Lokasi: Otomotif >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Otomotif6285 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/4ncm4dmf9.html
Artikel Terkait
Toyota Respons Positif Insentif EV, Minta Jangan Fokus Satu Teknologi
OtomotifErnando menilai insentif kendaraan listrik merupakan langkah positif dari pemerintah untuk mendorong perkembangan pasar otomotif di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat dihubungi Tribunnews....
【Otomotif】
Baca SelengkapnyaKementan Pastikan Harga Ayam Stabil Rp19.500 per Kg
OtomotifDirektur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda menegaskan langkah stabilisasi melindungi peternak rakyat dan menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. "Dalam rangka menjaga stabilisasi industri perunggasan nasional baik untuk ayam pedaging maupun ayam telur, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional memerintahkan kami menjaga stabilisasi produksi dan harga komoditas ayam dan telur khususnya di tingkat peternak," ujar Agung dalam keterangan resminya, Kamis (21/5/2026)....
【Otomotif】
Baca SelengkapnyaKomisi V Minta Menhub Dudy Jujur soal Kecelakaan Kereta
OtomotifDPR meminta pemerintah dan seluruh pihak terkait membuka penyebab sebenarnya kecelakaan Kereta Api Agro Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Bekasi Timur, 27 April 2026 lalu. Ketua Komisi V DPR Lasarus menyampaikan hal itu dalam rapat kerja bersama Menteri Perhubungan....
【Otomotif】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Kunci Gitar Stevan Pasaribu: Lama Tak Bermalam Minggu
- Saham Ambles, Investor Ritel Merugi Berat
- Prabowo Terbitkan PP BUMN Ekspor Tunggal Berantas Underinvoicing
- Menkeu Guyur Pasar Obligasi Rp2 Triliun Tiap Hari Redam Rupiah
- Profil Sebastian Desabre, Pelatih Kongo di Piala Dunia 2026
- Rosan Beber Alasan WNA Australia Pimpin BUMN Ekspor
Artikel Terbaru
Prakiraan Cuaca Sumatra 21 Mei 2026, Mayoritas Hujan Ringan
Dolar Tembus Rp 17.701, Harga Energi Melonjak
TelkomGroup Raih LinkedIn Talent Awards 2025
APBI Beberkan 'Trilema' Berat Hantui Batu Bara Nasional
Ahmad Dhani Bela Syifa Hadju soal Busana Dipersoalkan
Anggota DPR Minta Harga Tiket Pesawat Seimbang dengan Daya Beli
Tautan Sahabat
- Laporan The Economist: Ancaman Terbesar Hilangnya Kredibilitas
- Pemerintah Didorong Cari Solusi Regulasi Rokok
- Bahlil: Aturan Ekspor Satu Pintu Tak untuk Hulu Migas
- Susukan Menangi Desa BRILiaN BRI dengan Ekonomi Cetuk
- Menteri Koperasi Puji Adaptasi Teknologi KSP Nasari
- Community Gateway Dorong Digitalisasi di Indonesia Timur
- Triasmitra Terbitkan Obligasi Rp220 Miliar untuk Kabel Laut
- Pemerintah Patok Harga Ekspor Emas 150.555 Dolar AS
- Minimizu Naik Kelas dari Hutan Pinus ke Galeri Dunia
- Rupiah Anjlok ke Rp 17.735, Tertekan FOMO Valas