Lokasi: Olahraga >>

TAUD Nilai Andrie Yunus Rentan Intimidasi di Sidang Militer

Olahraga49 Dilihat

RingkasanAirlangga Julio, anggota tim kuasa hukum TAUD (Tim Advokasi untuk Demokrasi), menyatakan ruang persidangan militer berpotensi menjadi tempat terjadinya tekanan mental bagi kliennya. "Kalau nanti jangan-jangan Andrie datang, itu malah Andrie mengalami intimidasi," kata Airlangga....

TAUD Nilai Andrie Yunus Rentan Intimidasi di Sidang Militer

Airlangga Julio, anggota tim kuasa hukum TAUD (Tim Advokasi untuk Demokrasi), menyatakan ruang persidangan militer berpotensi menjadi tempat terjadinya tekanan mental bagi kliennya. "Kalau nanti jangan-jangan Andrie datang, itu malah Andrie mengalami intimidasi," kata Airlangga. Menurutnya, selama proses persidangan berjalan, pihaknya melihat adanya upaya untuk mendiskreditkan posisi korban.

"Kita bisa lihat dari kemarin yang terjadi adalah berbagai cara untuk terus mendelegitimasi upaya Andrie dalam mengkritik institusi TNI. Dari kalimat-kalimat seperti 'kenakalan'. Dari kalimat seperti 'harusnya ini dilakukan dengan cara yang lebih baik'," jelas Airlangga. Ia juga mengkhawatirkan jika korban hadir, materi pemeriksaan akan bergeser dari substansi penganiayaan menjadi upaya memojokkan ideologi dan sikap pribadi korban.

"Nanti dia diintimidasi, diteror, ditanya 'Kenapa kamu misalnya mengkritik TNI? Apakah kamu benci? Kamu ada agenda yang ditutupi? Kamu dibiayai siapa? Kamu mau nggak minta maaf kepada TNI?'" ujar Airlangga. Atas dasar pertimbangan keamanan tersebut, TAUD secara tegas menolak pemanggilan korban ke ruang sidang militer karena dinilai tidak memberikan jaminan keadilan. "Sangat berisiko bagi korban untuk malah hadir di ruang pemeriksaan," pungkasnya. Penolakan tersebut didasari argumen bahwa pemeriksaan perkara penyiraman harus berfokus pada substansi, bukan intimidasi terhadap korban.

Tags:

Artikel Terkait