Lokasi: Kuliner >>
Cara Baca Hasil Nilai TKA SD SMP 24 Mei 2026
Kuliner437 Dilihat
RingkasanMenteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bukan ujian kelulusan dan tidak bersifat wajib bagi siswa. Tujuan utama TKA adalah membantu sekolah, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan pendidikan memahami kemampuan akademik peserta didik secara lebih akurat dan menyeluruh....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/aan-TKA-di-di-SMP-Negeri-2-Cu.jpg)
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bukan ujian kelulusan dan tidak bersifat wajib bagi siswa. Tujuan utama TKA adalah membantu sekolah,pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan pendidikan memahami kemampuan akademik peserta didik secara lebih akurat dan menyeluruh.
“TKA bukan ujian kelulusan dan tidak bersifat wajib. Kehadiran TKA dimaksudkan untuk membantu satuan pendidikan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan memahami kondisi riil capaian akademik murid, sehingga perbaikan pembelajaran dapat dilakukan secara lebih terarah,” jelas Abdul Mu’ti. Asesmen ini dirancang sebagai alat pemetaan pendidikan nasional dengan tiga fungsi utama, yakni assessment of learning untuk memotret capaian belajar, assessment for learning sebagai dasar perbaikan pembelajaran, dan assessment as learning yang menjadi bagian dari evaluasi pendidikan secara komprehensif.
Ujian digelar secara bertahap dalam empat gelombang dengan empat sesi di setiap gelombang, sehingga total terdapat 16 sesi ujian. Satuan pendidikan nonformal melaksanakan satu gelombang yang terdiri dari empat sesi ujian dengan pengawasan silang antar sekolah dan pemantauan. Penilaian TKA menggunakan pendekatan analisis respons yang mempertimbangkan tingkat kesulitan soal dan karakteristik jawaban peserta. Setiap jawaban siswa dianalisis pada tiap mata uji, lalu diolah menjadi skor akhir utuh untuk memetakan kemampuan akademik secara lebih adil dan informatif. Hasil nilai nantinya akan dilengkapi deskripsi capaian kompetensi peserta didik, dengan data yang diproses secara statistik untuk pemetaan kemampuan siswa.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/i0csetdxy.html
Artikel Terkait
Drawing Singapore Open 2026: Jojo, Fajar/Rian, Tiwi/Fadia Bertanding
KulinerIndonesia hanya menurunkan sembilan wakil pada turnamen Singapore Open 2025 yang akan memanaskan persaingan di Singapura. Sejumlah atlet Indonesia menempati status unggulan, yaitu Jonatan Christie (unggulan 5), Putri Kusuma Wardani (unggulan 5), Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (unggulan 3), serta Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani (unggulan 6)....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaMoya-moya Pemicu Stroke Usia Muda, Kenali Gejala Awal
KulinerMoya-moya, penyakit langka yang namanya unik dan berasal dari bahasa Jepang yang berarti "kepulan asap", bisa memicu stroke pada orang muda yang tampak sehat tanpa faktor risiko. dr....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaPakar Ungkap Kerusakan Lingkungan Akibat Wabah Ebola
KulinerDicky menegaskan bahwa rentetan wabah dalam beberapa tahun terakhir membuktikan dunia mendesak menerapkan pendekatan One Health, yaitu keselarasan antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. “Ebola, hantavirus, hingga Covid-19 memberi pesan serupa....
【Kuliner】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Kunci Gitar Hatchu Salma Salsabil: Terbangun Siapkan Kopi
- Hantavirus, Leptospirosis, Pes: Beda Penyakit dari Tikus
- Psikiater: Trauma Tak Ditangani Bisa Ubah Korban Jadi Pelaku
- Senam Ergonomik Bantu Lansia Jaga Sendi dan Redakan Stres
- Kunci Gitar Breathless Krisdayanti: Cara Kau Membuatku Tak Bernapas
- Kemenkes Awasi Pelaku Perjalanan Amerika Latin soal Hantavirus
Artikel Terbaru
Tim Voli Wahana Kuningan Incar Gelar Juara U-19
WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
El Nino Ekstrem: Ancaman DBD dan Gangguan Pencernaan Anak
Kemenkes Pastikan Infrastruktur Kesehatan Siap Lawan Hantavirus
Google Perluas Fitur Mirip AirDrop ke OPPO, Xiaomi
Dokter Mata Beberkan Risiko Kebutaan Akibat Diabetes
Tautan Sahabat
- Pengamanan Parlemen Diperketat Jelang Kedatangan Prabowo
- Transisi Pilot TNI AU dari Hawk ke Rafale Penuh Tantangan
- HNSI Harap Fasilitas Nelayan Tepat Sasaran
- 11 Terdakwa Pemerasan Kemnaker Dituntut 3-7 Tahun
- Larangan Potong Kuku Sebelum Kurban Menurut Ulama
- PBNU Diminta Rangkul Semua Kader Potensial Jelang Muktamar
- Profil Sigit, Dirut PT Pindad Diminta Prabowo Bikin Mobil Presiden
- JNE Kecam Pembegalan Kurir, Apresiasi Ksatria di Bandung
- Indang Maryati Tolak Final Ulang LCC Empat Pilar
- Menteri Agama Ajak Umat Islam Perkuat Ibadah Idul Adha