Lokasi: Properti >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Properti11627 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/rf73jbf6v.html
Artikel Terkait
Ahmad Dhani Bela Syifa Hadju soal Busana Dipersoalkan
PropertiMomen intim dalam resepsi pernikahan Syifa Hadju dan El Rumi di Bali pada Sabtu, 2 Mei 2026 menjadi perbincangan hangat di media sosial. Acara yang digelar santai di tepi pantai itu merupakan rangkaian penutup setelah keduanya melangsungkan akad nikah dan resepsi utama di Jakarta pada 26 April 2026....
【Properti】
Baca SelengkapnyaDPRD DKI Minta Penanganan Begal Jakbar Tak Hanya Polisi
PropertiTingginya angka kejahatan membuat kawasan tersebut ramai dijuluki Gotham City di media sosial karena identik dengan tingkat kriminalitas yang tinggi. Menurut pria yang akrab disapa Bang Kent, pemerintah daerah, aparat keamanan, dunia usaha, hingga masyarakat harus bersama-sama membangun sistem keamanan terpadu untuk menekan angka kriminalitas jalanan....
【Properti】
Baca SelengkapnyaPolisi Usut Model Diduga Dibegal Usai Pemotretan
PropertiInformasi dugaan pembegalan terhadap seorang pria berinisial ADS pertama kali ramai beredar di media sosial, khususnya Threads. Kapolsek Kebon Jeruk, Kompol Nur Aqsha Ferdianto, mengatakan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar tersebut....
【Properti】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Kecelakaan SUV Mengintai, Pilih Ban yang Tepat Demi Keselamatan
- Polisi Pastikan Selebgram AWS Bukan Korban Begal
- Bocah Tenggelam di Ciliwung Ditemukan Tersangkut Sampah Jaksel
- BMKG Prakirakan Mayoritas Wilayah Jabodetabek Berawan
- BYD Atto 1 STD Rp199 Juta, Target Pengguna EV Pemula
- Jakarta Targetkan 100 Persen Air Bersih pada 2029
Artikel Terbaru
Prakiraan Cuaca Papua Barat: Hujan Ringan-Sedang di Arfak
Polda Metro Gagalkan Peredaran 1.000 Ekstasi dan Sabu
Toyota Avanza Terbakar di Tol Jagorawi Diduga Korsleting
Monas Diserbu Ribuan Pengunjung saat Libur Long Weekend
Lille Finis Ketiga, Calvin Verdonk Tampil di Liga Champions
TAUD Nilai Andrie Yunus Rentan Intimidasi di Sidang Militer
Tautan Sahabat
- Rupiah Sentuh Rp 17.532, Data Ekonomi Disebut Tak Realistis
- Promo Alfamart Indomaret 21 Mei: Sunlight Rp9.500, Rinso Rp15.900
- Gus Lilur Dorong Transformasi Rokok Ilegal dan KEK Tembakau Madura
- Prabowo: Ketahanan Pangan Fondasi Kedaulatan Bangsa
- Purbaya Lantik 8 Pejabat Baru, Ingatkan Tanggung Jawab
- Pendapatan Aset GBK Tembus Rp812 Miliar di 2025
- Zulhas Janjikan Skema SPPG Beli Ikan Nelayan
- Pertamina Tambah 5,8 Juta Tabung LPG 3 Kg saat Libur Panjang
- Pemerintah Patok Harga Ekspor Emas 150.555 Dolar AS
- Prabowo Soal Dollar Tak Dipakai Desa Dinilai Keliru oleh PDIP