Lokasi: Pendidikan >>
Cara Daftar Aplikasi SPMB Sumut Berkah 2026
Pendidikan3989 Dilihat
RingkasanPendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA/SMK di Sumatera Utara melalui aplikasi SPMB Sumut Berkah Tahap I akan berlangsung pada 18-23 Mei 2026, sedangkan Tahap II dilaksanakan pada 10-16 Juni 2026. Orang tua atau wali dapat mendampingi calon siswa baru untuk melakukan registrasi melalui aplikasi tersebut....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-SUMUT-2026-45W4EREWRWE.jpg)
Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA/SMK di Sumatera Utara melalui aplikasi SPMB Sumut Berkah Tahap I akan berlangsung pada 18-23 Mei 2026, sedangkan Tahap II dilaksanakan pada 10-16 Juni 2026. Orang tua atau wali dapat mendampingi calon siswa baru untuk melakukan registrasi melalui aplikasi tersebut. Melalui aplikasi ini, pengguna bisa memilih berbagai jalur masuk sesuai jenjang SMA/SMK dan melihat persyaratan yang dibutuhkan.
Mengutip laman resmi Disdik Sumut, berikut tutorial melakukan pendaftaran melalui aplikasi SPMB Sumut Berkah. Pertama, unduh dan buka aplikasi SPMB Sumut Berkah di ponsel, lalu pilih menu "Daftar" untuk membuat akun dengan mengisi data diri seperti nomor induk kependudukan dan nomor kartu keluarga. Setelah akun terverifikasi, calon siswa dapat login dan memilih jalur pendaftaran yang tersedia, seperti jalur zonasi, afirmasi, perpindahan tugas orang tua, atau prestasi.
Selanjutnya, unggah dokumen persyaratan yang diminta, seperti scan Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, dan Ijazah atau Surat Keterangan Lulus. Pastikan semua data terisi lengkap dan benar, kemudian klik "Kirim" untuk menyelesaikan pendaftaran. Sistem akan memberikan nomor pendaftaran sebagai bukti registrasi, dan pengumuman hasil seleksi dapat dipantau melalui aplikasi yang sama sesuai jadwal yang ditetapkan Disdik Sumut.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/wt7gui268.html
Artikel Terkait
PSIM Yogyakarta Kalah, Persis Solo Tersenyum
PendidikanPSIM Yogyakarta berhasil meraih kemenangan krusial atas Madura United dalam lanjutan Liga 2 Indonesia pekan ke-33. Laskar Mataram tampil menggebrak sejak awal pertandingan dengan mengambil inisiatif serangan dan mengurung pertahanan Laskar Sapee Kerrab....
Baca SelengkapnyaKemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
PendidikanAndes Virus yang ditemukan pada kasus di kapal pesiar MV Hondius merupakan jenis berbeda yang banyak tersebar di wilayah Amerika Selatan dan hingga kini belum pernah dilaporkan ditemukan di Indonesia, baik pada manusia maupun tikus. “Distribusi virus ini tersebar di Amerika dan hingga saat ini belum pernah dilaporkan di Indonesia, baik pada manusia maupun tikus,” ujar Andi....
Baca SelengkapnyaWaspada Monkey Malaria, Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit
PendidikanDr Inke Nadia Diniyanti Lubis, Dokter spesialis anak konsultan infeksi penyakit tropik dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mengungkapkan bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memahami ancaman penyakit Monkey Malaria. "Saya tahu di Indonesia ini masih banyak sekali masyarakat yang belum cukup paham," ujarnya dalam media briefing virtual pada Kamis (14/5/2026)....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Drawing Singapore Open 2026: Jojo, Fajar/Rian, Tiwi/Fadia Bertanding
- Avigan, Obat Jepang, Berpotensi Lawan Hantavirus
- Hantavirus Bukti Nyata Ancaman Zoonosis dari Hewan
- Pancaroba, Jaga Daya Tahan Tubuh dengan Gizi Seimbang
- LG Rilis Mesin Cuci AI 20 Kg, Tipe WashTower dan Top Loading
- BPOM Awasi Rokok Elektrik Cegah Penyalahgunaan
Artikel Terbaru
Siklus 9 Tahun Hubungan Trump-Xi: Mesra KTT Lalu Perang Tarif
Menkes Ungkap Obesitas Pangkas Kualitas Hidup Manusia
Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
WHO Peringatkan 12 Negara soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
Kunci Gitar 8 Letters Why Don't We Viral TikTok
9 Gejala Monkey Malaria Sering Disangka Flu Biasa
Tautan Sahabat
- Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
- Terapi Sel Punca Dokter Kardiovaskular Pulihkan Jantung
- Food Noise Pemicu Obesitas, Pikiran Obsesif Ingin Makan
- Hantavirus Bukti Nyata Ancaman Zoonosis dari Hewan
- Tidur Lama tapi Ngantuk dan Ngorok? Waspada Gangguan Jantung
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
- WHO Peringatkan 12 Negara soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
- PHERINI Disetujui Tenaga Kesehatan untuk Ketiak Cerah
- Fluktuasi Hormon Memperparah Gejala ADHD pada Wanita
- Serat Kunci Kontrol Gula Darah Penderita Diabetes