Lokasi: Properti >>
SPMB Bandung 2026: Jadwal, Syarat, dan Ketentuan Lengkap
Properti2716 Dilihat
RingkasanPendataan untuk jenjang TK dimulai pada 22-26 Juni 2026 melalui website resmi SPMB Kota Bandung. Proses penerimaan murid baru dilakukan melalui beberapa jalur, mulai dari domisili, afirmasi, mutasi, hingga prestasi dengan jadwal dan persyaratan yang berbeda di tiap jenjang pendidikan....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-KOTA-BANDUNG-34534534.jpg)
Pendataan untuk jenjang TK dimulai pada 22-26 Juni 2026 melalui website resmiSPMB Kota Bandung. Proses penerimaan murid baru dilakukan melalui beberapa jalur, mulai dari domisili, afirmasi, mutasi, hingga prestasi dengan jadwal dan persyaratan yang berbeda di tiap jenjang pendidikan.
Orang tua dan calon peserta didik diimbau memperhatikan tahapan pendataan, pendaftaran, seleksi, hingga daftar ulang agar tidak melewatkan jadwal yang telah ditentukan. Mengutip laman resmi SPMB Kota Bandung 2026, berikut informasi selengkapnya mengenai alur dan jadwal penerimaan.
Setiap jalur penerimaan memiliki ketentuan khusus yang harus dipenuhi oleh peserta didik. Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Pendidikan memastikan proses ini berjalan transparan dan akuntabel demi pemerataan akses pendidikan bagi seluruh warga.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/zojsntmqf.html
Artikel Terkait
Peternak Sapi Pati Batal Nikah, Calon Istri Kabur
PropertiNayla Anik Setiyawati (19), calon istri Muhammad Musalim, kabur meninggalkan rumah tanpa pamit beberapa jam sebelum prosesi akad nikah dimulai, Kamis (21/5/2026). Kisah lulusan SMK Farming itu pun viral di media sosial....
【Properti】
Baca SelengkapnyaPCOS Berganti Nama Jadi PMOS, Bukan Hanya Soal Kista
PropertiLebih dari 50 organisasi pasien dan profesional, termasuk Endocrine Society, mendukung upaya perubahan nama Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) menjadi Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome (PMOS). Upaya ini merupakan hasil kolaborasi internasional selama 14 tahun antara peneliti, dokter, dan penyintas kondisi tersebut....
【Properti】
Baca SelengkapnyaKabut Abu-abu Ancam Kesehatan Warga Jabodetabek
PropertiDante menggambarkan polusi udara melalui fenomena yang akrab dirasakan masyarakat Jabodetabek sehari-hari. "Pernah tidak, ketika malam hujan deras lalu keesokan paginya cerah dan tidak ada awan, kita bisa melihat Gunung Salak dan Gunung Gede dengan jelas? Tapi di hari-hari biasa gunung itu tidak terlihat karena tertutup kabut abu-abu," ujarnya....
【Properti】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Rain Ring Bell Dinanti 4 Juta Penonton, Yang Yang Bintangi
- Durasi Karantina Hantavirus: Ini Penjelasan Lengkap
- Food Noise Pemicu Obesitas, Pikiran Obsesif Ingin Makan
- Kesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya
- BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Bengkulu dan Jawa Tengah
- Dongeng dan Permainan Edukatif Hibur Pasien Kanker Cilik Bandung
Artikel Terbaru
Manusia Silver Todong Pisau di Bali, Sosiolog Ungkap Motif Ekonomi
Kemenkes Awasi Minuman Manis, Nutri-Level Tekan Stroke dan Gagal Ginjal
Kemenkes: PHBS Kunci Tangkal Ancaman Hantavirus
WHO Dalami Vaksin Uji Coba untuk Lawan Ebola
Denny Sumargo Kaget Jawaban Ahmad Dhani Soal Syifa Hadju
Radiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
Tautan Sahabat
- Prediksi Sevilla vs Real Madrid, Laga Degradasi Los Nervionenses
- Anggota DPR Bantah Garudayaksa FC Promosi karena Prabowo
- Lautaro Sejajar Legenda, Chivu Dua Kali Double Winner
- Bosnia Panggil 26 Pemain Piala Dunia 2026, Dzeko dan Rekan Idzes Masuk
- Miroslav Koubek Janjikan Lebih dari Sekadar Menang di Piala Dunia
- Liga Saudi Siapkan Trofi Asli untuk Al Nassr, Al Hilal Dapat KW
- Hasil PSM vs Persib: Peluang Persib Kunci Juara Liga 1
- Casemiro Andai Carrick Datang Lebih Awal ke MU
- Jonathan David: Warisan John Herdman di Piala Dunia 2026
- Penantian 22 Tahun Arsenal Berakhir, Arteta Samai Wenger