Lokasi: Berita >>
Mahasiswa Internasional UNAND Melonjak, Capai 1.590 Orang
Berita2964 Dilihat
RingkasanSebanyak 1. 590 calon mahasiswa asing tercatat mengikuti proses seleksi penerimaan di Indonesia....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-andalas-unand-iu.jpg)
Sebanyak 1.590 calon mahasiswa asing tercatat mengikuti proses seleksi penerimaan di Indonesia. Para pendaftar berasal dari berbagai negara di Asia, Afrika, hingga kawasan lainnya.
Pendaftar terbanyak berasal dari Nigeria sebanyak 255 orang, disusul Afghanistan sebanyak 236 orang, dan Yaman sebanyak 126 orang. Selain itu, terdapat pula pendaftar dari Sudan, Bangladesh, Timor Leste, Gambia, Madagaskar, Rwanda, Ethiopia, Malawi, Mesir, India, Thailand, Tanzania, Sudan Selatan, Ghana, hingga Sierra Leone.
Proses seleksi dilakukan secara bertahap untuk memastikan kualitas calon mahasiswa yang diterima. Dari total 1.590 pendaftar, sebanyak 97 orang dinyatakan lolos seleksi administrasi dan saat ini tengah mengikuti tahap wawancara. "Mahasiswa internasional membawa perspektif, budaya, dan pengalaman yang beragam. Kehadiran mereka akan memperkaya proses pembelajaran sekaligus memperkuat jejaring global," demikian pernyataan resmi dari pihak penyelenggara.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/trsni5odo.html
Artikel Terkait
DPR Dinilai Omon-Omon, Eks KPU Kecewa RUU Pemilu
BeritaHadar menyampaikan kekecewaan dan keprihatinan mendalam atas sikap DPR yang dipastikan tidak akan membahas revisi Undang-Undang Pemilu. "Hal ini secara nyata menunjukkan kepada kita semua bahwa memang DPR tidak serius untuk memperbaiki pemilu kita yang memang betul-betul harus diawali atau didasarkan kepada perbaikan legislasinya," tutur Hadar....
【Berita】
Baca SelengkapnyaTangis Santriwati Ponpes Pati: Yatim Piatu, Terancam Putus Sekolah
BeritaKomisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Diyah Puspitarini, mengungkapkan mayoritas korban kekerasan di sebuah pondok pesantren adalah anak yatim dan duafa tanpa orang tua. Dalam wawancara eksklusif di Studio Tribunnews, Jakarta, Senin (11/5/2026), Diyah menjelaskan anak-anak tersebut tidak memiliki tempat mengadu dan bergantung penuh pada lingkungan pondok....
【Berita】
Baca SelengkapnyaBNPB Peringatkan Warga Waspada Bencana Musim Pancaroba
BeritaDirektorat Koordinasi Pengendalian Operasi (Dit. Koordalops) mencatat bencana longsor dipicu hujan berintensitas tinggi yang menyebabkan tebing longsor....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Lille Finis Peringkat 3, Calvin Verdonk Tampil di Liga Champions
- Megawati-Dubes Kuwait Bahas Dampak Konflik Timur Tengah
- Menkomdigi: Penipu Catut Nama Anggota DPR Minta Sumbangan
- Pembubaran Film 'Pesta Babi' Dinilai Tutupi Ketidakadilan Papua
- Rekor Sir Alex Ferguson 41 Tahun di Skotlandia Tak Terkalahkan
- Polemik Cerdas Cermat, Ketua Komisi II Minta Juri Dicopot
Artikel Terbaru
1,2 Juta Anak Alami Wasting, GTM dan Picky Eater Disorot
KPK Panggil Muhadjir Effendy, Pemeriksaan Ditunda
MUI Minta Doakan Jemaah Haji saat Idul Adha 27 Mei
Menkomdigi: 3,4 Juta Situs Judi Diblokir, Dana Turun 30 Persen
Ketua Komisi II DPR Minta Juri LCC MPR Kalbar Di-blacklist
Oegroseno: Tim Hukum Jokowi Harus Baca UU
Tautan Sahabat
- Jadwal Libur Idul Adha 2026: Ini Perkiraan Tanggalnya
- Nutri-Level A-D: Arti dan Batas Gula pada Produk
- DPR Dinilai Omon-Omon, Eks KPU Kecewa RUU Pemilu
- 100 Kata Spesial Hari Kebangkitan Nasional 2026 Penuh Makna
- Pembubaran Film 'Pesta Babi' Dinilai Tutupi Ketidakadilan Papua
- Ibrahim Arief Dituntut 15 Tahun, Vonis Chromebook Dibacakan
- Proses Pemilihan Ketua Umum PPP Diungkap Eks Pimpinan Sidang
- Profil Marsekal Budhi Achmadi, Pesan untuk Keluarga di Pernikahan Perak
- KPK Rilis Harta Prabowo Rp2 Triliun, Nihil Utang
- Kasasi Ditolak, Dosen UNDIP Taufik Eko Dipenjara 4 Tahun