Lokasi: Teknologi >>
SPMB Bandung 2026: Jadwal, Syarat, dan Ketentuan Lengkap
Teknologi39 Dilihat
RingkasanPendataan untuk jenjang TK dimulai pada 22-26 Juni 2026 melalui website resmi SPMB Kota Bandung. Proses penerimaan murid baru dilakukan melalui beberapa jalur, mulai dari domisili, afirmasi, mutasi, hingga prestasi dengan jadwal dan persyaratan yang berbeda di tiap jenjang pendidikan....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-KOTA-BANDUNG-34534534.jpg)
Pendataan untuk jenjang TK dimulai pada 22-26 Juni 2026 melalui website resmiSPMB Kota Bandung. Proses penerimaan murid baru dilakukan melalui beberapa jalur, mulai dari domisili, afirmasi, mutasi, hingga prestasi dengan jadwal dan persyaratan yang berbeda di tiap jenjang pendidikan.
Orang tua dan calon peserta didik diimbau memperhatikan tahapan pendataan, pendaftaran, seleksi, hingga daftar ulang agar tidak melewatkan jadwal yang telah ditentukan. Mengutip laman resmi SPMB Kota Bandung 2026, berikut informasi selengkapnya mengenai alur dan jadwal penerimaan.
Setiap jalur penerimaan memiliki ketentuan khusus yang harus dipenuhi oleh peserta didik. Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Pendidikan memastikan proses ini berjalan transparan dan akuntabel demi pemerataan akses pendidikan bagi seluruh warga.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/tlzwprav1.html
Artikel Terkait
Revisi UU Pemilu 2029 Tak Bisa Ditunda Lagi
TeknologiTiti Anggraini menyatakan alasan utama tahapan menuju Pemilu 2029 masih panjang tetapi implementasi persiapan tahapannya sudah akan dimulai. Ia menjelaskan proses seleksi penyelenggara pemilu tingkat nasional akan dimulai pada Oktober tahun ini, baik untuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)....
Baca SelengkapnyaWabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
TeknologiWHO baru saja menetapkan status darurat kesehatan masyarakat global akibat merebaknya wabah Ebola di Kongo dan Uganda. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengungkapkan lebih dari 300 kasus suspek bergejala berat telah terdeteksi dengan angka kematian mencapai 88 korban jiwa....
Baca SelengkapnyaTerapi Sel Punca Dokter Kardiovaskular Pulihkan Jantung
TeknologiDr. dr....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
Artikel Terbaru
Raul dan Matarazzo Jadi Opsi Jika Mourinho Batal ke Madrid
Tidur Lama tapi Ngantuk dan Ngorok? Waspada Gangguan Jantung
Psikiater: Trauma Tak Ditangani Bisa Ubah Korban Jadi Pelaku
WHO Sebut Kantong Nikotin Rasa Permen Incar Remaja
Kekerasan Pesantren Berulang, Pemerintah Didorong Perketat Pengawasan
Hantavirus Tewaskan 3 Orang di Indonesia, Terbaru Kalbar
Tautan Sahabat
- Laga Persija vs Persib, TNI-Polri Patroli 13 Titik Nobar
- KKR Paskah Soroti Krisis Moral, Dorong Pemuda Agen Perubahan
- Polisi Tangkap Pelaku Curi Paket di Cilincing, Satu Buron
- Penumpang KRL Nyeri Tulang Usai Terjatuh ke Rel Manggarai
- Pramono Sebut Ketimpangan Kaya-Miskin Masalah Utama Jakarta
- Kapolda Metro Perintahkan Tindak Tegas Pelaku Kejahatan Jalanan
- Bareskrim Bongkar Siasat Kode Merah Narkoba 12 Tahun
- Polisi Bubarkan Balap Liar di Taman Mini Jakarta Timur
- LBH Jakarta Desak Polda Tinjau Ulang Tim Pemburu Begal
- Polda Metro Tangkap 8 Begal, 5 Pelaku Masih Diburu