Lokasi: Kesehatan >>

Menkeu Guyur Pasar Obligasi Rp2 Triliun Tiap Hari Redam Rupiah

Kesehatan879 Dilihat

RingkasanMenteri Keuangan Purbaya mengumumkan intervensi harian senilai Rp 2 triliun di pasar obligasi negara untuk menstabilkan pasar keuangan. Langkah intervensi ini disampaikan Menkeu Purbaya usai mengadakan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (18/5/2026)....

Menkeu Guyur Pasar Obligasi Rp2 Triliun Tiap Hari Redam Rupiah

Menteri Keuangan Purbaya mengumumkan intervensi harian senilai Rp 2 triliun di pasar obligasi negara untuk menstabilkan pasar keuangan. Langkah intervensi ini disampaikan Menkeu Purbaya usai mengadakan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (18/5/2026). "Kita udah masuk ke bond market bertahap, ya. Asing juga udah masuk juga jadi harusnya sih ke depan akan minggu-minggu ini akan lebih stabil. Saya akan masuk setiap hari bond market," ujar Menkeu.

Saat dikonfirmasi mengenai besaran anggaran yang disiapkan pemerintah untuk melakukan intervensi harian tersebut, Menkeu mengungkapkan "Ah, pengen tahu aja lah. Saya minta masuk Rp 2 triliun setiap hari," ungkapnya. Terkait asal-usul pendanaan intervensi tersebut, Menkeu menjelaskan langkah tersebut diambil untuk memicu sentimen positif di pasar. "Kan kita masih punya beberapa tempat kan, itu kan hanya cash management aja, jadi enggak masalah. Kan uangnya enggak hilang. Cuman diputar aja supaya ada sedikit sentimen positif di pasar," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan dampak berantai jika sentimen positif berhasil terbentuk di pasar obligasi. Ketika harga obligasi stabil dan imbal hasil mengalami penurunan, harga aset surat utang Indonesia justru akan mengalami kenaikan. "Biasanya kalau sentimen positif di situ biasanya asing juga ikut masuk dan rupiah cenderung terkendali, kenapa? Karena uangnya enggak keluar lagi. Yang asing enggak jual bond dan kabur keluar. Karena bond-nya stabil harganya, artinya kalau stabil kan kalau memang yield-nya turun kita targetkannya bisa turun, kalau yield-nya turun kan berarti harga bond-nya naik. Nanti ada potensi capital gain, jadi harusnya sih pasar bond kita menarik," kata Menkeu.

Tags:

Artikel Terkait