Lokasi: Olahraga >>
Kasasi Ditolak, Dosen UNDIP Taufik Eko Dipenjara 4 Tahun
Olahraga7212 Dilihat
RingkasanMahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi Taufik Eko Nugroho, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (UNDIP), dalam kasus perundungan dan pemerasan terhadap mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi, almarhumah dr Aulia Risma Lestari. Putusan tersebut tertuang dalam Petikan Putusan Nomor 359 K/Pid/2026 yang diputus dalam rapat musyawarah majelis hakim pada Selasa, 24 Februari 2026....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Taufik-Eko-Nugroho-masker-terdakwa-kasus-pemerasan.jpg)
Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi Taufik Eko Nugroho, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (UNDIP), dalam kasus perundungan dan pemerasan terhadap mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi, almarhumah dr Aulia Risma Lestari. Putusan tersebut tertuang dalam Petikan Putusan Nomor 359 K/Pid/2026 yang diputus dalam rapat musyawarah majelis hakim pada Selasa, 24 Februari 2026.
Dalam amar putusannya, MA menyatakan menolak permohonan kasasi terdakwa. Dengan demikian, hukuman pidana penjara empat tahun sebagaimana diputus Pengadilan Tinggi Jawa Tengah tetap berlaku. Dalam klaster perkara yang sama, dua terdakwa lain yakni Zara Yupita Azra, mahasiswa senior PPDS, dan Sri Maryani, staf administrasi PPDS, masing-masing dijatuhi hukuman sembilan bulan penjara. Putusan tersebut kemudian diperkuat oleh Pengadilan Tinggi Jawa Tengah pada 19 November 2025.
Kasus ini merupakan tindak lanjut investigasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait dugaan praktik perundungan dan pemerasan terhadap mahasiswi PPDS Anestesi UNDIP. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengapresiasi proses hukum yang telah berjalan hingga berkekuatan hukum tetap. “Kami mengapresiasi seluruh proses hukum yang berjalan dan mendukung upaya penegakan hukum demi menciptakan lingkungan pendidikan serta pelayanan kesehatan yang aman, profesional, dan berintegritas,” ujar Aji dalam siaran pers, Kamis (14/5/2026). Kemenkes menegaskan akan terus melakukan evaluasi terhadap sistem pendidikan kedokteran, khususnya program residensi, guna mencegah praktik perundungan, intimidasi, maupun penyalahgunaan kewenangan terhadap peserta didik.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/75b3499890.html
Artikel Terkait
Aktivitas Ekonomi Warga Lesu Imbas Industri Nikel Melambat
OlahragaPendiri Poros Musyawarah Masyarakat Blok Lapaopao (PORMMAL), Ihwan Kadir, menyatakan keresahan masyarakat di kawasan lingkar tambang mulai terasa akibat perlambatan aktivitas industri. "Pedagang kecil mulai mengeluh omzet turun, kontraktor lokal mulai kehilangan ritme kerja, sopir hauling mulai takut kendaraan mereka berhenti beroperasi, warung-warung mulai sepi, dan masyarakat mulai bertanya kalau industri melambat, kami harus makan apa?" ujar Ihwan pada Sabtu (16/5/2026)....
【Olahraga】
Baca SelengkapnyaHantavirus Sulit Dikenali, Gejala Mirip Flu hingga DBD
OlahragaMasyarakat sulit mengenali infeksi virus hanta karena gejala penyakit ini sangat mirip dengan flu, demam berdarah, dan pneumonia yang lebih umum di Indonesia. Guru Besar Bidang Ilmu PD3I Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya sekaligus Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Prof DR Dr Dominicus Husada DTM&H MCTM(TP), mengungkapkan banyak pasien awalnya hanya mengeluhkan gejala ringan....
【Olahraga】
Baca SelengkapnyaHantavirus Sulit Dikenali, Gejala Mirip Flu hingga DBD
OlahragaMasyarakat sulit mengenali infeksi virus hanta karena gejala penyakit ini sangat mirip dengan flu, demam berdarah, dan pneumonia yang lebih umum di Indonesia. Guru Besar Bidang Ilmu PD3I Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya sekaligus Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Prof DR Dr Dominicus Husada DTM&H MCTM(TP), mengungkapkan banyak pasien awalnya hanya mengeluhkan gejala ringan....
【Olahraga】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Virgoun Minta Starla Jenguk Adik, Sampaikan Pesan ke Inara
- Mikroplastik Ditemukan di Otak Manusia, Ini Kata Ilmuwan
- Siswa SD Lombok Meninggal Usai Aksi Freestyle, Bahaya Medis Terungkap
- DPR Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi Puncak Haji
- Rupiah Tembus Rp 17.600, Pengrajin Tahu Tempe Kelabakan
- WHO Sebut Kantong Nikotin Rasa Permen Incar Remaja
Artikel Terbaru
Real Madrid Menang Tipis 1-0 atas Sevilla
Menkes Ungkap Obesitas Pangkas Kualitas Hidup Manusia
Kemenkes Awasi Pelaku Perjalanan Amerika Latin soal Hantavirus
WHO Peringatkan 12 Negara Soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
Studi: 60% Anak Muda Urban Pilih Swadiagnosis Saat Sakit
Radiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
Tautan Sahabat
- Tiga WNA Jadi Korban Jambret di Jakarta Pusat Sebulan
- Rano Karno Ingin JIS Seperti San Siro Milan
- 1.500 Umat Hadiri Misa Kenaikan Yesus di Katedral
- Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pengeroyokan Maut Pasar Grogol
- Remaja Bekasi Dikeroyok Salah Sasaran, Pelaku Masih Buron
- Pencuri Rumah Kosong di Pamulang Tangsel Diringkus Polisi
- Polisi Amankan 3 Pemuda Curi Kabel di Pademangan
- Pelaku Jambret WN Polandia di Menteng Ditangkap, Damai
- Cekcok di Cibubur Berujung Penganiayaan dan Mobil Dirusak
- Bisnis Motor Ilegal Raup Rp 26 Miliar Pakai KTP Warga