Lokasi: Kuliner >>
Politeknik Transportasi Darat STTD Buka Jalur Mandiri 2024
Kuliner47221 Dilihat
RingkasanPoliteknik Transportasi Darat Indonesia-STTD (PTDI-STTD) membuka pendaftaran mahasiswa baru melalui website SIPENCATAR mulai 7 Mei 2026 hingga 31 Mei 2026. Dalam seleksi kali ini, calon peserta tidak hanya bisa memilih program studi di PTDI-STTD, tetapi juga di kampus kerja sama seperti Politeknik Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan (Poltektrans SDP) Palembang dan Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) Bali....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Politeknik-Transportasi-Darat-Indonesia-STTD-34563443.jpg)
Politeknik Transportasi Darat Indonesia-STTD (PTDI-STTD) membuka pendaftaran mahasiswa baru melalui website SIPENCATAR mulai 7 Mei 2026 hingga 31 Mei 2026. Dalam seleksi kali ini, calon peserta tidak hanya bisa memilih program studi di PTDI-STTD, tetapi juga di kampus kerja sama seperti Politeknik Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan (Poltektrans SDP) Palembang dan Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) Bali.
Tersedia berbagai pilihan jurusan di bidang transportasi darat, logistik, perkeretaapian, hingga pelayaran yang dapat dipilih sesuai minat dan rencana karier peserta. Setiap calon peserta dapat memilih maksimal tiga program studi dari seluruh pilihan yang tersedia di ketiga kampus tersebut. Tahap seleksi meliputi seleksi administrasi, nilai akademik, hingga tes kesehatan dan kebugaran.
Mengutip website resmi PTDI-STTD, informasi lengkap mengenai jadwal, syarat, dan tata cara pendaftaran dapat diakses langsung melalui portal SIPENCATAR. Program ini memberikan kesempatan luas bagi calon mahasiswa untuk mengembangkan karier di sektor transportasi nasional.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/vbc4fb8lr.html
Artikel Terkait
Harga Solar Mahal, Pemilik Fortuner Beralih ke Zenix Hybrid
KulinerHarga Dexlite saat ini mencapai Rp 26. 000 per liter dan Pertamina Dex sebesar Rp 27....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaPengadilan Houthi Yaman Hukum Mati 19 Terkait Koalisi Saudi
KulinerEmpat orang lainnya dijatuhi hukuman penjara antara dua hingga 10 tahun, kata kementerian dalam sebuah pernyataan. Kementerian menyebut para terdakwa terbukti membentuk kelompok bersenjata yang memberikan dukungan kepada koalisi pimpinan Arab Saudi antara 2015 hingga 2023....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaOperasi Udara Israel Targetkan Pemimpin Tertinggi Hamas
KulinerSerangan udara Israel menghantam kawasan al-Rimal, Kota Gaza, pada Jumat (15/5/2026), menargetkan sebuah bangunan apartemen dan sebuah kendaraan di dekat lokasi. Layanan darurat Gaza melaporkan sedikitnya tujuh orang tewas dan lebih dari 50 lainnya terluka akibat insiden tersebut....
【Kuliner】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Virgoun Minta Starla Jenguk Adik, Sampaikan Pesan ke Inara
- Gerakan 'Kecoak' Makin Santer di India
- Siklus 9 Tahun Trump-Xi: Mesra KTT, Perang Tarif Kemudian
- Arab Saudi Siaga Penuh, Fasilitas Jamarat Haji 2026 Dirombak
- BYD Tanggapi Insentif EV Berbasis Nikel 2026
- Indonesia Kecam Dewan Keamanan PBB yang Mandul
Artikel Terbaru
Vinicius Selamatkan Real Madrid saat Mbappe Gagal Total
Harga Minyak Melonjak Usai Serangan Drone di UEA
Pemalsuan Tes DNA Saga, Pengacara Desak Investigasi Independen
Visa Tokutei Ginou Jepang Diprediksi Penuh 2027
Listrik Padam Massal di Sumatera, Ini Daftar Wilayah Terdampak
Polisi Jepang Tangkap Dua Penyusup Kandang Monyet Viral
Tautan Sahabat
- Trump Tolak Proposal Damai AS-Iran, Sebut Dokumen Sampah
- PM Jepang Pertimbang Anggaran Tambahan 3 Triliun Yen
- BMW dan Toyota Uji Masa Depan Hidrogen di Jerman-Jepang
- NGO Protes Rencana Pengangkutan CO2 Jepang ke Indonesia
- Iran Akui Ekonomi Lumpuh Akibat Perang, Infrastruktur Hancur
- PBB Bongkar Rencana Israel Rampas Palestina
- Menlu Singapura dan Sugiono Bahas Krisis Energi di Jakarta
- Aktivis Sumud Flotilla Berpelukan Usai Diculik Kapal Israel
- Trump Minta Bantuan Xi Jinping Bujuk Iran
- Kontroversi Kunjungan Netanyahu ke UEA dan Pebisnis China Zhou Qunfei