Lokasi: Gaya Hidup >>
Pendaftaran Jalur Rapor UNJ Ditutup 31 Mei 2026
Gaya Hidup96 Dilihat
RingkasanUniversitas Negeri Jakarta (UNJ) membuka seleksi PENMABA Jalur Portofolio Akademik Rapor 2026 bagi calon mahasiswa baru tanpa tes tertulis. Proses seleksi jalur ini menggunakan nilai rapor sebagai dasar penilaian utama....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-negeri-jakarta-unj-4345.jpg)
Universitas Negeri Jakarta (UNJ) membuka seleksi PENMABA Jalur Portofolio Akademik Rapor 2026 bagi calon mahasiswa baru tanpa tes tertulis. Proses seleksi jalur ini menggunakan nilai rapor sebagai dasar penilaian utama. Program tersebut diperuntukkan bagi siswa eligible yang belum diterima pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun lulusan SMA/sederajat tahun 2026 yang belum lolos SNBP atau SNBT.
Calon peserta dapat melakukan pendaftaran secara daring melalui laman resmi UNJ dengan biaya pendaftaran sebesar Rp350.000. Dalam ketentuan yang diumumkan pihak kampus, setiap peserta hanya diperbolehkan memilih maksimal dua program studi, baik jenjang Sarjana (S-1) maupun Sarjana Terapan (D-4). Ketentuan ini berlaku untuk seluruh peserta PENMABA Jalur Portofolio Akademik Rapor tahun 2026.
Selain itu, terdapat beberapa syarat umum yang wajib diperhatikan calon pendaftar. Peserta yang sudah diterima melalui SNBP tidak dapat mengikuti seleksi ini. UNJ juga menegaskan bahwa peserta yang dinyatakan lolos PENMABA Jalur Rapor, tetapi kemudian melakukan daftar ulang pada jalur UTBK-SNBT 2026, maka kelulusannya pada jalur mandiri rapor otomatis dibatalkan.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/0241js0qa.html
Artikel Terkait
Elon Musk dan 17 Bos AS Temui Xi Jinping di China
Gaya HidupDonald Trump tiba di Tiongkok dengan Air Force One dan disambut para pejabat Tiongkok serta formasi pengawal kehormatan militer yang rapi. Puluhan mahasiswa Tiongkok melambaikan bendera AS dan Tiongkok saat Trump turun dari pesawat....
Baca SelengkapnyaICC Ancam Tangkap Menkeu Israel atas Dugaan Apartheid
Gaya HidupMedia Middle East Eye pertama kali mengungkap laporan bahwa kantor kejaksaan mengajukan permintaan terkait dugaan pelanggaran serius, termasuk pemindahan paksa penduduk Palestina dan pemindahan warga. Kasus tersebut kini menjadi perhatian internasional karena dinilai dapat memperbesar tekanan hukum dan diplomatik terhadap pemerintah....
Baca SelengkapnyaTabrakan Kereta Maut Bangkok, Mirip Tragedi Bekasi Timur?
Gaya HidupKecelakaan kereta api di Thailand pada Sabtu, 16 Mei 2026 pukul 15. 40 waktu setempat menyisakan duka mendalam dan membuka mata banyak pihak mengenai rapuhnya sistem keselamatan transportasi di sejumlah negara di Asia Tenggara....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Thailand Open 2026: Jafar/Felisha Tersingkir, Thalita Kalahkan Intanon
- PPI Jerman Gelar LDK 5.0 Perkuat Kepemimpinan Pelajar
- Iran Tolak Tuntutan AS, Balas Tanggapan Washington Terbaru
- AS Siapkan Operasi Sledgehammer, Ancaman Perang Iran Menguat
- Kunci Gitar Say No Tasya Viral TikTok Besar Kepala
- Menlu Singapura Dukung Indonesia Hadapi Krisis Energi
Artikel Terbaru
Wasit Liga Inggris Akui Gol MU Tak Sah Akibat Handball Mbeumo
BMW dan Toyota Uji Masa Depan Hidrogen di Jerman-Jepang
Indonesia Kecam Dewan Keamanan PBB yang Mandul
Iran Siap Gugat AS-Israel ke Pengadilan Internasional
Sevilla vs Real Madrid: Laga Penentu Degradasi Los Nervionenses
NATO Rapat Darurat Bahas Stok Senjata Habis Akibat Perang Iran
Tautan Sahabat
- Pasangan Jepang Sekap Putri Disabilitas, Korban Malnutrisi
- Senator Filipina Kabur ke Senat Usai Surat Penangkapan ICC
- Super El Nino Diprediksi Perparah Kebakaran Hutan Global
- Israel Hentikan Relawan Sumud Flotilla, Netanyahu Pantau dari Tel Aviv
- Evo Morales Terancam Ditangkap Usai Mangkir Sidang
- Trump Minta Bantuan Xi Jinping Bujuk Iran
- Heru Tulus Relawan iNews TV Ditahan Tentara Israel
- Portugal Targetkan Dominasi Sektor Antariksa Global
- Iran Tolak Tuntutan AS, Balas Tanggapan Washington Terbaru
- Iran Ancam Buka Front Baru Jika AS Lanjutkan Perang