Lokasi: Hikmah >>

Intelijen AS: 90% Fasilitas Rudal Iran Masih Beroperasi

Hikmah3177 Dilihat

RingkasanLaporan intelijen terbaru bertolak belakang dengan klaim pemerintahan AS dan Presiden Donald Trump yang sebelumnya menyatakan kekuatan militer Teheran telah "dihancurkan. " Penilaian tersebut dilakukan awal bulan ini menggunakan citra satelit dan sistem pemantauan canggih, yang mengungkapkan bahwa Teheran telah memulihkan akses operasional ke 30 dari 33 lokasi rudal yang menghadap Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima konsumsi minyak dunia setiap hari....

Intelijen AS: 90% Fasilitas Rudal Iran Masih Beroperasi

Laporan intelijen terbaru bertolak belakang dengan klaim pemerintahan AS dan Presiden Donald Trump yang sebelumnya menyatakan kekuatan militer Teheran telah "dihancurkan." Penilaian tersebut dilakukan awal bulan ini menggunakan citra satelit dan sistem pemantauan canggih, yang mengungkapkan bahwa Teheran telah memulihkan akses operasional ke 30 dari 33 lokasi rudal yang menghadap Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima konsumsi minyak dunia setiap hari.

Kondisi ini dinilai menjadi tantangan strategis serius bagi Washington karena menunjukkan pemulihan cepat kemampuan militer Iran. Laporan tersebut secara langsung bertentangan dengan narasi publik Gedung Putih, di mana Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth bahkan sebelumnya mengatakan operasi militer gabungan AS-Israel telah "menghancurkan tentara" Iran. Namun, laporan intelijen terbaru memunculkan pertanyaan mengenai akurasi klaim tersebut dan berpotensi memengaruhi kredibilitas pemerintahan Trump dalam menjelaskan hasil operasi militer kepada publik domestik maupun sekutu internasional.

Juru bicara Olivia Wells kembali menegaskan bahwa militer AS tetap waspada, sementara Trump sendiri menulis di media sosial bahwa menyatakan militer Iran telah hancur. Perbedaan antara pernyataan resmi dan data intelijen ini menjadi sorotan utama di kalangan analis keamanan global.

Tags:

Artikel Terkait