Lokasi: Properti >>

Operasi Udara Israel Buru Pemimpin Tertinggi Militer Hamas

Properti667 Dilihat

RingkasanSerangan udara Israel menghantam sebuah bangunan apartemen di kawasan al-Rimal, Kota Gaza, pada Jumat (15/5/2026), yang kemudian disusul serangan kedua ke sebuah kendaraan di dekat lokasi. Layanan darurat Gaza melaporkan sedikitnya tujuh orang tewas dan lebih dari 50 lainnya terluka akibat insiden tersebut....

Operasi Udara Israel Buru Pemimpin Tertinggi Militer Hamas

Serangan udara Israel menghantam sebuah bangunan apartemen di kawasan al-Rimal,Kota Gaza, pada Jumat (15/5/2026), yang kemudian disusul serangan kedua ke sebuah kendaraan di dekat lokasi. Layanan darurat Gaza melaporkan sedikitnya tujuh orang tewas dan lebih dari 50 lainnya terluka akibat insiden tersebut. Direktur Rumah Sakit Al-Shifa, Mohammed Abu Salmiya, mengonfirmasi kepada CNN bahwa korban tewas mencakup tiga perempuan dan seorang anak.

Pemerintah Israel menyatakan operasi tersebut secara khusus menargetkan Haddad, yang dianggap sebagai pemimpin militer Hamas paling senior di Jalur Gaza saat ini. Dalam pernyataan resmi, Israel menuduh Haddad bertanggung jawab atas pembunuhan, penculikan, dan kerugian yang ditimbulkan pada ribuan warga sipil dan tentara Israel, serta menolak rencana demiliterisasi Gaza yang didukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Pernyataan itu menegaskan bahwa operasi tersebut menjadi pesan keras bagi para petinggi Hamas. Menurut Ynet Global, Haddad kini menjadi figur paling penting dalam struktur militer Hamas di Jalur Gaza. Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut dan memicu kecaman internasional atas tingginya jumlah korban sipil.

Tags:

Artikel Terkait