Lokasi: Berita >>
Lokasi Ujian Mandiri Bela Negara UPN Yogyakarta 2026
Berita83288 Dilihat
RingkasanUPN Veteran Yogyakarta membuka jalur Seleksi Mandiri 2026 dengan sistem ujian yang lebih mudah. Seleksi ini menjadi salah satu jalur penerimaan mahasiswa baru yang diselenggarakan UPN "Veteran" Yogyakarta melalui pengukuran kemampuan kognitif siswa serta penguasaan mata pelajaran pendukung dan penciri kampus sebagai Kampus Belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/upn-veteran-yogyakarta.jpg)
UPN Veteran Yogyakarta membuka jalur Seleksi Mandiri 2026 dengan sistem ujian yang lebih mudah. Seleksi ini menjadi salah satu jalur penerimaan mahasiswa baru yang diselenggarakan UPN "Veteran" Yogyakarta melalui pengukuran kemampuan kognitif siswa serta penguasaan mata pelajaran pendukung dan penciri kampus sebagai Kampus Belajar.
Kebijakan ini menjadi langkah strategis kampus untuk memperluas akses pendidikan tinggi tanpa membebani peserta dengan jarak perjalanan yang jauh ke Yogyakarta. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi UPN "Veteran" Yogyakarta,Machya Astuti Dewi, menyampaikan bahwa perluasan lokasi ujian ini merupakan bentuk komitmen kampus dalam menjaring talenta terbaik dari seluruh Indonesia. "Kami ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi putra-putri daerah dari Sumatera hingga Papua untuk bergabung dengan Kampus Belajar," ujarnya.
Terdapat perbedaan metode dan jadwal pelaksanaan antara pusat ujian di Yogyakarta dengan lokasi ujian di luar daerah. Pelaksanaan ujian Seleksi Mandiri 2026 dibagi menjadi dua skema berdasarkan lokasi. Ujian di luar Yogyakarta akan dilaksanakan lebih awal pada 18 Juni 2026 secara serentak di seluruh titik. Metode yang digunakan adalah Paper Based Test (PBT).
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/m4tu2vgmo.html
Artikel Terkait
11 Terdakwa Pemerasan Kemnaker Dituntut 3-7 Tahun
BeritaJaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan tuntutan secara maraton terhadap para terdakwa kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi instansional di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin (18/5/2026) malam. Jaksa meyakini seluruh terdakwa terbukti bersalah melakukan pemerasan serta menerima gratifikasi secara bersama-sama....
【Berita】
Baca SelengkapnyaKakak Pemilik Home Industri Sabu Menangis Meratapi Nasib Adik
BeritaDirektorat Reserse Narkoba kembali mengguncang publik dengan penangkapan seorang tersangka berinisial OH pada awal Mei 2026. Penangkapan ini bukan kali pertama bagi OH, sehingga membuat keluarganya, khususnya kakak kandung bernama S, mengalami syok berat....
【Berita】
Baca SelengkapnyaPelaku Penyekapan Mahasiswi Nunukan Ditembak Polisi
BeritaDR ditangkap di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026). Polisi menunggu beberapa saat, mendapatkan targetnya, dan langsung menangkap DR....
【Berita】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- IHSG Anjlok, Investor Bereaksi Negatif ke Pernyataan Prabowo
- Prakiraan Cuaca Surabaya, Kediri, Madiun, Blitar 18 Mei 2026
- Prakiraan Cuaca Madura: Hujan Ringan di Masalembu
- Prakiraan Cuaca Cirebon 18 Mei: Siang Cerah, Malam Hujan
- Komisi III DPR Nilai Laporan Erin Tak Tepat
- Senggolan Saat Joget Picu Oknum TNI Tembak Rekan di Kafe
Artikel Terbaru
Hantavirus Sulit Dikenali, Gejala Mirip Flu hingga DBD
Prakiraan Cuaca Cirebon: Hujan Malam Hari Senin
Ayah di Bandung Sekap Anak dan Ancam Bakar Rumah
Prakiraan Cuaca Yogyakarta: Gunungkidul Berawan, Sleman Hujan Ringan
Kaesang-Akbar Himawan Hadiri Malam Dukung Bryan Ketum HIPMI
Polisi Deky Jonatan Diduga Minta Uang Puluhan Juta
Tautan Sahabat
- Preeklampsia Ancaman Serius Ibu Hamil, Deteksi Dini Penting
- Durasi Karantina Hantavirus: Ini Penjelasan Lengkap
- PHERINI Disetujui Tenaga Kesehatan untuk Ketiak Cerah
- Hantavirus Sulit Dikenali, Gejala Mirip Flu hingga DBD
- WHO Tetapkan Darurat Ebola Global, Bandara Indonesia Siaga
- Lansia Diabetes Wajib Aktif Cegah Luka Busuk
- Kemenkes: PHBS Kunci Tangkal Ancaman Hantavirus
- Studi: 60% Anak Muda Urban Pilih Swadiagnosis Saat Sakit
- Kesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya
- Wabah Ebola, Kemenkes Larang Konsumsi Hewan Liar