Lokasi: Pendidikan >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Pendidikan98787 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/60f43xt6w.html
Artikel Terkait
Cristiano Ronaldo Tak Pantas Dipuja Meski Al Nassr Juara
PendidikanAl Nassr akan menjalani laga penentuan gelar juara Liga Arab Saudi melawan Al Hilal di Riyadh, Rabu (13/5) dini hari WIB. Liga Arab Saudi yang menyisakan dua laga menjadikan duel ini sebagai pertandingan hidup mati bagi kedua tim....
Baca SelengkapnyaDokter Mata Beberkan Risiko Kebutaan Akibat Diabetes
PendidikanRetinopati diabetik sering berkembang tanpa gejala pada tahap awal sehingga banyak pasien tidak menyadari sampai penglihatan mulai terganggu. Bahkan jika terlambat ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan gangguan penglihatan permanen hingga kebutaan....
Baca SelengkapnyaLemas Lansia Bukan Hanya Usia, Waspada Hipoglikemia
Pendidikandr Agus mengungkapkan bahwa lansia sering tidak menunjukkan gejala khas saat mengalami hipoglikemia, berbeda dengan orang muda yang biasanya merasakan pusing atau keringat dingin. Kondisi diam ini justru berbahaya karena keluarga kerap terlambat menyadari penurunan drastis gula darah pada lansia....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Jepang Sorot Manipulasi AI Global dengan Situs Berita Palsu
- Radiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
- Cahaya Biru Ponsel Ganggu Tidur? Ini Kata Ahli
- Tidur Lama tapi Ngantuk dan Ngorok? Waspada Gangguan Jantung
- Iran Ancam Jadikan Teluk Oman Kuburan Kapal AS
- PHERINI Disetujui Tenaga Kesehatan untuk Ketiak Cerah
Artikel Terbaru
Bhayangkara Presisi ke Final AVC Champions 2026
Menkes Ungkap Obesitas Pangkas Kualitas Hidup Manusia
WHO Peringatkan 12 Negara Soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
Avigan, Obat Jepang, Berpotensi Lawan Hantavirus
Menlu Singapura Dukung RI Hadapi Krisis Energi
DPR Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi Puncak Haji
Tautan Sahabat
- Konflik Israel-Palestina: Dua Wartawan Indonesia Diculik
- Gerakan 'Kecoak' Makin Santer di India
- Iran Siapkan Tarif Baru di Selat Hormuz untuk Kapal Asing
- Macron Tegur Peserta KTT Afrika, Tuai Kritik Pedas
- Arsitek Bali Nyoman Popo Danes Bawa Filosofi ke Panggung Dunia
- WHO Nyatakan Wabah Ebola Darurat Internasional, 131 Tewas
- Trump Sebut Gencatan Senjata Kritis, Iran Siap Hadapi Segala Risiko
- Pemalsuan Tes DNA Saga, Pengacara Desak Investigasi Independen
- Kereta China Jadi Senjata Iran Tembus Blokade AS
- Penembakan Masjid San Diego Diselidiki Motif Kebencian