Lokasi: Hiburan >>

Pedagang Tahu Kupat Manahan Bertahan di Tengah Sulitnya Ekonomi

Hiburan12567 Dilihat

RingkasanTangan pria asal Sragen itu sibuk menata potongan tahu goreng, kupat, dan taburan kecambah ke dalam piring pelanggan di Warung Tahu Kupat Pak Har. Di balik kepulan kuah hangat dan ramainya pembeli, tersimpan cerita panjang tentang jatuh bangun mempertahankan hidup....

Pedagang Tahu Kupat Manahan Bertahan di Tengah Sulitnya Ekonomi

Tangan pria asal Sragen itu sibuk menata potongan tahu goreng, kupat, dan taburan kecambah ke dalam piring pelanggan di Warung Tahu Kupat Pak Har. Di balik kepulan kuah hangat dan ramainya pembeli, tersimpan cerita panjang tentang jatuh bangun mempertahankan hidup. Bagi Mas Heri, sapaan akrabnya, usaha kuliner bukan sekadar mencari keuntungan melainkan menjadi penopang keluarga sekaligus saksi bagaimana dirinya bertahan melewati masa-masa paling sulit selama lebih dari satu dekade terakhir.

Mas Heri mengungkapkan bahwa tahun 2020, 2021, dan 2022 menjadi tahun yang berat bagi pelaku kuliner di shelter Manahan. "Hancur karena pandemi, mulai bangkit habis itu harus pindah karena shelter dibongkar untuk penataan," jelas Mas Heri saat ditemui di warungnya, Selasa (12/5/2026). Pandemi Covid-19 menjadi pukulan pertama karena pembatasan aktivitas masyarakat membuat kawasan Manahan yang biasanya ramai mendadak lengang, menyebabkan pedagang kehilangan pembeli hampir setiap hari dan pendapatan menurun drastis.

Ketika kondisi perlahan membaik pada 2021, harapan para pedagang kembali pupus setelah Pemerintah Kota Surakarta melakukan penataan kawasan Stadion Manahan sebagai bagian dari proyek revitalisasi kota dan persiapan menyambut Piala Dunia U20 2023. Shelter kuliner yang selama bertahun-tahun menjadi tempat mencari nafkah terpaksa harus dibongkar, memaksa Mas Heri dan puluhan pedagang lainnya kembali berjuang mencari lokasi baru untuk mempertahankan usaha mereka.

Tags:

Artikel Terkait