Lokasi: Bisnis >>
Sistem Digital Pantau Penebusan Pupuk Subsidi Hingga Titik Serah
Bisnis5 Dilihat
RingkasanPT Pupuk Indonesia (Persero) memperkuat distribusi pupuk nasional menyusul lonjakan penebusan pupuk subsidi yang signifikan. Kenaikan tersebut didorong oleh penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi hingga 20 persen mulai Oktober 2025, penyederhanaan tata kelola distribusi berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025, serta faktor musim hujan yang lebih panjang di berbagai wilayah pertanian....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Gudang-stok-pupuk-subsidi-Petrogres.jpg)
PT Pupuk Indonesia (Persero) memperkuat distribusi pupuk nasional menyusul lonjakan penebusan pupuk subsidi yang signifikan. Kenaikan tersebut didorong oleh penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi hingga 20 persen mulai Oktober 2025, penyederhanaan tata kelola distribusi berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025, serta faktor musim hujan yang lebih panjang di berbagai wilayah pertanian. Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Yehezkiel Adiperwira, menyatakan tingginya penebusan mencerminkan antusiasme petani yang meningkat setelah akses terhadap pupuk subsidi dipermudah pemerintah.
"Peningkatan penebusan menunjukkan antusiasme petani yang sangat tinggi, terutama setelah penurunan HET pupuk subsidi dan penyederhanaan tata kelola distribusi," ujar Yehezkiel Adiperwira pada Rabu (13/5/2026). Di tengah lonjakan permintaan, Pupuk Indonesia memastikan stok pupuk nasional tetap aman. Hingga 11 Mei 2026, total stok pupuk nasional mencapai 1,1 juta ton yang tersebar di berbagai wilayah distribusi di Indonesia. Perusahaan mengandalkan sistem pemantauan digital melalui Command Center dan i-Pubers untuk menjaga kelancaran pasokan.
Teknologi Command Center dan i-Pubers memungkinkan pemantauan stok dan tingkat penebusan pupuk secara real-time hingga tingkat kios atau titik serah. Melalui sistem tersebut, perusahaan dapat segera mendeteksi daerah dengan permintaan tinggi dan melakukan rekonfigurasi atau realokasi stok antarwilayah secara cepat tanpa menunggu laporan manual. "Melalui Command Center dan sistem i-Pubers, kami dapat memantau kondisi stok secara real-time hingga tingkat kios," kata Yehezkiel Adiperwira. Strategi percepatan distribusi ini didukung infrastruktur logistik terintegrasi, mulai dari pelabuhan, armada kapal, hingga jaringan gudang di berbagai daerah, sehingga perpindahan stok pupuk antarwilayah dapat dilakukan lebih cepat untuk menjaga ketersediaan pasokan di daerah dengan tingkat penebusan tinggi.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/74f699919.html
Artikel Terkait
Tujuh Komoditas Strategis Tak Perlu Impor, Ketahanan Pangan Kuat
BisnisPemerintah menegaskan penilaian ketahanan pangan tidak bisa hanya didasarkan pada komoditas seperti gandum yang secara agroklimatologis belum optimal diproduksi di dalam negeri. Kebijakan swasembada pangan tetap berjalan melalui penguatan produksi domestik, peningkatan cadangan pangan nasional, serta percepatan pembangunan kawasan swasembada pangan, energi, dan air sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 14 Tahun 2025....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaPutin Segera Kunjungi China Setelah Trump
BisnisKementerian Luar Negeri mengonfirmasi kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Beijing dengan agenda pembahasan yang berfokus pada penguatan kerja sama ekonomi, perdagangan, energi, hingga investasi antara kedua negara. Kunjungan Putin ke Beijing menjadi perhatian internasional karena berlangsung tak lama setelah kunjungan Presiden AS Donald Trump, yang disebut sebagai kunjungan presiden AS pertama ke Beijing dalam hampir satu dekade terakhir....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaChina vs AS: Perbandingan Mitra Dagang Terbanyak
BisnisPersaingan perdagangan global antara Amerika Serikat dan Tiongkok semakin sengit dengan kedua negara berlomba memperluas jaringan mitra dagang ke berbagai kawasan dunia, mulai dari Asia, Afrika, Eropa, hingga Amerika Latin. Di tengah ketegangan geopolitik dan perang tarif yang kerap memanas, muncul pertanyaan besar mengenai negara mana yang sebenarnya lebih banyak menjalin hubungan dagang dengan negara lain....
【Bisnis】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Hubungan Ekonomi Indonesia-Belarus Diperkuat Lewat Sektor Dagang
- American Airlines Hentikan Penerbangan ke Israel Hingga 2027
- Menlu Singapura Dukung RI Hadapi Krisis Energi
- Menlu Singapura dan Sugiono Bahas Krisis Energi di Jakarta
- BPK Diabaikan, Romli Pertanyakan Jaksa dan Hakim Hitung Kerugian Negara
- Kebakaran Hutan Landa Afrika-Asia, El Nino Perparah Bencana
Artikel Terbaru
Kemenkes Temukan Hipertensi Meningkat pada Anak SMA
Operasi Udara Israel Buru Pemimpin Tertinggi Militer Hamas
Kursi Trump Lebih Pendek dari Xi Jinping, Sengaja?
Vinyl Bangkitkan Kembali Kenikmatan Musik di Era Digital
Rashford Kerasan di Barcelona, Ogah Pulang ke MU
Trump Minta Bantuan Xi Jinping Tekan Iran.
Tautan Sahabat
- Fatih Unru Ragu Akting Usai Sang Ayah Meninggal
- Pengacara Bantah Okin Punya Utang ke Rachel Vennya
- Sammy Simorangkir Gelar Konser 20 Tahun Karier Penuh Haru
- Cinta Laura Jalani Operasi Akibat Jari Terbeset Pisau Daging
- Dede Sunandar Akui Perselingkuhan: Saya Tak Membantah
- Olla Ramlan Rela Dipaket Bundling Bersama Tristan Molina
- El Rumi Ucapkan Selamat untuk Al Ghazali yang Jadi Ayah
- Dewi Perssik Siapkan 2 Sapi, Syukur Rezeki Stabil
- Frislly Herlind Kesurupan di Danau Terkutuk Salmokji Korea
- Ibunda Alyssa Daguise Cerita Dampingi Persalinan Normal