Lokasi: Bisnis >>
Daftar Lokasi Ujian Mandiri Bela Negara UPN Jogja 2026
Bisnis58 Dilihat
RingkasanUPN "Veteran" Yogyakarta membuka seleksi mandiri 2026 dengan sistem ujian yang diperluas ke 37 kota di seluruh Indonesia. UPN "Veteran" Yogyakarta menyelenggarakan seleksi ini sebagai jalur penerimaan mahasiswa baru melalui pengukuran kemampuan kognitif siswa serta penguasaan mata pelajaran pendukung dan penciri kampus....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/upn-veteran-yogyakarta.jpg)
UPN "Veteran" Yogyakarta membuka seleksi mandiri 2026 dengan sistem ujian yang diperluas ke 37 kota di seluruh Indonesia. UPN "Veteran" Yogyakarta menyelenggarakan seleksi ini sebagai jalur penerimaan mahasiswa baru melalui pengukuran kemampuan kognitif siswa serta penguasaan mata pelajaran pendukung dan penciri kampus.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi UPN "Veteran" Yogyakarta, Machya Astuti Dewi, menyampaikan bahwa perluasan lokasi ujian merupakan komitmen kampus dalam menjaring talenta terbaik dari seluruh Indonesia. "Kami ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi putra-putri daerah dari Sumatera hingga Papua untuk bergabung dengan Kampus," ujar Machya Astuti Dewi. Kebijakan ini menjadi langkah strategis kampus untuk memperluas akses pendidikan tinggi tanpa membebani peserta dengan jarak perjalanan yang jauh ke Yogyakarta.
Pelaksanaan ujian Seleksi Mandiri 2026 dibagi menjadi dua skema berdasarkan lokasi. Ujian di luar Yogyakarta akan dilaksanakan lebih awal pada 18 Juni 2026 secara serentak di seluruh lokasi dengan metode Paper Based Test (PBT). Terdapat perbedaan metode dan jadwal pelaksanaan antara pusat ujian di Yogyakarta dengan lokasi ujian di luar Yogyakarta.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/gtd5faclp.html
Artikel Terkait
Toyota Respons Insentif EV: Positif, Jangan Fokus Satu Teknologi
BisnisErnando menilai insentif Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) merupakan langkah positif dari pemerintah untuk mendorong perkembangan pasar otomotif. Hal itu disampaikannya kepada Tribunnews....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaTelkom Catat TSR 35,7 Persen di 2025
BisnisPT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatat pendapatan konsolidasi sebesar Rp146,7 triliun pada tahun 2025. Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) konsolidasi perseroan mencapai Rp72,2 triliun dengan margin EBITDA sebesar 49,2 persen....
【Bisnis】
Baca SelengkapnyaPenjualan Rumah Second Meningkat, Prospek Pasar Properti Cerah
BisnisPanangian Simanungkalit menilai perkembangan pasar sekunder dapat menjadi katalis baru bagi pertumbuhan industri properti. Menurutnya, properti saat ini on the track karena adanya momentum yang tepat....
【Bisnis】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Carlos Queiroz, Spesialis Piala Dunia Latih Ghana
- Rupiah Menguat ke Rp 17.653, Bangkit dari Tekanan
- Penjualan Rumah Second Meningkat, Prospek Pasar Properti Cerah
- Rupiah Sentuh Rp 17.532, Data Ekonomi Disebut Tak Realistis
- Lapas Cilegon Sediakan Pojok Pelayanan Remisi dan PB
- Pedagang Tahu Kupat Manahan Bertahan di Tengah Sulitnya Ekonomi
Artikel Terbaru
Rupiah Melemah, Harga Mobil dan Elektronik Diprediksi Naik
Menkeu Guyur Pasar Obligasi Rp2 Triliun Tiap Hari Redam Rupiah
DPR Bentuk Badan Khusus Ekspor Cegah Kerugian SDA
Panen Raya Jagung 21,1 Hektare di Kalbar Dukung Ketahanan Pangan
Anang Tunda Wisuda Demi Rayakan Kelulusan Bersama Ashanty
Stok Beras Pecah Rekor, Tapi Minyakita Langka
Tautan Sahabat
- Bisnis Motor Ilegal Raup Rp 26 Miliar Pakai KTP Warga
- Polisi Gerebek 28 Lokasi di Depok, Ringkus 41 Pengedar
- Tiga WNA Jadi Korban Jambret di Jakarta Pusat dalam Sebulan
- Pengedar Ratusan Tramadol dan Hexymer di Babelan Bekasi Ditangkap
- Pramono Deklarasi Gerakan Pilah Sampah di HUT Jakarta
- Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pengeroyokan Maut Pasar Grogol
- Kebakaran Kampus Binus Kemanggisan, Asap Tebal Macetkan Jalan
- Surat Pengukuhan Sekda Tangsel Terbit, BKN Beri Kepastian Hukum
- Polda Metro Gagalkan Peredaran 1.000 Ekstasi dan Sabu
- Dokter Forensik Dicecar Soal Waktu Kematian Korban