Lokasi: Travel >>
SPMB Jakarta 2026: Jalur Prestasi, Afirmasi, Domisili, Mutasi
Travel8181 Dilihat
RingkasanSPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/SPMB-JAKARTA-2026-3453453434W.jpg)
SPMB Jakarta 2026 untuk jenjang SMP mewajibkan setiap calon murid baru memenuhi persyaratan sesuai jalur masuk yang dipilih. Kuota Jalur Afirmasi mencapai 20 persen dari daya tampung, termasuk kuota penyandang disabilitas sebanyak 2 murid per rombongan belajar. Sementara itu, kuota pada Jalur Domisili ditetapkan sebesar 50 persen dari daya tampung.
Dalam hal jumlah CMB yang mendaftar melalui Jalur Domisili melebihi daya tampung, maka seleksi dilakukan dengan urutan langkah yang telah ditentukan. Apabila kuota Jalur Domisili tidak terpenuhi, sisa kuota tersebut akan dilimpahkan ke dalam PMB Tahap Kedua. Prosedur ini memastikan proses penerimaan berjalan transparan dan adil bagi seluruh peserta.
Selain itu, kuota Jalur Mutasi ditetapkan sebesar 3 persen dari daya tampung. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan tahapan seleksi SPMB Jakarta 2026 dapat diakses melalui kanal resmi PPDB DKI Jakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/ix3ilfum2.html
Artikel Terkait
RRQ Hoshi Kalah 0-2 dari Geek Fam, Gagal ke Playoff
TravelRRQ Hoshi kembali menelan kekalahan di MPL ID S17, sehingga secara matematis tim berjuluk Raja dari Segala Raja itu harus mengubur mimpinya melaju ke babak playoff. Kekalahan ini memupuskan harapan RRQ Hoshi untuk melanjutkan perjalanan di kompetisi Mobile Legends musim ini....
【Travel】
Baca SelengkapnyaDokter Mata Beberkan Risiko Kebutaan Akibat Diabetes
TravelRetinopati diabetik sering berkembang tanpa gejala pada tahap awal sehingga banyak pasien tidak menyadari sampai penglihatan mulai terganggu. Bahkan jika terlambat ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan gangguan penglihatan permanen hingga kebutaan....
【Travel】
Baca SelengkapnyaStudi: 60% Anak Muda Urban Pilih Swadiagnosis Saat Sakit
TravelPenelitian pada Maret–Mei 2026 dengan metode mixed-method melibatkan 448 responden dari kota besar seperti Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, dan Yogyakarta. Ketua peneliti sekaligus Pendiri HCC, Dr....
【Travel】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Napoli Ikuti Jejak AC Milan, Tunda Amankan Tiket Liga Champions
- Pakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola
- Hantavirus Sulit Dikenali, Gejala Mirip Flu hingga DBD
- PHERINI Disetujui Tenaga Kesehatan untuk Ketiak Cerah
- Kunci Gitar Seketika Rizwan Fadilah RnBoyz Mahalini
- Siswa SD Lombok Meninggal Usai Aksi Freestyle, Bahaya Medis Terungkap
Artikel Terbaru
Taisei Marukawa Beri Kode Siap Dinaturalisasi untuk Timnas
Diet Suntik Tak Hanya Hilangkan Lemak, Otot Juga Terbakar
Kemenkes: Hantavirus di Indonesia Ada Sejak 1991
El Nino Ekstrem: Ancaman DBD dan Gangguan Pencernaan Anak
Kode Redeem FC Mobile 13 Mei 2026: 1.000 Gems & 5 Juta
Kesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya
Tautan Sahabat
- Prakiraan Cuaca Bali: Besakih Hujan Petir, 8 Wilayah Waspada
- Pria di Surabaya Lecehkan Gadis Saat Nonton Festival
- Rico Waas Lapor Mendagri Berobat ke Luar Negeri Tanpa APBD
- Arjuna Sapi Kurban Prabowo Mandi Air Hangat Garam
- SMAN 1 Sambas Hapus Pernyataan Sikap Soal LCC MPR
- Oknum Pengasuh Ponpes Ponorogo Cabuli 11 Santri, Viral
- Prakiraan Cuaca Papua: Jayapura Hujan, Waropen Cerah
- Sekretaris BNPP Tinjau Rumah Warga Perbatasan di Belu
- Rekaman TNI Tembak TNI di Palembang Viral
- Prakiraan Cuaca Sorong 20 Mei: Hujan Ringan dan Kabut