Lokasi: Otomotif >>
Unesa Buka Jalur Mandiri Prestasi OSIS dan Pramuka 2026
Otomotif19532 Dilihat
RingkasanUniversitas Negeri Surabaya (Unesa) membuka Jalur Mandiri Prestasi bagi siswa yang pernah menjadi pengurus OSIS dan/atau dewan ambalan selama di bangku SMA/MA/SMK/Paket C. Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi dengan biaya Rp300 ribu untuk satu pilihan program studi dan Rp400 ribu untuk dua pilihan program studi....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-negeri-surabaya-unesa-x.jpg)
Universitas Negeri Surabaya (Unesa) membuka Jalur Mandiri Prestasi bagi siswa yang pernah menjadi pengurus OSIS dan/atau dewan ambalan selama di bangku SMA/MA/SMK/Paket C. Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi dengan biaya Rp300 ribu untuk satu pilihan program studi dan Rp400 ribu untuk dua pilihan program studi. Khusus untuk program studi S1 Kedokteran, biaya pendaftaran sebesar Rp750 ribu.
Persyaratan utama mencakup keaktifan sebagai pengurus inti atau anggota dewan ambalan yang dibuktikan dengan surat keterangan dari sekolah. Tata cara pendaftaran dimulai dengan mengisi formulir daring, mengunggah dokumen pendukung, dan melakukan pembayaran sesuai program studi yang dipilih. Jadwal seleksi Jalur Mandiri Prestasi OSIS dan Pramuka Unesa 2026 telah ditetapkan dengan tahapan verifikasi berkas dan pengumuman hasil.
Informasi lebih lanjut mengenai jadwal, tata cara, dan persyaratan lengkap dapat diakses melalui portal resmi Unesa. Calon mahasiswa diimbau untuk mempersiapkan dokumen seperti rapor, sertifikat prestasi, dan surat rekomendasi sekolah sebelum mendaftar. Jalur ini menjadi alternatif bagi siswa berprestasi di bidang organisasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Unesa.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/02awkxr2t.html
Artikel Terkait
JBP Vs Zhaiyk di Semifinal AVC Champions League 2026
OtomotifJakarta Bhayangkara Presisi (JBP), runner-up AVC Champions League 2023, diunggulkan mengalahkan wakil Kazakhstan Zhayik VC untuk menembus babak semifinal. Peta kekuatan JBP lebih baik dari Zhayik VC, terutama dalam perekrutan pemain asing....
【Otomotif】
Baca SelengkapnyaHipertensi dan Jantung Kini Ancaman Usia 20-30 Tahun
OtomotifPeningkatan kasus penyakit jantung pada anak muda menjadi alarm serius bagi Indonesia. Para ahli medis mengungkapkan lonjakan ini berkaitan erat dengan buruknya pola hidup masyarakat modern saat ini....
【Otomotif】
Baca SelengkapnyaIlmuwan Ungkap Alasan Nyamuk Pilih Target Gigitan
OtomotifAhli entomologi medis mengungkapkan bahwa manusia tidak selalu menjadi magnet nyamuk sepanjang waktu. Beberapa teori populer mengenai faktor yang menarik nyamuk ternyata tidak berdasar....
【Otomotif】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- 3 Laga Spanyol Tanpa Yamal, Comeback di Fase Gugur
- PHERINI Disetujui Tenaga Kesehatan untuk Ketiak Cerah
- BPOM Awasi Rokok Elektrik Cegah Penyalahgunaan
- Pancaroba, Jaga Daya Tahan Tubuh dengan Gizi Seimbang
- Persediaan Senjata AS Menipis, Pentagon Minta Rp24 Kuadriliun
- Kemenkes Awasi Minuman Manis, Nutri-Level Tekan Stroke dan Gagal Ginjal
Artikel Terbaru
Persib dan Borneo FC Bersaing di Dua Laga Sisa
Penyakit Moya-moya Picu Stroke di Usia Muda, Kenali Gejala
Virus Hanta Menular Lewat Kotoran Tikus, Waspadai Demam-Sesak
6 Cara Sederhana Jaga Metabolisme untuk Turunkan Berat Badan
Spotify Kembalikan Logo Lama Setelah Banjir Kritik
El Nino Picu Kebakaran Hutan, Asap Ancam Anak Pneumonia
Tautan Sahabat
- Pemda Larang Daging Anjing Cegah Penularan Rabies
- Studi: 60% Anak Muda Urban Pilih Swadiagnosis Saat Sakit
- El Nino Ekstrem: Ancaman DBD dan Gangguan Pencernaan Anak
- Hantavirus Tewaskan 3 Orang di Indonesia, Terbaru Kalbar
- BPOM Awasi Rokok Elektrik Cegah Penyalahgunaan
- PCOS Berganti Nama Jadi PMOS, Bukan Hanya Soal Kista
- Kemenkes Awasi Pelaku Perjalanan Amerika Latin soal Hantavirus
- BPJS Kesehatan Efisien Rp 6,5 Triliun dari Pencegahan Fraud
- Hantavirus Sulit Dikenali, Gejala Mirip Flu hingga DBD
- BPOM Temukan 22 Obat Herbal Mengandung Bahan Kimia Berbahaya