Lokasi: Kuliner >>
Iran Siapkan Tarif Baru di Selat Hormuz untuk Kapal Asing
Kuliner85556 Dilihat
RingkasanEbrahim Azizi, Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran, mengumumkan Teheran akan menerapkan sistem baru yang mengatur lalu lintas maritim melalui rute-rute tertentu di Selat Hormuz. Kapal-kapal yang menggunakan jalur tersebut nantinya akan dikenakan biaya sebagai bentuk pembayaran atas "layanan khusus" yang disediakan....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Peta-Selat-Hormuz-di-wilayah-Iran-OK.jpg)
Ebrahim Azizi, Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran, mengumumkan Teheran akan menerapkan sistem baru yang mengatur lalu lintas maritim melalui rute-rute tertentu di Selat Hormuz. Kapal-kapal yang menggunakan jalur tersebut nantinya akan dikenakan biaya sebagai bentuk pembayaran atas "layanan khusus" yang disediakan.
Beberapa sumber menyebut biaya tersebut dikenakan sebagai pembayaran atas "layanan keamanan" dan izin melintas di jalur strategis tersebut. Selain tarif tetap, terdapat juga laporan dari Anadolu mengenai skema lain berdasarkan jenis kapal, ukuran muatan, hingga tingkat risiko perjalanan. Bahkan ada pembahasan tarif mulai sekitar 1 dolar AS per barel minyak untuk kapal tanker tertentu.
Meski sistem "gerbang berbayar" segera diterapkan, Teheran memastikan hanya kapal komersial dan operator yang bekerja sama dengan Iran yang akan mendapat manfaat darinya. Azizi menjelaskan bahwa kebijakan baru tersebut merupakan bagian dari mekanisme pengawasan dan pengendalian lalu lintas kapal yang saat ini sedang disiapkan pemerintah. Kebijakan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, setelah sebelumnya Presiden AS Donald Trump meluncurkan inisiatif "Proyek Kebebasan" pada awal Mei lalu.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/343e599651.html
Artikel Terkait
Virus Hanta Menular Lewat Kotoran Tikus, Waspadai Demam-Sesak
KulinerHantavirus menjadi perhatian karena sumber penularannya sangat dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari, seperti rumah yang banyak tikus, gudang tertutup, hingga area bekas banjir. Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaCelios Tawarkan Kursus Ekonomi Gratis ke Prabowo
KulinerPelemahan rupiah yang masih berlanjut di atas Rp17. 600 per dolar AS memicu kritik tajam dari Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaStok Beras Pecah Rekor, Tapi Minyakita Langka
KulinerIndonesia saat ini telah mencapai swasembada pangan karena stok kebutuhan pokok masyarakat melimpah. Angka tersebut menjadi yang terbaik di sektor pangan sejak Republik Indonesia merdeka pada tahun 1945....
【Kuliner】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Hantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
- Menteri Bappenas Dorong PTPN I Percepat Program Pangan Prabowo
- Mentan Australia Telepon Amran Ucapkan Terima Kasih Pasok Pupuk
- DPR Soroti Kenaikan Komisi Marketplace Bebani UMKM
- Mbappe Ogah Main di Santiago Bernabeu, Real Madrid Krisis
- Mentan Australia Telepon Amran Ucapkan Terima Kasih Pasok Pupuk
Artikel Terbaru
Mojang Priangan dan Akademi Persib Melaju ke All-Stars
Rupiah Ambrol, Dolar AS Tembus Rp17.750 di Money Changer
Jasa Marga Berlakukan Contraflow Tol Japek Saat Libur Panjang
ParagonCorp Luncurkan Smart Lab 2.0 untuk Riset Kosmetik Presisi
OJK Imbau Investor Tenang Jelang Rebalancing MSCI Besok
Rupiah Tembus Rp 17.600, Pengrajin Tahu Tempe Kelabakan
Tautan Sahabat
- Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan Ringan Guyur Sulawesi Tenggara
- Penjual Tempe di Pacitan Dirujuk Usai Disiram Air Keras
- Andi Gani Tinjau Museum Marsinah Jelang Peresmian Prabowo
- Prakiraan Cuaca Pontianak Besok: Pagi Cerah, Malam Berawan
- Kronologi Wagub Sumbar Kecelakaan Tunggal di Solok
- Anak Perwira Polisi Pembuat Lomba Rasis Rp100 Ribu
- Prakiraan Cuaca Surabaya, Kediri, Madiun, Blitar 18 Mei 2026
- Kasus Hantavirus di Kalbar, Pasien Sakit Bawaan Meninggal
- 11 Bayi Dititip Bidan Sleman, Bayar Rp 50 Ribu per Hari
- Pemkab Bogor Gandeng KPK Perkuat Reformasi Birokrasi