Lokasi: Kuliner >>

Pertamina Hulu Indonesia Lampaui Target Produksi Migas

Kuliner4664 Dilihat

RingkasanPHI melalui anak perusahaan dan afiliasinya di wilayah Kalimantan berhasil memproduksi 60,44 ribu barel minyak per hari (mbopd) dan 619 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd) per akhir Maret 2026, atau mencapai 120 persen dan 105 persen dari target produksi tahun ini. Pencapaian tersebut diungkapkan oleh pria yang akrab disapa Anto, yang menekankan bahwa keberhasilan ini didorong oleh inovasi dan keandalan fasilitas sebagai elemen kunci dalam meningkatkan produksi migas....

Pertamina Hulu Indonesia Lampaui Target Produksi Migas

PHI melalui anak perusahaan dan afiliasinya di wilayah Kalimantan berhasil memproduksi 60,44 ribu barel minyak per hari (mbopd) dan 619 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd) per akhir Maret 2026, atau mencapai 120 persen dan 105 persen dari target produksi tahun ini. Pencapaian tersebut diungkapkan oleh pria yang akrab disapa Anto, yang menekankan bahwa keberhasilan ini didorong oleh inovasi dan keandalan fasilitas sebagai elemen kunci dalam meningkatkan produksi migas.

"Penerapan inovasi dan teknologi merupakan langkah strategis Perusahaan dalam menahan laju penurunan produksi, meningkatkan recovery rate, dan mempertahankan tingkat produksi lapangan-lapangan migas yang sudah mature di wilayah Kalimantan," tuturnya. Upaya yang dilakukan mencakup pemeliharaan, perbaikan, dan reaktivasi sumur untuk memperpanjang usia sumur dan lapangan migas. "Berkat inovasi, kolaborasi lintasfungsi, dan sinergi yang terbentuk menjadikan proyek-proyek utama Perusahaan dalam rencana kerja tahun 2026 dapat mencatatkan hasil seperti yang diharapkan," imbuhnya.

Salah satu inovasi oleh anak perusahaan PHI adalah penerapan metode High Pour Point Oil (HPPO) di Lapangan Handil yang dikelola PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), serta Lapangan Mutiara dan Lapangan Pamaguan yang dikelola PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS). Metode HPPO mengatasi tantangan minyak dengan kandungan lilin atau parafin tinggi yang memiliki titik tuang lebih tinggi dari temperatur operasi pipa. "Penggunaan pelarus khusus mampu menjaga minyak agar tetap cair (tidak membeku) sehingga aliran produksi berlangsung optimal dan berkelanjutan. Tak hanya itu, terobosan teknologi lainnya di PHM juga berhasil mengoptimalkan produksi dari sumur emulsi di Lapangan Tunu," ujarnya.

Tags:

Artikel Terkait