Lokasi: Kesehatan >>
Kunci Jawaban IPAS Kelas 4 SD Halaman 93
Kesehatan8395 Dilihat
RingkasanTidak hanya asap rokok yang membahayakan kesehatan, asap kendaraan bermotor juga terbukti dapat merusak tubuh dan berujung pada kematian. Semakin hari, volume asap kendaraan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah kendaraan di jalan raya....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SISWA-SD-ujian-1.jpg)
Tidak hanya asap rokok yang membahayakan kesehatan,asap kendaraan bermotor juga terbukti dapat merusak tubuh dan berujung pada kematian. Semakin hari, volume asap kendaraan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah kendaraan di jalan raya. Analisis terhadap fenomena ini erat kaitannya dengan perubahan iklim. Peristiwa pada gambar menunjukkan tingginya polusi udara dari kendaraan yang menghasilkan gas karbon dioksida (CO2) dan polutan lain, yang memperkuat efek rumah kaca. Akibatnya, suhu bumi memanas dan memicu perubahan iklim seperti cuaca ekstrem, banjir, serta kekeringan.
Peristiwa tersebut jelas dapat menyebabkan perubahan iklim karena emisi karbon dioksida dari kendaraan bermotor merupakan salah satu gas rumah kaca utama yang menjebak panas di atmosfer. Dampaknya terhadap kehidupan masyarakat sangat signifikan: polusi udara memicu gangguan kesehatan seperti batuk, sesak napas, asma, dan penyakit paru-paru. Selain itu, perubahan iklim yang diakibatkan juga mengancam ketahanan pangan, meningkatkan risiko bencana alam, dan menurunkan kualitas hidup masyarakat sekitar.
Untuk mengurangi dampak tersebut, langkah-langkah konkret yang dapat dilakukan antara lain: menggunakan transportasi umum, bersepeda, atau berjalan kaki; merawat kendaraan agar emisi tetap rendah; beralih ke kendaraan listrik; menanam pohon di sekitar lingkungan; serta mengurangi penggunaan kendaraan pribadi untuk perjalanan jarak dekat. Semua upaya ini perlu dituliskan secara detail dan rapi di buku tugas sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan bersama.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/news/hx4cbtfvx.html
Artikel Terkait
Waspada Monkey Malaria, Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit
KesehatanDr Inke Nadia Diniyanti Lubis, Dokter spesialis anak konsultan infeksi penyakit tropik dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mengungkapkan bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memahami ancaman penyakit Monkey Malaria. "Saya tahu di Indonesia ini masih banyak sekali masyarakat yang belum cukup paham," ujarnya dalam media briefing virtual pada Kamis (14/5/2026)....
Baca SelengkapnyaPsikiater: Trauma Tak Ditangani Bisa Ubah Korban Jadi Pelaku
KesehatanKorban kekerasan seksual berisiko mengalami gangguan mental hingga menjadi pelaku di masa depan jika luka psikologis tidak ditangani dengan baik, ujar dr Johan dalam podcast Momspiration yang tayang langsung di YouTube Tribunnews dan Tribun Health pada Senin (11/5/2026). Masyarakat sering kali hanya fokus pada proses hukum, padahal pemulihan psikologis korban sama pentingnya, jelas dr Johan....
Baca SelengkapnyaKemenkes Awasi Pelaku Perjalanan Amerika Latin soal Hantavirus
KesehatanPelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni mengumumkan pengawasan ketat terhadap pelaku perjalanan dari Amerika Selatan, terutama Argentina, menyusul kasus penyebaran Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) di Kapal MV Hondius. Pernyataan itu disampaikan di Kantor Bakom RI, Jakarta, pada Rabu (13/5/2026)....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- KAI Jual 504 Ribu Tiket Long Weekend, Yogyakarta Favorit
- Kemenkes Awasi Minuman Manis, Nutri-Level Tekan Stroke dan Gagal Ginjal
- WHO Peringatkan 12 Negara Soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
- Lansia Diabetes Wajib Aktif Cegah Luka Busuk
- IHSG Ambrol 4,26 Persen ke 6.436, 719 Saham Rontok
- 9 Gejala Monkey Malaria Sering Disangka Flu Biasa
Artikel Terbaru
6 Cara Sederhana Jaga Metabolisme Optimal Turunkan Berat Badan
Tidur Lama tapi Ngantuk dan Ngorok? Waspada Gangguan Jantung
Kesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya
Senam Ergonomik Bantu Lansia Jaga Sendi dan Redakan Stres
Ilmuwan Ungkap Alasan Nyamuk Pilih Target Gigitan
WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
Tautan Sahabat
- Aldi Taher Minta Maaf ke Dewi Perssik soal Klaim Anak
- Audrey Bianca Stop Nasi Putih Demi Miss World 2026
- Dede Sunandar Bongkar Kedekatan Karen dengan Teman Game
- Eva Manurung Tak Benarkan Virgoun Hamili Lindi Sebelum Nikah
- Eks ART di DPR Minta Anggota Dewan Tak Pilih Kasih
- Jennifer Coppen Cemburu Lihat Kamari dan Kekasih Justin Hubner
- Alyssa Daguise Syak Peluk Baby Soso, Tanya Ini Nyata?
- Ammar Zoni Curhat Tak Sanggup Dipindah ke Nusakambangan
- Ayu Ting Ting Digandeng Pria Diduga Politisi, Ini Reaksinya
- Inara Rusli Doakan Perfexio Jadi Anak Soleh