Lokasi: Otomotif >>

Rupiah Sentuh Rp 17.532, Data Ekonomi Disebut Tak Realistis

Otomotif4576 Dilihat

RingkasanIbrahim menyatakan penguatan dolar AS masih menjadi sentimen dominan di pasar keuangan global, diperparah konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memanas terutama di wilayah Selat Hormuz. Situasi ini memicu kekhawatiran pasar setelah serangan terhadap instalasi minyak Iran yang disebut melibatkan Uni Emirat Arab dan Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat....

Rupiah Sentuh Rp 17.532,<strong></strong> Data Ekonomi Disebut Tak Realistis

Ibrahim menyatakan penguatan dolar AS masih menjadi sentimen dominan di pasar keuangan global, diperparah konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memanas terutama di wilayah Selat Hormuz. Situasi ini memicu kekhawatiran pasar setelah serangan terhadap instalasi minyak Iran yang disebut melibatkan Uni Emirat Arab dan Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat.

Ia menilai konflik tersebut berpotensi berkembang menjadi indikasi bahwa Amerika Serikat siap melakukan serangan. "Ini yang membuat harga minyak terus mengalami kenaikan, indeks dolar pun juga terus mengalami kenaikan," ucap Ibrahim. Selain faktor eksternal, ia juga menyoroti persoalan domestik terkait data ekonomi yang memunculkan perdebatan karena dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi riil di lapangan.

"Ada satu sanggahan pernyataan dari akademisi ya. Jadi melalui riset bahwa sebenarnya...," ujarnya. Ibrahim meminta Badan Pusat Statistik (BPS) menerapkan mekanisme revisi data ekonomi secara bertahap seperti yang dilakukan Amerika Serikat. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap data ekonomi nasional.

Tags:

Artikel Terkait