Lokasi: Gaya Hidup >>
Aktivitas Ekonomi Warga Lesu Imbas Industri Nikel Melambat
Gaya Hidup7 Dilihat
RingkasanPendiri Poros Musyawarah Masyarakat Blok Lapaopao (PORMMAL), Ihwan Kadir, menyatakan keresahan masyarakat di kawasan lingkar tambang mulai terasa akibat perlambatan aktivitas industri. "Pedagang kecil mulai mengeluh omzet turun, kontraktor lokal mulai kehilangan ritme kerja, sopir hauling mulai takut kendaraan mereka berhenti beroperasi, warung-warung mulai sepi, dan masyarakat mulai bertanya kalau industri melambat, kami harus makan apa?" ujar Ihwan pada Sabtu (16/5/2026)....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kawasan-pengelolaan-nikel-PT-IMIP-di-Morowali-Sulawesi-Tengah.jpg)
Pendiri Poros Musyawarah Masyarakat Blok Lapaopao (PORMMAL),Ihwan Kadir, menyatakan keresahan masyarakat di kawasan lingkar tambang mulai terasa akibat perlambatan aktivitas industri. "Pedagang kecil mulai mengeluh omzet turun, kontraktor lokal mulai kehilangan ritme kerja, sopir hauling mulai takut kendaraan mereka berhenti beroperasi, warung-warung mulai sepi, dan masyarakat mulai bertanya kalau industri melambat, kami harus makan apa?" ujar Ihwan pada Sabtu (16/5/2026).
Ihwan menyebut pemerintah kerap berbicara tentang nasionalisme dan kedaulatan sumber daya alam, namun bersikap dingin terhadap perusahaan yang membangun smelter dengan modal anak bangsa. "Tetapi, ketika ada perusahaan murni yang benar-benar mencoba membangun smelter dengan darah, keringat dan modal anak bangsa sendiri, negara justru tampak dingin," ujarnya. Di Morowali Utara, perlambatan industri smelter berdampak nyata terhadap ekonomi masyarakat lingkar tambang, dengan sejumlah kios terancam tutup akibat stagnasi aktivitas kontraktor tambang dan gejolak PHK pekerja kontrak.
Di Kolaka, Sulawesi Tenggara, ratusan masyarakat adat turun melakukan aksi menuntut aktivitas tambang kembali berjalan karena ekonomi warga lumpuh saat operasi berhenti. Tren pemutusan hubungan kerja (PHK) mulai menghantui akibat tekanan harga nikel dan lemahnya permintaan global. Di Bantaeng, Sulawesi Selatan, smelter PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia menghentikan operasional dan merumahkan pekerja tanpa kepastian waktu. Di Kabaena, Bombana, lebih dari 800 pekerja terkena PHK setelah penghentian operasi tambang. Ihwan mempertanyakan apakah pemerintah benar-benar menghitung dampak sosial dari kebijakan pemangkasan produksi nasional demi menjaga harga global terhadap masyarakat.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/news/331f699662.html
Artikel Terkait
55 Pemain Awal Timnas Argentina Piala Dunia 2026: Messi Pimpin, Dybala Absen
Gaya HidupLionel Scaloni tidak menutup peluang bagi pemain dari liga domestik Argentina untuk masuk skuad Piala Dunia 2026. Nama-nama seperti Emiliano Martinez, Lisandro Martinez, Tagliafico, Nahuel Molina, Paredes, Rodrigo De Paul, Enzo Fernandez, Mac Allister, Exaquiel Palacios, Thiago Almada, Lautaro Martinez, dan Julian Alvarez diproyeksikan mengulang kesuksesan di tahun 2026 nanti....
Baca SelengkapnyaBerdebar Naik Tangga, Waspada Gangguan Irama Jantung
Gaya HidupBanyak orang mengabaikan keluhan jantung berdebar atau sesak napas karena menganggapnya akan hilang setelah istirahat. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda atrial fibrilasi, gangguan irama jantung yang serius....
Baca Selengkapnya9 Gejala Monkey Malaria Sering Disangka Flu Biasa
Gaya HidupMalaria Plasmodium knowlesi menjadi perhatian serius di Asia Tenggara, termasuk Indonesia (seperti di Aceh Jaya) dan Malaysia, karena tingkat penularannya yang sangat cepat. Parasit ini merupakan jenis malaria zoonosis yang ditularkan secara alami dari hewan ke manusia....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Pemerintah Patok Harga Ekspor Emas 150.555 Dolar AS
- Durasi Karantina Hantavirus: Ini Penjelasan Lengkap
- Durasi Karantina Hantavirus: Ini Penjelasan Lengkap
- Kemenkes Siaga Hantavirus, Siapkan Ribuan Tempat Tidur dan PCR
- Polisi Buka Suara soal Ansy Jan De Vries Dibegal
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
Artikel Terbaru
Mourinho Buka Suara soal Masa Depan, Kembali ke Madrid
Pancaroba, Jaga Daya Tahan Tubuh dengan Gizi Seimbang
Waspada Monkey Malaria, Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit
Durasi Karantina Hantavirus: Ini Penjelasan Lengkap
Rupiah Tembus Rp17.508, Pasar Mulai Khawatir
Food Noise Pemicu Obesitas, Pikiran Obsesif Ingin Makan
Tautan Sahabat
- Honda Patenkan Motor Trail Listrik Rasa Konvensional
- DSS Motor Bertransformasi Jadi Mobix Perkuat Ekosistem Bekas
- BYD Luncurkan M6 DM, MPV PHEV Irit 65 Km per Liter
- Wuling Serah Terima 25 Unit SUV Eksion Pertama, SPK Tembus 1.000
- Pertemuan Ekraf dengan Aktor Tokyo Drift Gaet Pasar Global
- Schaeffler Ekspansi Baterai EV Jangkau Pasar Kalimantan
- BYD Tanggapi Insentif EV Berbasis Nikel 2026
- BYD Atto 1 STD Rp199 Juta, Target Pengguna EV Pemula
- Kecelakaan SUV Mengintai, Pilih Ban yang Tepat Demi Keselamatan
- Toyota Pantau Rupiah, Harga Mobil Terancam Naik