Lokasi: Bisnis >>

Gerakan 'Kecoak' Makin Santer di India

Bisnis2643 Dilihat

RingkasanHalaman Instagram Partai Rakyat Kecoak atau Cockroach Janata Party ramai diikuti satu juta pengikut pada Selasa (19/5) malam, lalu melonjak menjadi lebih dari empat juta dalam hitungan jam. Gerakan ini bermula pada 15 Mei 2026 ketika Ketua Mahkamah Agung India mengkritik kaum muda India dan menyamakan sebagian dari mereka sebagai parasit dan kecoak saat membahas ijazah palsu dalam persidangan....

Gerakan 'Kecoak' Makin Santer di India

Halaman Instagram Partai Rakyat Kecoak atau Cockroach Janata Party ramai diikuti satu juta pengikut pada Selasa (19/5) malam, lalu melonjak menjadi lebih dari empat juta dalam hitungan jam. Gerakan ini bermula pada 15 Mei 2026 ketika Ketua Mahkamah Agung India mengkritik kaum muda India dan menyamakan sebagian dari mereka sebagai parasit dan kecoak saat membahas ijazah palsu dalam persidangan. "Ada anak-anak muda seperti kecoak yang tidak mendapatkan pekerjaan... beberapa dari mereka menjadi media, beberapa menjadi media sosial, beberapa aktivis RTI (Keterbukaan Informasi Publik), dan mereka mulai menyerang semua orang,” katanya.

Abhijeet Dipke, pendiri dan ketua Partai Cockroach Janata, bertanya, "Bagaimana jika semua kecoak bersatu?” Di Instagram dan X, pengguna membagikan meme yang menyebut diri mereka sebagai kecoak. Sejumlah anggota partai oposisi India dan mantan pegawai negeri menyatakan keinginan bergabung secara daring. Dukungan terus mengalir meski awalnya hanya lelucon internet, mengingatkan banyak orang pada gerakan perlawanan Generasi Z yang berhasil menggulingkan pemerintahan di Nepal dan Bangladesh. "Izinkan saya untuk menegaskan hal ini. Jangan menghina atau meremehkan Generasi Z di India dengan membuat perbandingan semacam itu. Kaum muda di negara ini jauh lebih matang, sadar, dan memiliki kesadaran politik yang lebih tinggi daripada apa yang diperkirakan banyak orang. Mereka memahami hak-hak konstitusional mereka dan akan menyuarakan ketidaksetujuan mereka melalui cara-cara damai dan demokratis,” tulisnya dalam postingan pada Selasa (19/5).

Gerakan ini merencanakan konferensi virtual pertamanya untuk lebih dari 350.000 anggota yang mendaftar. Dipke dan anggota partai lainnya mengungkapkan upaya peretasan terhadap akun Instagram partai. Menanggapi serangan tersebut, Dipke memposting reel yang menuduh seorang "vishwaguru" atau "pemimpin global" merasa takut terhadap pemuda berusia 20 hingga 21 tahun, sebuah sindiran terhadap Perdana Menteri India Modi yang sering menyebut India sebagai "vishwaguru" di bawah pemerintahan Partai Bharatiya Janata (BJP). Upaya peretasan direspons dengan postingan foto bertuliskan: "BJP takut pada kecoak?"

Tags:

Artikel Terkait