Lokasi: Kuliner >>
SMA Al Hikmah IIBS Batu Resmi Adopsi Kurikulum IB
Kuliner29 Dilihat
RingkasanSekolah berbasis pesantren secara resmi mengantongi status sebagai sekolah International Baccalaureate (IB). Pencapaian ini menjadi tonggak sejarah penting bagi sekolah dalam menghadirkan pendidikan berstandar dunia tanpa menanggalkan nilai-nilai keislaman dan pembentukan karakter kepemimpinan global....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SMA-Al-Hikmah-International-Islamic-Boarding-School-IIBS-3.jpg)
Sekolah berbasis pesantren secara resmi mengantongi status sebagai sekolah International Baccalaureate (IB). Pencapaian ini menjadi tonggak sejarah penting bagi sekolah dalam menghadirkan pendidikan berstandar dunia tanpa menanggalkan nilai-nilai keislaman dan pembentukan karakter kepemimpinan global. Jaringan IB dikenal luas memiliki standar akademik ketat, pendekatan belajar berbasis penyelidikan (inquiry-based learning), serta fokus pada kesiapan siswa menghadapi tantangan abad ke-21.
"Menjadi sekolah IB bukan sekadar mengejar pengakuan internasional. Ini adalah komitmen kami untuk menghadirkan pendidikan yang membentuk siswa menjadi pembelajar sepanjang hayat, berwawasan global, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam," ujar Ahmad Fais dalam keterangannya. Ia menambahkan, langkah besar ini diharapkan membuka karpet merah bagi para siswa untuk mengakses perguruan tinggi top, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Lebih dari itu, kurikulum IB dipercaya bakal memperkuat ekosistem belajar yang memicu kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, hingga kepedulian sosial tinggi pada diri siswa. Status IB ini sekaligus menegaskan komitmen sekolah dalam mencetak generasi pemimpin global yang berakar pada nilai keislaman.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/86b8nlwca.html
Artikel Terkait
Kunci Gitar 8 Letters Why Don't We Viral TikTok
KulinerLagu 8 Letters dari grup Why Don't We kembali viral di aplikasi TikTok dengan kutipan lirik 'when I close my eyes. It's you there in my mind'....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaVirus Hanta Menular Lewat Kotoran Tikus, Waspadai Demam-Sesak
KulinerHantavirus menjadi perhatian karena sumber penularannya sangat dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari, seperti rumah yang banyak tikus, gudang tertutup, hingga area bekas banjir. Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaBerdebar Naik Tangga, Waspada Gangguan Irama Jantung
KulinerBanyak orang mengabaikan keluhan jantung berdebar atau sesak napas karena menganggapnya akan hilang setelah istirahat. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda atrial fibrilasi, gangguan irama jantung yang serius....
【Kuliner】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- 6 Benda Saksi Bisu Revolusi Kebudayaan China
- 6 Cara Sederhana Jaga Metabolisme untuk Turunkan Berat Badan
- Avigan, Obat Jepang, Berpotensi Lawan Hantavirus
- Studi: 60% Anak Muda Urban Pilih Swadiagnosis Saat Sakit
- Raim Laode Rilis Kunci Gitar Babak Terakhir
- PCOS Berganti Nama Jadi PMOS, Bukan Hanya Soal Kista
Artikel Terbaru
Profil Sebastien Migne, Pelatih Haiti yang Belum ke Negara Asuhan
PCOS Berganti Nama Jadi PMOS, Bukan Hanya Soal Kista
Puan Khawatir Hantavirus Meluas, Minta Antisipasi Pemerintah
Moya-moya Pemicu Stroke Usia Muda, Kenali Gejala Awal
Iran Siap Gugat AS-Israel ke Pengadilan Internasional
El Nino Picu Kebakaran Hutan, Asap Ancam Anak Pneumonia
Tautan Sahabat
- Junanto Herdiawan Resmi Pimpin BI Jabar Genjot Ekonomi Baru
- Rupiah Terancam Rp17.600, BI Diminta Jaga Kepercayaan Investor
- Legalisasi Rokok Ilegal Berisiko Cederai Penegakan Hukum
- Triasmitra Terbitkan Obligasi Rp220 Miliar untuk Kabel Laut
- Pemerintah Wajibkan Ekspor SDA Lewat BUMN
- Jamu Mbok Moncer Desa BRILiaN Klaten Tembus Pasar Luar Daerah
- Pertamina Hulu Indonesia Lampaui Target Produksi Migas
- Pertamina Operasikan Dua Kapal Gas Raksasa Jaga Pasokan LPG
- Pendapatan Aset GBK Tembus Rp812 Miliar di 2025
- Rupiah Tembus Rp17.500 meski Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen