Lokasi: Properti >>
Aturan Baru Cina Cegah Perusahaan Barat Lepas Ketergantungan
Properti49925 Dilihat
RingkasanCina memblokir akuisisi senilai USD2 miliar (Rp34 triliun) dari Meta atas perusahaan rintisan kecerdasan buatan (AI) Manus bulan lalu, mengirimkan sinyal tegas bahwa intervensi pemerintah Cina tetap berlaku meskipun kesepakatan disusun di luar perbatasan negara tersebut. Kantor pusat Manus di Singapura berakar kuat di Cina, sehingga Beijing memandang perusahaan itu sebagai aset strategis dalam persaingan AI global dan memblokir kesepakatan dengan alasan keamanan nasional....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/BDeutsche-Welle76951828_403.jpg.jpg)
Cina memblokir akuisisi senilai USD2 miliar (Rp34 triliun) dari Meta atas perusahaan rintisan kecerdasan buatan (AI) Manus bulan lalu, mengirimkan sinyal tegas bahwa intervensi pemerintah Cina tetap berlaku meskipun kesepakatan disusun di luar perbatasan negara tersebut. Kantor pusat Manus di Singapura berakar kuat di Cina, sehingga Beijing memandang perusahaan itu sebagai aset strategis dalam persaingan AI global dan memblokir kesepakatan dengan alasan keamanan nasional.
Langkah tersebut diikuti pengenalan aturan baru Keamanan Industri dan Rantai Pasokan pada akhir April, yang memperkuat Cina untuk menghentikan raksasa teknologi Amerika Serikat (AS) membeli teknologi kelas atas miliknya. Aturan ini memiliki dampak luas karena Beijing memperingatkan pemerintah dan perusahaan asing agar tidak melakukan decoupling. Pihak berwenang Cina kini dapat mengambil tindakan balasan terhadap perusahaan asing yang memindahkan pabrik ke negara lain seperti Vietnam atau India, atau menarik kembali produksi ke negara asal mereka. Perusahaan tersebut juga dapat dikenai denda dan masuk daftar hitam rantai pasokan jika mematuhi pembatasan ekspor atau sanksi dari AS dan Uni Eropa yang menargetkan entitas Cina.
"Hal ini dimaksudkan untuk menggagalkan langkah-langkah pengurangan risiko seperti yang diambil oleh Uni Eropa dan negara-negara anggotanya, termasuk Jerman, untuk mengurangi ketergantungan pada Cina," kata Rebecca Arcesati, analis di Mercator Institute for China Studies (MERICS) kepada DW. Ketegangan perdagangan antara Cina dan Barat memanas selama bertahun-tahun, tetapi tarif perdagangan agresif dari Presiden AS Donald Trump terhadap barang-barang Cina pada 2025 secara signifikan mempercepat pergeseran globalisasi menuju sistem perdagangan global yang lebih terpecah-pecah dan terbagi dalam blok-blok.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/news/08a599986.html
Artikel Terkait
WALHI dan Trend Asia Bantah Dana Asing Pengaruhi Penolakan UU KPK
PropertiAhmad Ashov Barry, Direktur Program Trend Asia, menegaskan kritik keras dari kelompok masyarakat sipil sering kali bermula dari kebijakan strategis yang pembahasannya terkesan kilat dan minim partisipasi publik. Ia mencontohkan proses revisi Undang-Undang Penolakan terhadap regulasi-regulasi tersebut murni lahir dari proses legislasi yang mengabaikan suara rakyat, bukan karena agenda asing yang membiayai kerusuhan....
【Properti】
Baca SelengkapnyaWabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
PropertiWHO baru saja menetapkan status darurat kesehatan masyarakat global akibat merebaknya wabah Ebola di Kongo dan Uganda. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengungkapkan lebih dari 300 kasus suspek bergejala berat telah terdeteksi dengan angka kematian mencapai 88 korban jiwa....
【Properti】
Baca SelengkapnyaRadiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
PropertiTeknologi yang menggabungkan radiologi dan genomik dinilai mampu membantu tenaga medis mendeteksi risiko penyakit secara lebih personal bahkan sebelum gejala muncul. Founder Rhemedi Medical Services, dr....
【Properti】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Durasi Karantina Hantavirus: Ini Penjelasan Lengkap
- PCOS Berganti Nama Jadi PMOS, Bukan Hanya Soal Kista
- Senam Ergonomik Bantu Lansia Jaga Sendi dan Redakan Stres
- Hantavirus Bukti Nyata Ancaman Zoonosis dari Hewan
- Triasmitra Terbitkan Obligasi Rp220 Miliar untuk Kabel Laut
- Kemenkes Siaga Hantavirus, Siapkan Ribuan Tempat Tidur dan PCR
Artikel Terbaru
Pancaroba, Jaga Daya Tahan Tubuh dengan Gizi Seimbang
Puan Khawatir Hantavirus Meluas, Minta Antisipasi Pemerintah
Berdebar Naik Tangga, Waspada Gangguan Irama Jantung
WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
Ayu Aulia Dituding Duta Halusinasi Usai Akui Hubungan dengan Pejabat R
9 Gejala Monkey Malaria Sering Disangka Flu Biasa
Tautan Sahabat
- Polisi Tangkap Pria di Kebumen Aniaya Istri dan Mertua Hingga Tewas
- Pemkab Kuningan Bela Anggaran iPhone Rp200 Juta untuk Konten
- Rumah Bersejarah dr Sardjito di Yogya Dilego ke Pengembang
- Mahasiswi Unpad Ditodong Dilindas, Korban Selamat Teriak
- Prakiraan Cuaca Madura: Masalembu, Sumenep Hujan Petir
- Prakiraan Cuaca Ternate 13 Mei 2026: Hujan Ringan
- Pemilik Warung Nonhalal Sukoharjo Tolak Hapus Menu Babi
- Kebakaran Mal Manado, Satu Korban Tewas Terjebak di Lantai Atas
- 4 Pelaku Ditangkap, 2 Buron dalam Pengeroyokan Buruh Sukabumi
- Desa Kemudo Klaten Raih Penghargaan Ekonomi Hijau BRILiaN