Lokasi: Kuliner >>

Super El Nino Diprediksi Perparah Kebakaran Hutan Global

Kuliner236 Dilihat

RingkasanDunia diperkirakan menghadapi tahun kebakaran hutan yang "sangat parah" pada 2026 setelah para peneliti memperingatkan perubahan iklim dan potensi El Nino dalam intensitas kuat dapat memperburuk situasi. Theodore Keeping, peneliti cuaca ekstrem dari Imperial College London dan anggota jaringan ilmuwan iklim World Weather Attribution (WWA), menyatakan pada Selasa (12/05) bahwa musim kebakaran global tahun ini dimulai dengan sangat cepat....

Super El Nino Diprediksi Perparah Kebakaran Hutan Global

Dunia diperkirakan menghadapi tahun kebakaran hutan yang "sangat parah" pada 2026 setelah para peneliti memperingatkan perubahan iklim dan potensi El Nino dalam intensitas kuat dapat memperburuk situasi. Theodore Keeping, peneliti cuaca ekstrem dari Imperial College London dan anggota jaringan ilmuwan iklim World Weather Attribution (WWA), menyatakan pada Selasa (12/05) bahwa musim kebakaran global tahun ini dimulai dengan sangat cepat. Menurut Keeping, luas area yang terbakar akibat kebakaran hutan saat ini sudah 50 persen lebih tinggi dibanding rata-rata periode yang sama dalam beberapa tahun terakhir, sementara total lahan yang terbakar secara global telah melampaui rekor sebelumnya lebih dari 20 persen sejak pencatatan dimulai pada 2012.

Lonjakan kebakaran terbesar terjadi di kawasan Afrika Barat dan Sahel, di mana hampir seluruh negara mencatat luas area terbakar tertinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Keeping mengungkapkan bahwa 85 juta hektare lahan terbakar di Afrika tahun ini, melampaui rekor sebelumnya sebesar 69 juta hektare. Curah hujan tinggi pada musim sebelumnya disebut ikut memperparah risiko karena memicu pertumbuhan rumput dan vegetasi dalam jumlah besar, yang kemudian berubah menjadi bahan bakar mudah terbakar saat kondisi menjadi panas dan kering. Gelombang panas dan kekeringan ekstrem dalam beberapa bulan terakhir juga membuat kebakaran mulai muncul di wilayah yang biasanya lebih hijau dan tidak terlalu rentan terhadap api.

Fenomena perubahan cuaca ekstrem dari sangat basah menjadi sangat kering dalam waktu singkat, yang dikenal sebagai "hydroclimate whiplash", semakin sering terjadi di Afrika Barat. Selain Afrika, Asia juga menjadi salah satu penyumbang terbesar kebakaran hutan global tahun ini, dengan kebakaran besar terjadi di India, Asia Tenggara, hingga wilayah timur laut Cina. Keeping menegaskan bahwa kondisi ini membuat kebakaran lebih mungkin terjadi di daerah yang biasanya tidak rawan terbakar.

Tags:

Artikel Terkait