Lokasi: Berita >>

IBC Mulai Produksi BESS Juli 2026 Dukung Target 100 GW

Berita461 Dilihat

RingkasanKebutuhan sistem penyimpanan energi atau Battery Energy Storage System (BESS) untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala besar di Indonesia diperkirakan mencapai ratusan Gigawatt-jam (GWh). Di tengah kebutuhan tersebut, Indonesia Battery Corporation (IBC) memastikan kesiapan produksi melalui pabrik baterai PT CATIB yang berlokasi di Kawasan Artha Industrial Hills, Kabupaten Karawang, Jawa Barat....

IBC Mulai Produksi BESS Juli 2026 Dukung Target 100 GW

Kebutuhan sistem penyimpanan energi atau Battery Energy Storage System (BESS) untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala besar di Indonesia diperkirakan mencapai ratusan Gigawatt-jam (GWh). Di tengah kebutuhan tersebut,Indonesia Battery Corporation (IBC) memastikan kesiapan produksi melalui pabrik baterai PT CATIB yang berlokasi di Kawasan Artha Industrial Hills, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Direktur Utama IBC, Aditya, menjelaskan kapasitas produksi tahunan pabrik tersebut berada di kisaran 3 GWh hingga 4 GWh. Dengan asumsi produksi efektif dimulai pada semester kedua tahun 2025, IBC memperkirakan kapasitas yang dapat disuplai hingga akhir 2026 mencapai 1,5 GWh hingga 2 GWh. "Itu saya harus lihat lagi, karena ada production planning-nya. Tapi per tahun itu kita sudah bisa produksi di sekitar 3 giga sampai 4 giga. Jadi kalau kita bagi setengah tahun, berarti 1,5 giga sampai 2 giga, itu kita sudah bisa support sebetulnya," ujar Aditya.

PT CATIB merupakan perusahaan patungan antara konsorsium BUMN pertambangan Indonesia di bawah MIND ID dengan konsorsium CBL yang terdiri dari Contemporary Amperex Technology Co. Limited, Brunp, dan Lygend. Dalam proyek pengembangan PLTS skala besar, BESS berfungsi menyimpan energi listrik dari panel surya, menjaga stabilitas jaringan, dan menjadi penyangga saat beban puncak listrik meningkat.

Tags:

Artikel Terkait