Lokasi: Properti >>
6 Benda Saksi Bisu Revolusi Kebudayaan China
Properti724 Dilihat
RingkasanPada 16 Mei 1966, pemimpin Partai Komunis China, Mao Zedong, memulai kampanye besar-besaran untuk membersihkan negara dari pengaruh kapitalisme dan cara berpikir borjuis, sekaligus menyingkirkan para rival politiknya. Selama kampanye tersebut, para pendukung Mao menghancurkan warisan budaya serta memimpin interogasi, penghinaan, dan pemukulan terhadap guru, kaum intelektual, dan pihak-pihak yang dianggap musuh negara....
Pada 16 Mei 1966, pemimpin Partai Komunis China, Mao Zedong, memulai kampanye besar-besaran untuk membersihkan negara dari pengaruh kapitalisme dan cara berpikir borjuis, sekaligus menyingkirkan para rival politiknya. Selama kampanye tersebut, para pendukung Mao menghancurkan warisan budaya serta memimpin interogasi, penghinaan, dan pemukulan terhadap guru, kaum intelektual, dan pihak-pihak yang dianggap musuh negara.
Revolusi ini menyebabkan jutaan orang terusir dan menewaskan sekitar 500.000 hingga dua juta orang, dengan tahun-tahun penuh gejolak dan pertumpahan darah yang baru berakhir setelah wafatnya Mao pada 1976. Sejak saat itu, bagaimana menyikapi warisan kontroversial dari era tersebut tetap menjadi tantangan bagi para pemimpin Partai Komunis China.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/news/59f599935.html
Artikel Terkait
Kejatuhan Fatal Liverpool sebagai Juara Bertahan Liga Inggris
PropertiKekalahan Liverpool 2-4 dari Aston Villa di kandang lawan membuat pelatih asal Belanda itu dicap sebagai biang kerok utama kejatuhan performa tim tamu. Berawal dari skema sepak pojok yang rapi, Morgan Rogers melepaskan tembakan yang menjebol jala gawang The Reds....
【Properti】
Baca SelengkapnyaDiet Suntik Tak Hanya Hilangkan Lemak, Otot Juga Terbakar
PropertiPenurunan berat badan drastis tanpa pengawasan dokter justru bisa membuat tubuh terlihat lesu, lemas, dan tampak seperti orang sakit, karena massa otot ikut hilang. Dokter Spesialis Gizi Klinik RSU Bhakti Asih, dr....
【Properti】
Baca Selengkapnya1,2 Juta Anak Alami Wasting, GTM dan Picky Eater Disorot
PropertiAnak yang tampak ceria dan lincah sering dianggap sehat, namun para ahli mengingatkan bahwa kondisi tersebut belum tentu menandakan anak bebas dari masalah gizi. Masalah gizi pada anak dinilai masih menjadi tantangan besar di Indonesia dan kerap terlambat disadari oleh orang tua....
【Properti】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Chelsea Resmi Tunjuk Xabi Alonso sebagai Pelatih hingga 2030
- Radiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
- Kemenkes Awasi Pelaku Perjalanan Amerika Latin soal Hantavirus
- Durasi Karantina Hantavirus: Ini Penjelasan Lengkap
- Noel Ebenezer Sebut Tuntutan 5 Tahun Penjara Gila
- Puan Khawatir Hantavirus Meluas, Minta Antisipasi Pemerintah
Artikel Terbaru
Ibunda Virgoun Tanggapi Kehamilan Lindi Fitriyana
Cahaya Biru Ponsel Ganggu Tidur? Ini Kata Ahli
Lemas Lansia Bukan Hanya Usia, Waspada Hipoglikemia
Psikiater: Trauma Tak Ditangani Bisa Ubah Korban Jadi Pelaku
Pemerintah dan Muhammadiyah Potensi Rayakan Idul Adha Bersamaan
9 Gejala Monkey Malaria Sering Disangka Flu Biasa
Tautan Sahabat
- Kode Redeem FF 19 Mei 2026: Dapat 20 Diamond Gratis
- Eksperimen AI Kafe Swedia Berantakan, Salah Stok Rugi
- Google Hapus Fitur Fitbit di Aplikasi Kesehatan
- Google Bantah Latih Gemini Pakai Email Gmail
- Survei CNET: 13 Persen Konsumen Minat Ponsel Lipat
- WhatsApp iOS Rilis Tampilan Liquid Glass Baru
- Pre-Order MacBook Neo Indonesia Dibuka 15 Mei 2026
- AS Percepat Persiapan Jaringan 6G untuk Masa Depan
- Klaim Kode Redeem FC Mobile 10 Mei: Pemain 117 OVR
- OpenAI Hadirkan Fitur Keuangan Pribadi di ChatGPT