Lokasi: Properti >>

Komisi V Minta Menhub Dudy Jujur soal Kecelakaan Kereta

Properti69926 Dilihat

RingkasanDPR meminta pemerintah dan seluruh pihak terkait membuka penyebab sebenarnya kecelakaan Kereta Api Agro Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Bekasi Timur, 27 April 2026 lalu. Ketua Komisi V DPR Lasarus menyampaikan hal itu dalam rapat kerja bersama Menteri Perhubungan....

Komisi V Minta Menhub Dudy Jujur soal Kecelakaan Kereta

DPR meminta pemerintah dan seluruh pihak terkait membuka penyebab sebenarnya kecelakaan Kereta Api Agro Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di Bekasi Timur,27 April 2026 lalu. Ketua Komisi V DPR Lasarus menyampaikan hal itu dalam rapat kerja bersama Menteri Perhubungan. Lasarus menegaskan investigasi harus transparan. "Saya waktu telepon-telepon dengan Pak Menteri Perhubungan, 'Pak Menteri, kita ungkap ini apa adanya,' saya bilang sama Pak Menteri. Karena ini tanggung jawab kita kepada korban," kata Lasarus.

Lasarus menilai keterbukaan menjadi langkah penting agar perbaikan sistem keselamatan transportasi kereta api dapat dilakukan secara menyeluruh dan kejadian serupa tidak kembali terulang. "Kalau kita berbohong pada saat ini, Pak, kita berbohong juga kepada mereka yang sudah pergi, yang mengalami kecelakaan ini. Mari kita ungkap apa adanya untuk kebaikan, perbaikan ke depan," ujarnya. Lasarus menegaskan Komisi V DPR RI tidak sedang mencari pihak yang harus disalahkan, melainkan ingin mengidentifikasi titik lemah dalam sistem transportasi kereta api nasional. "Ya, kita bukan mencari siapa yang salah, Pak, tapi mencari titik lemah ada di mana dari sistem yang kita punya hari ini. Soal siapa yang salah, kita serahkan kepada polisi," ucapnya.

Dalam rapat itu, Lasarus juga menyoroti perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian nasional, mulai dari infrastruktur, SOP operasional, hingga dukungan anggaran negara untuk perbaikan lintasan dan fasilitas keselamatan publik. Menurutnya, kepadatan penumpang kereta di Jakarta dan kawasan penyangga harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas dan standar keselamatan.

Tags:

Artikel Terkait