Lokasi: Berita >>
SPMB Bandung 2026: Jadwal, Syarat, dan Ketentuan Lengkap
Berita6991 Dilihat
RingkasanPendataan untuk jenjang TK dimulai pada 22-26 Juni 2026 melalui website resmi SPMB Kota Bandung. Proses penerimaan murid baru dilakukan melalui beberapa jalur, mulai dari domisili, afirmasi, mutasi, hingga prestasi dengan jadwal dan persyaratan yang berbeda di tiap jenjang pendidikan....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-KOTA-BANDUNG-34534534.jpg)
Pendataan untuk jenjang TK dimulai pada 22-26 Juni 2026 melalui website resmiSPMB Kota Bandung. Proses penerimaan murid baru dilakukan melalui beberapa jalur, mulai dari domisili, afirmasi, mutasi, hingga prestasi dengan jadwal dan persyaratan yang berbeda di tiap jenjang pendidikan.
Orang tua dan calon peserta didik diimbau memperhatikan tahapan pendataan, pendaftaran, seleksi, hingga daftar ulang agar tidak melewatkan jadwal yang telah ditentukan. Mengutip laman resmi SPMB Kota Bandung 2026, berikut informasi selengkapnya mengenai alur dan jadwal penerimaan.
Setiap jalur penerimaan memiliki ketentuan khusus yang harus dipenuhi oleh peserta didik. Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Pendidikan memastikan proses ini berjalan transparan dan akuntabel demi pemerataan akses pendidikan bagi seluruh warga.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/0kdmi373a.html
Artikel Terkait
John Herdman Bidik 5 Pemain Naturalisasi untuk Piala Asia 2027
BeritaStaf Khusus Menteri Hukum RI, Noor Korompot membocorkan rencana naturalisasi lima pemain keturunan untuk memperkuat Timnas Indonesia menghadapi Piala Asia 2027. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pelatih Patrick Kluivert untuk menambah kedalaman skuad di Grup F....
【Berita】
Baca SelengkapnyaWabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
BeritaWHO baru saja menetapkan status darurat kesehatan masyarakat global akibat merebaknya wabah Ebola di Kongo dan Uganda. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengungkapkan lebih dari 300 kasus suspek bergejala berat telah terdeteksi dengan angka kematian mencapai 88 korban jiwa....
【Berita】
Baca SelengkapnyaLansia Diabetes Wajib Aktif Cegah Luka Busuk
Beritadr Agus mengungkapkan kebiasaan kurang gerak pada lansia justru bisa memicu masalah serius seperti kekakuan otot dan sendi. Hal ini disampaikannya dalam Healthy Talk di kanal YouTube Tribun Health pada Senin (18/5/2026)....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Wamenpora Taufik Hidayat Dukung Arena Selatan 2026
- Senam Ergonomik Bantu Lansia Jaga Sendi dan Redakan Stres
- Waspada Stroke saat Tubuh Tiba-tiba Limbung dan Sempoyongan
- WHO Peringatkan 12 Negara soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
- AS dan Israel Siap Hujani Iran dengan Serangan Mematikan
- Studi: 60% Anak Muda Urban Pilih Swadiagnosis Saat Sakit
Artikel Terbaru
Iran Tolak Tuntutan AS, Balas Tanggapan Washington Terbaru
WNA di Jakarta Kontak Erat dengan Pasien Hantavirus
WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
Menkes Ungkap Obesitas Pangkas Kualitas Hidup Manusia
Apple dan Intel Kembali Jalin Kerja Sama
Menkes Ungkap Obesitas Pangkas Kualitas Hidup Manusia
Tautan Sahabat
- Thailand Open 2026: Jafar/Felisha Tersingkir, Thalita Kalahkan Intanon
- Persaingan Men Elite Indonesian Downhill 2026 Diprediksi Panas
- Ananda Mikola Pimpin MGPA, Mandalika Pusat Talenta Motorsport
- Pedro Acosta Terdepan di Grid MotoGP Catalunya 2026
- Pedro Acosta P1, Murid Rossi P2 di Grid MotoGP Catalunya
- Macau Open 2026: Ginting dan Leo/Daniel Tampil, Tanpa Ganda Campuran
- Jadwal Sprint MotoGP Catalunya 2026, Bagnaia Frustrasi
- Unmul Juara Campus League Samarinda, Lolos ke The National Jakarta
- Honda Bangun Ulang Kejayaan, Manajer Aprilia Dibajak
- Eks Pemain Proliga Perkuat Timnas Voli AS di VNL 2026