Lokasi: Teknologi >>
Pendaftaran TKAD SPMB Jogja 2026 Berakhir Besok
Teknologi9951 Dilihat
RingkasanCalon siswa dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) wajib mengikuti Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD) sebagai syarat pendaftaran SPMB Jogja. Setelah mendaftar, siswa lulusan luar DIY akan mengikuti tes tersebut berdasarkan informasi resmi dari laman pendaftaran....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/TKAD-DIY-2026-34523434.jpg)
Calon siswa dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) wajib mengikuti Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD) sebagai syarat pendaftaran SPMB Jogja. Setelah mendaftar, siswa lulusan luar DIY akan mengikuti tes tersebut berdasarkan informasi resmi dari laman pendaftaran. TKAD menjadi instrumen seleksi utama bagi peserta dari luar wilayah untuk mengukur kemampuan akademik sebelum diterima di sekolah tujuan.
Prosedur pendaftaran TKAD mengharuskan calon peserta untuk melengkapi data diri dan memilih sekolah tujuan di DIY. SPMB Jogja menetapkan jadwal tes secara terpusat yang diumumkan melalui laman resmi penerimaan. Peserta dari luar DIY harus memastikan ketersediaan kuota dan memenuhi persyaratan administratif yang telah ditentukan oleh panitia.
Informasi lengkap mengenai jadwal, biaya, dan tata cara pendaftaran TKAD dapat diakses melalui portal resmi SPMB Jogja. Panitia mengimbau calon siswa untuk memantau pengumuman terbaru agar tidak melewatkan batas waktu pendaftaran. TKAD menjadi langkah krusial bagi siswa luar DIY untuk bersaing mendapatkan tempat di sekolah favorit di Yogyakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/icw84fa4y.html
Artikel Terkait
BPJS Kesehatan Usul Mahasiswa Baru Wajib Punya Jaminan Aktif
TeknologiPemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) tengah merencanakan kerja sama untuk mewajibkan perlindungan kesehatan bagi mahasiswa baru sejak awal masa pendidikan. Langkah ini diambil setelah pihaknya mengirimkan surat resmi ke kementerian terkait guna memastikan setiap mahasiswa memiliki jaminan kesehatan sebagai kebutuhan dasar selama menempuh studi....
Baca SelengkapnyaWHO Dalami Vaksin Uji Coba untuk Lawan Ebola
TeknologiOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan status darurat global setelah dugaan kasus wabah misterius menembus angka 500 dengan 130 kematian per Selasa (19/5/2026). Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengakui keputusan ini diambil tanpa melalui sidang komite darurat resmi karena kecepatan dan skala epidemi yang mengkhawatirkan....
Baca SelengkapnyaKemenkes Siaga Hantavirus, Siapkan Ribuan Tempat Tidur dan PCR
TeknologiPemerintah Indonesia memastikan kesiapan sistem kesehatan nasional dalam menghadapi penyakit infeksi emerging, dengan menyatakan seluruh fasilitas mulai dari rumah sakit rujukan, ketersediaan alat PCR, alat pelindung diri (APD), hingga tempat tidur isolasi dan ICU dalam kondisi cukup. Saat ini terdapat 198 rumah sakit jejaring pengampuan penyakit infeksi emerging di seluruh Indonesia, dan dari jumlah tersebut, sebanyak 21 rumah sakit sentinel telah disiapkan di 20 provinsi....
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Lita Gading Kekeh Tak Bersalah Usai Diperiksa Ahmad Dhani
- Puan Khawatir Hantavirus Meluas, Minta Antisipasi Pemerintah
- Serat Kunci Kontrol Gula Darah Penderita Diabetes
- Tidur Lama tapi Ngantuk dan Ngorok? Waspada Gangguan Jantung
- Deus Touring Bali Satukan Ide Kreatif Berserakan
- El Nino Ekstrem: Ancaman DBD dan Gangguan Pencernaan Anak
Artikel Terbaru
Raffi Ahmad Biayai Pertemuan Ressa dan Aisha di Singapura
Waspada Stroke saat Tubuh Tiba-tiba Limbung dan Sempoyongan
Terapi Sel Punca Dokter Kardiovaskular Pulihkan Jantung
PCOS Berganti Nama Jadi PMOS, Bukan Hanya Soal Kista
Ahmad Dhani Bujuk Safeea Korban Bully, Sebut Haters Deterjen 78
WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
Tautan Sahabat
- Prabowo Targetkan Rupiah Rp16.800-17.500 pada 2027
- Sistem Digital Pantau Penebusan Pupuk Subsidi Hingga Titik Serah
- Harga Emas Antam 12 Mei 2026 Meroket ke Rp2.859.000
- Pemerintah Buka Akses Pasar Perikanan, Potensi Transaksi Rp1,84 M
- Volatilitas Pasar Global Dorong Kekhawatiran Investor
- Menkeu Purbaya Sentil Manipulasi Data Ekspor yang Dulu Dimainkan
- Produk Palet Desa BRILiaN Kemudo Klaten Tembus Pasar Amerika
- Menperin: Kawasan Industri Dorong Pertumbuhan Ekonomi
- Anggota DPR Minta Harga Tiket Pesawat Seimbang dengan Daya Beli
- MSCI Coret Antam, Fundamental Bisnis Tetap Solid