Lokasi: Travel >>
Unesa Buka Jalur Mandiri Prestasi OSIS dan Pramuka 2026
Travel912 Dilihat
RingkasanUniversitas Negeri Surabaya (Unesa) membuka Jalur Mandiri Prestasi bagi siswa yang pernah menjadi pengurus OSIS dan/atau dewan ambalan selama di bangku SMA/MA/SMK/Paket C. Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi dengan biaya Rp300 ribu untuk satu pilihan program studi dan Rp400 ribu untuk dua pilihan program studi....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-negeri-surabaya-unesa-x.jpg)
Universitas Negeri Surabaya (Unesa) membuka Jalur Mandiri Prestasi bagi siswa yang pernah menjadi pengurus OSIS dan/atau dewan ambalan selama di bangku SMA/MA/SMK/Paket C. Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi dengan biaya Rp300 ribu untuk satu pilihan program studi dan Rp400 ribu untuk dua pilihan program studi. Khusus untuk program studi S1 Kedokteran, biaya pendaftaran sebesar Rp750 ribu.
Persyaratan utama mencakup keaktifan sebagai pengurus inti atau anggota dewan ambalan yang dibuktikan dengan surat keterangan dari sekolah. Tata cara pendaftaran dimulai dengan mengisi formulir daring, mengunggah dokumen pendukung, dan melakukan pembayaran sesuai program studi yang dipilih. Jadwal seleksi Jalur Mandiri Prestasi OSIS dan Pramuka Unesa 2026 telah ditetapkan dengan tahapan verifikasi berkas dan pengumuman hasil.
Informasi lebih lanjut mengenai jadwal, tata cara, dan persyaratan lengkap dapat diakses melalui portal resmi Unesa. Calon mahasiswa diimbau untuk mempersiapkan dokumen seperti rapor, sertifikat prestasi, dan surat rekomendasi sekolah sebelum mendaftar. Jalur ini menjadi alternatif bagi siswa berprestasi di bidang organisasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Unesa.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/mpvge5zuk.html
Artikel Terkait
BMW dan Toyota Uji Masa Depan Hidrogen di Jerman-Jepang
TravelMenteri Transportasi Jerman Patrick Schnieder tiba di pabrik sel bahan bakar Toyota pada Rabu (13/05) menggunakan BMW iX5 Hydrogen asal Jerman. Saat meninggalkan lokasi, ia kemudian menggunakan Toyota Crown FCEV dari Jepang....
【Travel】
Baca SelengkapnyaMacron Tegur Peserta KTT Afrika, Tuai Kritik Pedas
TravelPresiden Prancis Emmanuel Macron mendapat kecaman keras setelah menegur audiens di Kenya dengan nada emosional saat acara budaya, Jumat lalu. "Permisi, semuanya....
【Travel】
Baca SelengkapnyaIsrael Sita 40 Kapal Global Sumud Flotilla, 300 Aktivis Ditahan
TravelArmada Global Sumud Flotilla yang terdiri dari puluhan kapal dan ratusan aktivis dari lebih dari 40 negara berlayar menuju tujuan tertentu. Kelompok tersebut menyebutkan 426 orang berpartisipasi dalam armada yang terdiri dari 54 kapal dari 39 negara....
【Travel】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Google Hapus Fitur Fitbit di Aplikasi Kesehatan
- Macron Tegur Peserta KTT Afrika, Tuai Kritik Pedas
- Israel Rencanakan Serangan Baru ke Iran
- Trump Murka Iran Ancam Tutup Selat Hormuz, Peringatkan Konsekuensi
- Thalita Petik Pelajaran Usai Kalah Rubber dari Ratchanok
- Wali Kota Arcadia Mengaku Bersalah sebagai Agen China
Artikel Terbaru
Kunci Gitar Pelarian Keisya Levronka Mudah Dimainkan
Analis Sebut Iran Akan Serang UEA, Timur Tengah Panas
Polisi Jepang Tangkap Mahasiswi RI Buang Jenazah Bayi
Erupsi Gunung Dukono Tewaskan Pengantin Baru di Halmahera
Menkomdigi Wajibkan Nomor Telepon untuk Registrasi Medsos
Heru Tulus Relawan iNews TV Ditahan Tentara Israel
Tautan Sahabat
- Dolar Tembus Rp 17.701, Harga Energi Melonjak
- Grab Hentikan Program Langganan Akses Hemat Mitra GrabBike
- Prabowo: Ketahanan Pangan Fondasi Kedaulatan Bangsa
- IHSG Ambrol 3,37 Persen pada 21 Mei 2026
- Pemuda Lereng Merbabu Sukses Bisnis Domba Kurban dengan KUR BRI
- Libur Panjang, Arus Ferry Merak-Bakauheni Padat
- Triasmitra Terbitkan Obligasi Rp220 Miliar untuk Kabel Laut
- Jaringan Irigasi 14 Km Dibangun untuk Swasembada Pangan
- Emping Melinjo Koncone Ngemil, UMKM Solo Bangkit dari Krisis
- Prabowo Soal Dollar Tak Dipakai Desa Dinilai Keliru oleh PDIP