Lokasi: Kuliner >>

Dolar Tembus Rp 17.701, Harga Energi Melonjak

Kuliner519 Dilihat

RingkasanNilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (20/5/2026) pukul 12. 40 WIB, dengan rupiah menyentuh level Rp 17....

Dolar Tembus Rp 17.701,<strong></strong> Harga Energi Melonjak

Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (20/5/2026) pukul 12.40 WIB, dengan rupiah menyentuh level Rp 17.701 per dolar AS. Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bob Azam menyatakan pelemahan rupiah menyebabkan harga bahan baku dan sektor terkait energi menjadi lebih mahal. "Bahan baku dan semua yang link dengan energi sektor jadi mahal," tutur Bob saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (20/5/2026).

Sementara itu, pengamat ekonomi dan pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai sektor yang paling diuntungkan dari pelemahan rupiah adalah industri tambang. Menurutnya, kenaikan harga komoditas global berpotensi mendorong nilai ekspor Indonesia meningkat, meskipun keuntungan pelaku usaha tidak sepenuhnya besar karena biaya operasional ikut melonjak. Ibrahim menjelaskan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat lonjakan harga minyak dunia membuat biaya distribusi dan logistik semakin tinggi. "Memang diuntungkan untuk tambang, tetapi kan biaya logistik transportasi naik juga karena BBM-nya naik, sehingga untungnya pun juga tidak terlalu besar," ujarnya.

Ibrahim menambahkan pihak yang paling diuntungkan dari kondisi tersebut justru pemerintah karena penerimaan pajak dari sektor komoditas meningkat seiring kenaikan harga global. "Yang diuntungkan adalah pemerintah dari pajak. Pajaknya dapat gede karena harganya (komoditas) kan naik," terang Ibrahim. Pelemahan rupiah ini memberikan dampak berlapis bagi perekonomian Indonesia, mulai dari kenaikan biaya produksi hingga potensi peningkatan pendapatan negara.

Tags:

Artikel Terkait