Lokasi: Kesehatan >>
Tangis Santriwati Ponpes Pati: Yatim Piatu, Terancam Putus Sekolah
Kesehatan7 Dilihat
RingkasanKomisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Diyah Puspitarini, mengungkapkan mayoritas korban kekerasan di sebuah pondok pesantren adalah anak yatim dan duafa tanpa orang tua. Dalam wawancara eksklusif di Studio Tribunnews, Jakarta, Senin (11/5/2026), Diyah menjelaskan anak-anak tersebut tidak memiliki tempat mengadu dan bergantung penuh pada lingkungan pondok....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Diyah-Puspitarini12121.jpg)
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Diyah Puspitarini, mengungkapkan mayoritas korban kekerasan di sebuah pondok pesantren adalah anak yatim dan duafa tanpa orang tua. Dalam wawancara eksklusif di Studio Tribunnews, Jakarta, Senin (11/5/2026), Diyah menjelaskan anak-anak tersebut tidak memiliki tempat mengadu dan bergantung penuh pada lingkungan pondok. Mereka tumbuh dalam kepatuhan mutlak terhadap pemimpin pesantren karena khawatir kehilangan tempat tinggal dan akses pendidikan. “Mereka semua sangat manut, ikut saja apa yang diperintahkan pemimpin pondok,” katanya.
KPAI memperkirakan jumlah korban bukan hanya sekitar 50 anak, melainkan dapat bertambah lebih banyak. Pola kekerasan diduga berlangsung lama, rapi, dan sistematis di lingkungan pondok pesantren tersebut. Diyah menambahkan sejumlah korban bahkan mengalami intimidasi hingga mencabut keterangan yang telah diberikan. “Ada yang mendapatkan intimidasi. Korban takut speak up,” ujar Diyah dalam wawancara tersebut.
Kondisi ini membuat proses pengungkapan kasus menjadi semakin sulit karena para korban berada dalam tekanan psikologis yang berat. KPAI terus mendorong aparat penegak hukum untuk melindungi saksi dan korban agar berani bersuara. Diyah menekankan perlunya pendampingan intensif bagi anak-anak yatim dan duafa yang menjadi korban kekerasan di lembaga pendidikan keagamaan.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/18c3499947.html
Artikel Terkait
Puan Khawatir Hantavirus Meluas, Minta Antisipasi Pemerintah
KesehatanPuan Maharani mendesak mitigasi dini terhadap Hantavirus mengingat potensi penyebarannya perlu diwaspadai. Ketua DPR RI itu meminta seluruh stakeholder tidak menganggap remeh ancaman virus tersebut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (12/5/2026)....
Baca SelengkapnyaToyota Setop Produksi Veloz Bensin Sejak Februari 2026
KesehatanPT Toyota Astra Motor (TAM) memposisikan Toyota Avanza sebagai kendaraan Internal Combustion Engine (ICE) dalam strategi multi-pathway untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang beragam. Marketing Director TAM Bansar Maduma menyatakan Toyota memahami perbedaan kebutuhan setiap pelanggan tergantung kondisi, penggunaan, dan kemampuan yang dimiliki....
Baca SelengkapnyaToyota Pertimbangkan Jual Mobil PHEV Murah
KesehatanToyota masih mempertimbangkan peluncuran mobil Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) di Indonesia. Bansar, perwakilan Toyota, menyatakan pihaknya perlu melihat kebutuhan konsumen terlebih dahulu sebelum menghadirkan teknologi tersebut....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Ibrahim Arief Genggam Erat Tangan Istri Jelang Sidang Chromebook
- Kecelakaan SUV Mengintai, Pilih Ban yang Tepat Demi Keselamatan
- Harga Solar Mahal, Pemilik Fortuner Beralih ke Zenix Hybrid
- BYD Tanggapi Insentif EV Berbasis Nikel 2026
- Borneo FC Tahan Imbang Bali, Madura United Terancam Degradasi
- Toyota Pantau Rupiah, Harga Mobil Terancam Naik
Artikel Terbaru
Pep Guardiola Realistis soal Gelar Liga Inggris
DSS Motor Bertransformasi Jadi Mobix Perkuat Ekosistem Bekas
Honda Patenkan Teknologi Motor Trail Listrik Baru
Panduan Merotasi Ban Mobil FWD dan RWD
5 Dokter Laporkan Menkes Budi ke Polisi Soal Gelar Palsu
Toyota GR Car Meet 2026 Pamerkan 400 Mobil Modifikasi di GBK
Tautan Sahabat
- Berdebar Naik Tangga, Waspada Gangguan Irama Jantung
- Ilmuwan Ungkap Alasan Nyamuk Pilih Target Gigitan
- Diet Suntik Tak Hanya Hilangkan Lemak, Otot Juga Terbakar
- Waspada Monkey Malaria, Deforestasi Dekatkan Nyamuk Pembawa Penyakit
- Serat Kunci Kontrol Gula Darah Penderita Diabetes
- Kemenkes Awasi Pelaku Perjalanan Amerika Latin soal Hantavirus
- Pakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
- WHO Peringatkan 12 Negara soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
- WNA di Jakarta Kontak Erat dengan Pasien Hantavirus