Lokasi: Berita >>
Iran Tolak Tuntutan AS, Balas Tanggapan Washington Terbaru
Berita8 Dilihat
RingkasanIran menolak pembatasan yang hanya mengizinkan satu fasilitas nuklir, dan bersikeras agar situasi di Selat Hormuz tidak kembali seperti sebelum konflik pecah, sambil terus membangun mekanisme baru bersama Oman untuk menjaga jalur pelayaran penting tersebut tetap berjalan. “Amerika Serikat dan Israel adalah ancaman bagi kawasan ini,” kata Baghaei, meskipun Ia juga menyebut para ahli Iran dan Oman telah melakukan pertemuan untuk membahas mekanisme transit baru di Selat Hormuz yang selama beberapa bulan terakhir mengalami gangguan besar akibat konflik, seperti diberitakan....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ism4il-B4gh4ei-453223.jpg)
Iran menolak pembatasan yang hanya mengizinkan satu fasilitas nuklir, dan bersikeras agar situasi di Selat Hormuz tidak kembali seperti sebelum konflik pecah, sambil terus membangun mekanisme baru bersama Oman untuk menjaga jalur pelayaran penting tersebut tetap berjalan. “Amerika Serikat dan Israel adalah ancaman bagi kawasan ini,” kata Baghaei, meskipun Ia juga menyebut para ahli Iran dan Oman telah melakukan pertemuan untuk membahas mekanisme transit baru di Selat Hormuz yang selama beberapa bulan terakhir mengalami gangguan besar akibat konflik, seperti diberitakan.
Di tengah proses negosiasi yang masih berlangsung, Presiden “Mereka sebaiknya bertindak cepat, atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka,” tulisnya. Teheran terus memperkuat posisinya dengan menekankan pentingnya stabilitas regional, sembari menolak tekanan eksternal yang dianggap mengancam kedaulatan negara. Langkah ini menunjukkan sikap tegas Iran dalam menghadapi tuntutan internasional terkait program nuklirnya.
Pengembangan mekanisme baru bersama Oman dianggap sebagai upaya strategis untuk mengamankan jalur pelayaran vital yang menjadi tulang punggung perdagangan energi global. Dengan adanya gangguan besar akibat konflik, kerjasama bilateral ini diharapkan mampu memulihkan kepercayaan dan menjaga kelancaran arus kapal di Selat Hormuz. Sikap Iran yang menolak kembali ke status quo pra-konflik menunjukkan tekadnya untuk mendefinisikan ulang aturan main di kawasan tersebut.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/303e599691.html
Artikel Terkait
Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara Kasus K3
BeritaJaksa Penuntut Umum menjatuhkan tuntutan pidana terhadap Terdakwa Immanuel Ebenezer Gerungan berupa uang pengganti sebesar Rp1,4 miliar subsider 2 tahun kurungan dalam perkara dugaan korupsi di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Jaksa menyatakan hal meringankan bagi terdakwa adalah pengakuan perbuatan dan statusnya yang belum pernah dihukum sebelumnya....
【Berita】
Baca SelengkapnyaHubungan Ekonomi Indonesia-Belarus Diperkuat Lewat Sektor Dagang
BeritaPT Indonesia Belarus Jaya, bagian dari Jaya Group, menandatangani nota kesepahaman bisnis (MoU) dengan sejumlah perusahaan asal Belarus senilai total Rp7 triliun untuk membuka pasar yang lebih kompetitif bagi kedua negara. CEO Jaya Group Tomy Suhartanto menegaskan, pembentukan PT Indonesia Belarus Jaya diarahkan untuk mengoptimalkan potensi unggulan kedua negara agar saling diserap dan dimanfaatkan oleh pasar masing-masing....
【Berita】
Baca SelengkapnyaRupiah Tembus Rp17.500, Harga Pangan-Elektronik-Obat Melonjak
BeritaIbrahim mencontohkan, harga yang sudah pasti naik yaitu barang elektronik, obat-obatan, pupuk, serta komoditas pangan seperti kedelai hingga gandum. Terdapat komponen di pupuk yang masih impor yakni jenis NPK, Kalium (KCl), dan bahan baku fosfor....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Waspada Monkey Malaria, Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit
- Analis Mandiri Targetkan IHSG 9.050 di Tengah Tekanan Energi
- Harga Emas Antam 12 Mei 2026 Meroket ke Rp2.859.000
- BYD Khawatir Rupiah Melemah Tekan Daya Beli Mobil
- Pelemahan Rupiah Dorong Swasembada Pangan dan Energi
- Promo Indomaret, Alfamart, Superindo 19 Mei: Popok Rp27.900
Artikel Terbaru
Tautan Sahabat
- WHO Peringatkan Krisis Kesehatan Mental Ukraina Akibat Perang
- Gencatan Senjata Diperpanjang, Israel dan Hezbollah Saling Serang
- Rusia Tuduh AS Ingin Kuasai Energi Global Lewat Trump
- Pasangan Jepang Sekap Putri Disabilitas, Korban Malnutrisi
- Menlu Singapura Dukung Indonesia Hadapi Krisis Energi
- Putin Genjot Produksi Drone, Kekuatan Militer Iran Menguat
- Iran dan Oman Rancang Mekanisme Transit Baru Selat Hormuz
- Ekonomi Israel Minus 3,3 Persen Akibat Perang Lawan Iran
- American Airlines Hentikan Penerbangan ke Israel Hingga 2027
- Kecelakaan Kereta dan Bus di Bangkok Tewaskan 8 Orang