Lokasi: Kuliner >>
IBC Usul Insentif EV Berbasis Komponen Baterai untuk Hilirisasi
Kuliner94432 Dilihat
RingkasanPemerintah menyiapkan skema insentif baru untuk kendaraan listrik dengan kuota masing-masing 100. 000 unit untuk mobil listrik dan motor listrik yang akan mulai berjalan pada Juni 2026....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Bos-IBC-bahas-insentif-EV-OK.jpg)
Pemerintah menyiapkan skema insentif baru untuk kendaraan listrik dengan kuota masing-masing 100.000 unit untuk mobil listrik dan motor listrik yang akan mulai berjalan pada Juni 2026. Insentif ini mempertimbangkan penggunaan material berbasis nikel, sehingga produk dengan kandungan lokal lebih tinggi berpotensi mendapat porsi dukungan lebih besar. Direktur Utama Indonesia Battery Corporation (IBC) Aditya Farhan Arif menilai insentif sebaiknya tidak hanya diberikan di level kendaraan, tetapi juga menyasar industri baterai dan komponennya.
"Menurut saya kebijakan itu mungkin tidak harus di level mobilnya, tapi bisa juga di level baterainya. Makanya mungkin perusahaan baterai jadinya yang menerima, meskipun nanti in the end yang menikmati tetap konsumen," kata Aditya di acara Bincang-bincang Baterai di Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026). IBC melihat pendekatan tersebut akan memberikan dampak lebih luas terhadap penguatan industri dalam negeri karena rantai pasok baterai melibatkan banyak komponen yang dapat dilokalisasi. Aditya juga menjelaskan baterai kendaraan listrik, termasuk berbasis Nickel Manganese Cobalt (NMC), tidak hanya terdiri dari nikel, melainkan juga komponen lain seperti grafit, aluminium, dan tembaga yang memiliki porsi besar dalam struktur baterai.
"Baterai itu even yang NMC, komponen baterainya itu 23 persen itu grafit, 21 persen sekian itu nikelnya, aluminium 18 persen, copper itu 13 persen. Artinya ada banyak komponen-komponen sebetulnya bisa kita insentif localize," terangnya. Aditya mencontohkan, apabila produsen baterai menggunakan bahan baku lokal seperti aluminium sheet dari PT Indonesia Asahan Aluminium, maka produk tersebut bisa memperoleh tambahan insentif. Ia menambahkan, salah satu instrumen yang dapat digunakan pemerintah adalah skema Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), namun TKDN tersebut dinilai perlu dihitung lebih mendalam hingga asal-usul material atau origin bahan bakunya. "Jadi TKDN-nya juga benar-benar TKDN yang sampai ke origin-nya, tidak hanya manufakturnya saja," ungkap Aditya.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/304c699689.html
Artikel Terkait
Cahaya Biru Ponsel Ganggu Tidur? Ini Kata Ahli
KulinerIndustri kacamata pemblokir cahaya biru berkembang pesat karena tubuh manusia secara alami diprogram untuk bangun saat cahaya siang yang kaya. Para ilmuwan di University of Oxford menjelaskan bahwa cahaya yang masuk ke mata membantu menyinkronkan jam biologis tubuh dengan siklus terang-gelap alami siang dan malam....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaKecelakaan SUV Mengintai, Pilih Ban yang Tepat Demi Keselamatan
KulinerKesalahan memilih ban bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga taruhan nyawa. Data mencatat sekitar 10,7 persen kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh faktor kendaraan, termasuk insiden pecah ban....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaToyota Pantau Rupiah, Harga Mobil Terancam Naik
KulinerPT Toyota Astra Motor (TAM) memastikan tetap berupaya menjaga agar dampak pelemahan rupiah tidak langsung dibebankan kepada konsumen melalui kenaikan harga kendaraan di tengah kondisi nilai tukar dolar yang sangat tinggi. "Pastinya memang di kondisi saat ini, seperti teman-teman tahu bahwa dolar sudah sangat tinggi....
【Kuliner】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
Artikel Terbaru
Rupiah Terancam Rp17.600, BI Diminta Jaga Kepercayaan Investor
BYD Tanggapi Insentif EV Berbasis Nikel 2026
Toyota GR Car Meet 2026 Pamerkan 400 Mobil Modifikasi di GBK
Umar Abdullah Juara 2 Lamborghini Super Trofeo Eropa 2026
Senam Ergonomik Bantu Lansia Jaga Sendi dan Redakan Stres
Toyota Respons Positif Insentif EV, Minta Jangan Fokus Satu Teknologi
Tautan Sahabat
- BI Didorong Naikkan Suku Bunga, Rupiah Melemah
- BRImo Dorong Ekonomi Solo hingga Lereng Merbabu
- Telkom Solution Perkuat Transformasi Digital BUMN dengan AI
- Celios Tawarkan Kursus Ekonomi Gratis ke Prabowo
- Pedagang Jaksel Ogah Jual Minyakita karena Mahal dan Langka
- Pedagang Tahu Kupat Manahan Bertahan di Tengah Sulitnya Ekonomi
- Rupiah Tembus Rp17.600, IHSG Merosot 4,26 Persen
- Promo Alfamart, Indomaret, Superindo: Minyak Goreng Rp43.900
- Pertamina Tambah 5,8 Juta Tabung LPG 3 Kg saat Libur Panjang
- Arsari Tambang Bangun Pusat Riset Timah dan REE di Bangka