Lokasi: Berita >>
Pendaftaran TKAD SPMB Jogja 2026 Berakhir Besok
Berita5 Dilihat
RingkasanCalon siswa dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) wajib mengikuti Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD) sebagai syarat pendaftaran SPMB Jogja. Setelah mendaftar, siswa lulusan luar DIY akan mengikuti tes tersebut berdasarkan informasi resmi dari laman pendaftaran....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/TKAD-DIY-2026-34523434.jpg)
Calon siswa dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) wajib mengikuti Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD) sebagai syarat pendaftaran SPMB Jogja. Setelah mendaftar, siswa lulusan luar DIY akan mengikuti tes tersebut berdasarkan informasi resmi dari laman pendaftaran. TKAD menjadi instrumen seleksi utama bagi peserta dari luar wilayah untuk mengukur kemampuan akademik sebelum diterima di sekolah tujuan.
Prosedur pendaftaran TKAD mengharuskan calon peserta untuk melengkapi data diri dan memilih sekolah tujuan di DIY. SPMB Jogja menetapkan jadwal tes secara terpusat yang diumumkan melalui laman resmi penerimaan. Peserta dari luar DIY harus memastikan ketersediaan kuota dan memenuhi persyaratan administratif yang telah ditentukan oleh panitia.
Informasi lengkap mengenai jadwal, biaya, dan tata cara pendaftaran TKAD dapat diakses melalui portal resmi SPMB Jogja. Panitia mengimbau calon siswa untuk memantau pengumuman terbaru agar tidak melewatkan batas waktu pendaftaran. TKAD menjadi langkah krusial bagi siswa luar DIY untuk bersaing mendapatkan tempat di sekolah favorit di Yogyakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/mcco6501c.html
Artikel Terkait
Al Ghazali Ungkap Wajah Baby Soleil Lebih Mirip Dirinya
BeritaAl Ghazali mengungkapkan perubahan wajah Soleil, putri pertamanya dengan Alyssa Daguise, setiap hari mengalami perkembangan. "Kalau sekarang kemarin pertama mirip aku....
【Berita】
Baca SelengkapnyaLansia Diabetes Wajib Aktif Cegah Luka Busuk
Beritadr Agus mengungkapkan kebiasaan kurang gerak pada lansia justru bisa memicu masalah serius seperti kekakuan otot dan sendi. Hal ini disampaikannya dalam Healthy Talk di kanal YouTube Tribun Health pada Senin (18/5/2026)....
【Berita】
Baca SelengkapnyaHantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
BeritaPenyakit akibat tikus memiliki perbedaan mendasar meskipun sama-sama ditularkan oleh hewan pengerat. Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUP Dr....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Prakiraan Cuaca Belitung Timur Berawan 23 Mei 2026
- 6 Cara Sederhana Jaga Metabolisme Optimal Turunkan Berat Badan
- Wabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar
- Hantavirus Bukti Nyata Ancaman Zoonosis dari Hewan
- Kunci Gitar Pelarian Keisya Levronka Mudah Dimainkan
- Kemenkes Awasi Minuman Manis, Nutri-Level Tekan Stroke dan Gagal Ginjal
Artikel Terbaru
Messi Akhirnya Menang di Kandang, Kutukan Patah di MLS
Senam Ergonomik Bantu Lansia Jaga Sendi dan Redakan Stres
Pakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola
Radiogenomics: Pendekatan Baru Deteksi Dini Penyakit di Indonesia
Ayah di Klaten Cabuli Anak Kandung, Catatan Harian Jadi Bukti
Kemenkes Temukan Hipertensi Meningkat pada Anak SMA
Tautan Sahabat
- Apple Perketat Akses Education Store di Berbagai Negara
- Google Perluas Fitur Mirip AirDrop ke OPPO, Xiaomi
- Samsung Siap Rilis Galaxy Z Fold 8 dan Kacamata AI Juli 2026
- Google Hapus 28 Aplikasi Klaim Bisa Lihat Riwayat WA
- Akun Medsos Wajib Nomor Ponsel Demi Ruang Digital Sehat
- Sony Xperia 1 VIII Resmi Meluncur, Ini Spesifikasinya
- Wamena Resmi Operasi, Kapasitas Internet Tembus 40 Gbps
- Fitur AI Inbox Resmi Hadir di Gmail Android iOS
- Tim Cook Pastikan Ikut Kunjungan Trump ke China
- Disney+ dan Hulu Dapat Tiga Fitur Baru Resmi