Lokasi: Kesehatan >>
Pendaftaran Prodi Apoteker UB Dibuka hingga 24 Juli 2026
Kesehatan4 Dilihat
RingkasanPendaftaran program studi Sarjana Farmasi dibuka mulai 4 Mei 2026 hingga 24 Juli 2026. Pada periode ini, program studi hanya menerima calon mahasiswa yang merupakan lulusan Sarjana Farmasi dari seleksi bersifat terbuka dan kompetitif....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-brawijaya-ub.jpg)
Pendaftaran program studi Sarjana Farmasi dibuka mulai 4 Mei 2026 hingga 24 Juli 2026. Pada periode ini, program studi hanya menerima calon mahasiswa yang merupakan lulusan Sarjana Farmasi dari seleksi bersifat terbuka dan kompetitif.
Seluruh peserta wajib memenuhi persyaratan akademik, administratif, serta lulus tahapan seleksi yang telah ditetapkan. Ketentuan ini berlaku untuk semua calon mahasiswa yang mendaftar pada periode tersebut.
Seleksi bersifat kompetitif dan terbuka bagi lulusan Sarjana Farmasi dari berbagai institusi. Calon mahasiswa harus memastikan kelengkapan dokumen dan memenuhi syarat yang ditentukan untuk dapat mengikuti proses seleksi.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/m8sbdmbuk.html
Artikel Terkait
Iran Ancam Tutup Akses Minyak Jika AS Serang Ekspor
KesehatanHaji Babaei menegaskan tidak ada negara di dunia yang akan dapat mengakses minyak di kawasan Selat Hormuz untuk jangka waktu yang lama. Menurutnya, Selat Hormuz lebih penting bagi Iran daripada bom atom....
Baca SelengkapnyaPenyakit Moya-moya Picu Stroke di Usia Muda, Kenali Gejala
KesehatanPenyakit moya-moya merupakan kondisi langka yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah otak secara perlahan namun progresif, demikian dijelaskan oleh dr. Muhammad Hafif, Sp....
Baca SelengkapnyaDurasi Karantina Hantavirus: Ini Penjelasan Lengkap
KesehatanPertanyaan tentang durasi pemantauan medis bagi mereka yang terpapar penyakit sering muncul di masyarakat. Hantavirus umumnya menular melalui kontak dengan urine, feses, atau air liur hewan pengerat seperti tikus....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Menkomdigi Wajibkan Nomor Telepon untuk Registrasi Medsos
- 6 Cara Sederhana Jaga Metabolisme Optimal Turunkan Berat Badan
- Kemenkes: PHBS Kunci Tangkal Ancaman Hantavirus
- Terapi Sel Punca Dokter Kardiovaskular Pulihkan Jantung
- Kode Redeem FC Mobile 13 Mei 2026: 1.000 Gems & 5 Juta
- Penyakit Moya-moya Picu Stroke di Usia Muda, Kenali Gejala
Artikel Terbaru
PPI Jerman Gelar LDK 5.0 Perkuat Kepemimpinan Pelajar
Psikiater: Trauma Tak Ditangani Bisa Ubah Korban Jadi Pelaku
Studi: 60% Anak Muda Urban Pilih Swadiagnosis Saat Sakit
Virus Hanta Menular Lewat Kotoran Tikus, Waspadai Demam-Sesak
Bea Cukai Buka 8 Poin Soal Pemeriksaan Kartu Pokemon
Puan Khawatir Hantavirus Meluas, Minta Antisipasi Pemerintah
Tautan Sahabat
- Diet Suntik Tak Hanya Hilangkan Lemak, Otot Juga Terbakar
- Menkes Ungkap Obesitas Pangkas Kualitas Hidup Manusia
- Kesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya
- Waspada Stroke saat Tubuh Tiba-tiba Limbung dan Sempoyongan
- Strategi TOSS Tekan TBC: Temukan, Obati, Sampai Sembuh
- El Nino Picu Kebakaran Hutan, Asap Ancam Anak Pneumonia
- Berdebar Naik Tangga, Waspada Gangguan Irama Jantung
- Pancaroba, Jaga Daya Tahan Tubuh dengan Gizi Seimbang
- PHERINI Disetujui Tenaga Kesehatan untuk Ketiak Cerah
- Hantavirus Bukti Nyata Ancaman Zoonosis dari Hewan