Lokasi: Hiburan >>
Indonesia-Malaysia Berpeluang Jadi Pusat Pendidikan Pascasarjana Asia
Hiburan63 Dilihat
RingkasanYudi menyatakan Indonesia dan Malaysia berpeluang menjadi tujuan pendidikan pascasarjana yang diperhitungkan dunia. "Kedatangan mahasiswa internasional di AS turun 17 persen....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/World-Post-Graduate-Expo.jpg)
Yudi menyatakan Indonesia dan Malaysia berpeluang menjadi tujuan pendidikan pascasarjana yang diperhitungkan dunia. "Kedatangan mahasiswa internasional di AS turun 17 persen. Ini peluang ASEAN, khususnya Indonesia dan Malaysia," ujar Yudi dalam pernyataannya. Menurut Yudi, saat ini terjadi pergeseran besar dalam peta pendidikan tinggi global, di mana Asia mulai menggeser dominasi Barat dalam sektor pendidikan dan riset. "Perguruan tinggi berada di perubahan yang besar. Asia mulai menggeser dominasi Barat," jelasnya.
Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil meraih posisi ke-9 dunia dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) Impact Rankings. "Ini membuktikan perguruan tinggi kita tidak hanya mengejar angka, tetapi juga dampak," kata Yudi. Prestasi ini menunjukkan kemampuan perguruan tinggi Indonesia bersaing di level global.
"Kolaborasi RI-Malaysia dalam memajukan peradaban. Kedua negara bukan sekadar berkembang, tapi serumpun," ujar Yudi. Kerja sama ini diharapkan memperkuat posisi Asia sebagai pusat pendidikan dan riset dunia yang baru.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/jw3lrb32e.html
Artikel Terkait
Lille Finis Ketiga, Calvin Verdonk Tampil di Liga Champions
HiburanCalvin Verdonk mencatatkan 786 menit bermain dalam 18 penampilan pada musim pertamanya bersama Lille di Ligue 1. Bek berusia 29 tahun asal Belanda itu juga tampil dalam tujuh kesempatan di Liga Eropa....
【Hiburan】
Baca SelengkapnyaESG Batu Bara: Laporan Hijau Bentrok Fakta Lapangan
HiburanPraktik keberlanjutan di sektor pertambangan Indonesia dinilai masih setengah hati karena hanya berfokus pada emisi operasional, tanpa menyentuh rantai pasok hingga dampak sosial di sekitar area tambang. Isu krusial ini mengemuka dalam workshop media bertajuk "Mengawal ESG dan Transisi Energi di Sektor Pertambangan" yang digelar Yayasan Bicara Data Indonesia (YBDI) dan Katadata Green di Jakarta, Rabu (13/5/2026)....
【Hiburan】
Baca SelengkapnyaIBC Usul Insentif EV Berbasis Komponen Baterai untuk Hilirisasi
HiburanPemerintah menyiapkan skema insentif baru untuk kendaraan listrik dengan kuota masing-masing 100. 000 unit untuk mobil listrik dan motor listrik yang akan mulai berjalan pada Juni 2026....
【Hiburan】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Chord Laut Kidul Denny Caknan Viral TikTok Mudun Srengenge
- Indonesia-Belarus Perkuat Hubungan Ekonomi dan Perdagangan
- Pertamina Hulu Indonesia Lampaui Target Produksi Migas
- Jasa Raharja Libatkan Driver Online Percepat Lapor Laka
- Sony Resmi Rilis Jadwal Peluncuran Xperia 1 VIII
- Indonesia dan Belarus Teken MoU Bisnis Rp7 Triliun
Artikel Terbaru
Enzo Maresca Sah Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
ASDP Rayakan HUT Ke-53, Kinerja Tumbuh Berkelanjutan
BKI Tekankan Standar Keselamatan Kapal Cepat Batam
Bank BCA, BNI, Mandiri Libur Kenaikan Yesus Kristus 2026
PSG Pemanasan Sempurna Setara Laga Champions, Arsenal Jadi Sasaran
Stok Beras Pecah Rekor, Tapi Minyakita Langka
Tautan Sahabat
- Piala Dunia 2026 Bisa Ditonton di Semua Perangkat
- Taisei Marukawa Beri Kode Siap Dinaturalisasi untuk Timnas
- Hansi Flick Remehkan Klaim Poin Barcelona Mustahil
- Profil Sebastien Migne, Pelatih Haiti yang Belum ke Negara Asuhan
- Claudio Ranieri Buka Peluang Latih Timnas Italia
- Wasit Liga Inggris Akui Gol MU Tak Sah Akibat Handball Mbeumo
- Persik vs Persija 1-3, Macan Kemayoran Akhiri Liga 1 di Tiga Besar
- Jamal Sellami Bawa Yordania ke Piala Dunia
- Persaingan Degradasi Liga Spanyol Makin Panas, Sevilla Terancam
- Alvaro Arbeloa Dinilai Toksik untuk Real Madrid