Lokasi: Travel >>
Fenomena Menguap Menular: Ini Penjelasan Ilmiahnya
Travel71274 Dilihat
RingkasanFenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak, respons sosial, dan kemampuan empati manusia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ernah-tiba-tiba-menguap-setelah-melihat-teman-di-sebelah.jpg)
Fenomena menguap menular ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Para peneliti menemukan bahwa respons tubuh yang ikut menguap setelah melihat orang lain menguap berkaitan erat dengan cara kerja otak,respons sosial, dan kemampuan empati manusia. Ilmuwan hingga kini masih terus meneliti alasan pasti mengapa tubuh manusia seolah "meniru" respons sederhana ini secara tidak sadar.
Menurut para peneliti yang diwawancarai PBS NewsHour, saat tubuh lelah, kadar karbon dioksida dapat meningkat dan memicu sinyal tertentu di otak yang mendorong seseorang untuk menguap. Fenomena ini diduga berkaitan dengan mekanisme bernama social mirroring, yaitu kecenderungan otak untuk meniru tindakan orang lain secara tidak sadar. Respons serupa juga terjadi saat seseorang ikut tertawa, ikut menggaruk, atau otomatis tersenyum setelah melihat orang lain melakukannya. Dalam penelitian yang dikutip Psychology Today, sekitar 40 persen hingga 60 persen orang cenderung mengalami contagious yawning setelah melihat, mendengar, atau bahkan hanya memikirkan orang lain yang sedang menguap.
Temuan tersebut melahirkan teori bahwa contagious yawning mungkin berkaitan dengan empati, yaitu kemampuan seseorang untuk memahami dan merasakan apa yang dialami orang lain. Secara sederhana, otak bisa saja sedang membangun respons sosial tanpa kita sadari. Penelitian lain juga menemukan bahwa anak-anak umumnya baru mulai menunjukkan respons menguap menular pada usia tertentu. Meski begitu, temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa tindakan sesederhana menguap memiliki kaitan kompleks dengan mekanisme otak dan hubungan sosial manusia.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/5877zbzws.html
Artikel Terkait
Pedro Acosta Terdepan di Grid MotoGP Catalunya 2026
TravelPedro Acosta sukses merebut pole position sekaligus membuka peluang meraih kemenangan sprint keduanya di kelas utama MotoGP, setelah yang pertama di Buriram. Rider pabrikan KTM itu melanjutkan performa impresif yang sudah ia tunjukkan sejak Jumat dan mencatat waktu terbaik pada Q2....
【Travel】
Baca SelengkapnyaKabut Abu-abu Ancam Kesehatan Warga Jabodetabek
TravelDante menggambarkan polusi udara melalui fenomena yang akrab dirasakan masyarakat Jabodetabek sehari-hari. "Pernah tidak, ketika malam hujan deras lalu keesokan paginya cerah dan tidak ada awan, kita bisa melihat Gunung Salak dan Gunung Gede dengan jelas? Tapi di hari-hari biasa gunung itu tidak terlihat karena tertutup kabut abu-abu," ujarnya....
【Travel】
Baca SelengkapnyaKemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
TravelAndes Virus yang ditemukan pada kasus di kapal pesiar MV Hondius merupakan jenis berbeda yang banyak tersebar di wilayah Amerika Selatan dan hingga kini belum pernah dilaporkan ditemukan di Indonesia, baik pada manusia maupun tikus. “Distribusi virus ini tersebar di Amerika dan hingga saat ini belum pernah dilaporkan di Indonesia, baik pada manusia maupun tikus,” ujar Andi....
【Travel】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Rashford Ambil Estafet Messi di Parade Barcelona
- 1,2 Juta Anak Alami Wasting, GTM dan Picky Eater Disorot
- Dongeng dan Permainan Edukatif Hibur Pasien Kanker Cilik Bandung
- Dongeng dan Permainan Edukatif Hibur Pasien Kanker Cilik Bandung
- Ganda Malaysia Goh/Nur Dijagokan Juara Thailand Open 2026
- Kemenkes Pastikan Infrastruktur Kesehatan Siap Lawan Hantavirus
Artikel Terbaru
Chord Laut Kidul Denny Caknan Viral TikTok Mudun Srengenge
6 Cara Sederhana Jaga Metabolisme Optimal Turunkan Berat Badan
Hantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
Penyakit Moya-moya Picu Stroke di Usia Muda, Kenali Gejala
Leo/Daniel Comeback, Sabar/Reza Mundur di Thailand Open 2026
9 Gejala Monkey Malaria Sering Disangka Flu Biasa
Tautan Sahabat
- KSP Dudung Ungkap Maksud Prabowo Soal Dolar Desa
- Bahlil Dorong Kesetaraan dan Percepat Izin di Migas
- Prabowo Target Rupiah Rp16.800-Rp17.500, Inflasi Maksimal 3,5 Persen di 2027
- Ibu-Ibu Depok Mandiri Finansial Berkat KUR BRI
- Pernyataan Prabowo Soal Rupiah Dinilai Bahayakan Masyarakat Desa
- Prabowo Sampaikan KEM PPKF 2027 di Paripurna DPR Besok
- Agen BRILink BUMDes Kemudo Jaga Dompet Warga dan Cegah Penipuan
- DPR Soroti Fokus Ketahanan Pangan dan Energi Nasional
- Rupiah Tembus Rp17.500 meski Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen
- BI Yakin Rupiah Menguat Juli 2026, Yakinkan DPR