Lokasi: Kuliner >>
6 Keunggulan Kuliah di PTKIN, Pendaftaran Ditutup 30 Mei
Kuliner362 Dilihat
RingkasanUM-PTKIN 2026 masih membuka pendaftaran hingga 30 Mei 2026, mengajak generasi muda Indonesia bergabung ke PTKIN yang berkembang menjadi pusat pendidikan tinggi modern. Abdul Aziz menyatakan PTKIN mengintegrasikan sains, teknologi, riset global, dan penguatan karakter berbasis moderasi beragama untuk membentuk lulusan adaptif, beretika, dan berdaya saing internasional....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/UM-PTKIN-2026.jpg)
UM-PTKIN 2026 masih membuka pendaftaran hingga 30 Mei 2026, mengajak generasi muda Indonesia bergabung ke PTKIN yang berkembang menjadi pusat pendidikan tinggi modern. Abdul Aziz menyatakan PTKIN mengintegrasikan sains, teknologi, riset global, dan penguatan karakter berbasis moderasi beragama untuk membentuk lulusan adaptif, beretika, dan berdaya saing internasional. UM-PTKIN 2026 dapat diikuti lulusan MA, MAK, SMA, SMK, SPM, PDF, PKPPS, dan sederajat tahun 2024, 2025, dan 2026.
Peserta dapat memilih maksimal tiga program studi pada PTKIN maupun PTN serta menentukan lokasi ujian secara mandiri. Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi dengan biaya Rp 200.000 (Dua ratus ribu rupiah), belum termasuk biaya tambahan jika menggunakan bank selain Bank Mandiri. PTKIN terus bergerak menuju internasionalisasi dan digitalisasi melalui tiga pilar utama untuk menyiapkan kompetensi profesional dan karakter unggul.
Melalui UM-PTKIN 2026, institusi ini membuka kesempatan luas bagi generasi muda menjadi bagian dari ekosistem akademik inklusif, inovatif, dan berdaya saing. Abdul Aziz menegaskan PTKIN hadir sebagai institusi yang mengintegrasikan ilmu, nilai, dan karakter dalam lingkungan akademik modern. Pendaftaran masih dibuka hingga akhir Mei 2026 bagi lulusan berbagai jenjang pendidikan menengah.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/vm5ltuu1a.html
Artikel Terkait
99 Persen Wilayah Terdampak Bencana Bebas Lumpur
KulinerSebanyak 690 dari 691 sasaran pembersihan lumpur pascabencana telah selesai ditangani atau mencapai 99,86 persen hingga 12 Mei 2026, menurut catatan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera. Juru Bicara Satgas PRR, Amran, dalam konferensi pers di Jakarta pada Minggu (17/5/2026) menyatakan progres pembersihan lumpur menunjukkan hasil signifikan sehingga masyarakat mulai dapat kembali beraktivitas secara normal....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaDPR Desak Prabowo Lobi Trump soal 9 WNI Disandera
KulinerSebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) kini ditangkap oleh militer Israel setelah dua WNI lainnya ikut diamankan dalam kapal Sadabad. Kesembilan WNI tersebut merupakan anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang tergabung dalam misi GSF 2....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaUpacara Harkitnas 2026 Resmi dari Komdigi, Lengkap Doa
KulinerPresiden Soekarno menetapkan peringatan Hari Kebangkitan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 untuk mengenang berdirinya organisasi pergerakan nasional. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah merilis Pedoman Peringatan ke-118 Harkitnas Tahun 2026....
【Kuliner】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Peringatan Dini Hujan: Jawa Barat Waspada, Maluku Siaga
- ULD Terbatas, Akses Pendidikan Disabilitas Belum Inklusif
- Jokowi Keliling Indonesia, Siap Kembali ke Panggung Politik
- Polisi Dukung Tembak Begal di Tempat, Anggota DPR Setuju
- Prakiraan Cuaca Madura 21 Mei 2026: Hujan Ringan
- KPK Panggil Muhadjir Effendy, Pemeriksaan Ditunda
Artikel Terbaru
Panduan Merotasi Ban Mobil FWD dan RWD
Cak Imin: Pelaku Kekerasan Seksual Pesantren Berkedok Kiai
Heri Black Bungkam Usai Diperiksa KPK, Bantah Urus Perkara
MPR Tawarkan Josepha Jadi Duta LCC 4 Pilar
Frislly Herlind Kesurupan di Danau Terkutuk Salmokji Korea
Polisi Pastikan Taksi Green Tak Terkait Tabrakan Bekasi
Tautan Sahabat
- 9 Gejala Monkey Malaria Sering Disangka Flu Biasa
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
- Kabut Abu-abu Ancam Kesehatan Warga Jabodetabek
- Diet Suntik Tak Hanya Hilangkan Lemak, Otot Juga Terbakar
- Mikroplastik Ditemukan di Otak Manusia, Ini Kata Ilmuwan
- El Nino Ekstrem: Ancaman DBD dan Gangguan Pencernaan Anak
- El Nino Godzilla Tingkatkan Risiko Gizi Buruk dan Stunting Anak
- Kemenkes Siaga Hantavirus, Siapkan Ribuan Tempat Tidur dan PCR
- Wabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
- BPOM Awasi Rokok Elektrik Cegah Penyalahgunaan