Alami Wasting, GTM dan Picky Eater Disorot
- Cahaya Biru Ponsel Ganggu Tidur? Ini Kata Ahli
- Noel Ebenezer Cerita Hidup di Rutan KPK Jelang Sidang Tuntutan
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
Artikel Terbaru
Emas Antam Stagnan di Rp2.839.000 per Gram Hari Ini
Menkes Ungkap Obesitas Pangkas Kualitas Hidup Manusia
Puan Khawatir Hantavirus Meluas, Minta Antisipasi Pemerintah
Waspada Stroke saat Tubuh Tiba-tiba Limbung dan Sempoyongan
Lemas Lansia Bukan Hanya Usia, Waspada Hipoglikemia
Berdebar Naik Tangga, Waspada Gangguan Irama Jantung
Tautan Sahabat
- Erin Eks Istri Andre Taulany Dipanggil DPR, Ingin Suaranya Didengar
- Polisi Buka Suara soal Ansy Jan De Vries Dibegal
- Stevan Pasaribu Curhat Kesepian Lewat Lagu Lama
- Raffi Ahmad Borong 100 Kambing Kurban dari Fadil Jaidi
- Ogah Pisah, Eza Gionino Curiga Ada Pihak Pengaruhi Eca Banding
- Raffi Ahmad Biayai Pertemuan Ressa dan Aisha di Singapura
- Maia Estianty Bantah Beri Rumah untuk Al dan Alyssa
- Jennifer Coppen Sebut Justin Hubner Mirip Mendiang Dali Wassink
- Orang Tua Paksa Target Prestasi, Les Seni Bikin Anak Stres
- Danes Rabani Gelar Showcase, Iwan Fals Dukung Album Debut