Lokasi: Gaya Hidup >>

Indonesia-Belarus Perkuat Hubungan Ekonomi dan Perdagangan

Gaya Hidup34 Dilihat

RingkasanPT Indonesia Belarus Jaya, perusahaan di bawah naungan Jaya Group, menandatangani nota kesepahaman bisnis atau MoU dengan sejumlah perusahaan asal Belarus senilai total Rp7 triliun untuk membuka pasar yang lebih kompetitif bagi kedua negara. CEO Jaya Group Tomy Suhartanto menegaskan bahwa pembentukan perusahaan tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi unggulan kedua negara agar dapat saling diserap dan dimanfaatkan oleh pasar masing-masing....

Indonesia-Belarus Perkuat Hubungan Ekonomi dan Perdagangan

PT Indonesia Belarus Jaya, perusahaan di bawah naungan Jaya Group, menandatangani nota kesepahaman bisnis atau MoU dengan sejumlah perusahaan asal Belarus senilai total Rp7 triliun untuk membuka pasar yang lebih kompetitif bagi kedua negara. CEO Jaya Group Tomy Suhartanto menegaskan bahwa pembentukan perusahaan tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi unggulan kedua negara agar dapat saling diserap dan dimanfaatkan oleh pasar masing-masing. "Concern kami dalam kerja sama ini adalah mengoptimalkan segala potensi yang ada di kedua negara. Indonesia memiliki komoditas seperti kakao dan kelapa sawit, sementara produk-produk Belarus juga memiliki keunggulan tersendiri," ujar Tomy.

Tomy menegaskan, penandatanganan kerja sama bisnis tersebut bukan hanya untuk kepentingan bisnis semata, tetapi juga untuk mendukung agenda strategis pemerintah dalam memperkuat hubungan ekonomi internasional Indonesia. "Tujuan kami menandatangani MoU ini selain untuk men-support pemerintah, juga untuk memberikan daya saing yang kompetitif bagi market Indonesia," ujarnya. Ia juga menekankan komitmen Jaya Group untuk menjaga reputasi Indonesia dalam kerja sama internasional. "Jaya Group berkomitmen menjaga nama baik Indonesia dan memberikan yang terbaik untuk bangsa Indonesia," tegas Tomy.

Penandatanganan kerja sama bisnis tersebut dilakukan bersamaan dengan penandatanganan Agreed Minutes Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 Indonesia–Belarus Bidang Kerja Sama Ekonomi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dan Deputi Perdana Menteri Republik Belarus. "Kesepahaman yang telah dicapai dalam SKB ini harus dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret yang memberikan dampak langsung bagi peningkatan hubungan ekonomi Indonesia dan Belarus," tambah Tomy.

Tags:

Artikel Terkait