Lokasi: Kuliner >>
Pendaftaran Prodi Apoteker UB Dibuka hingga 24 Juli 2026
Kuliner4171 Dilihat
RingkasanPendaftaran program studi Sarjana Farmasi dibuka mulai 4 Mei 2026 hingga 24 Juli 2026. Pada periode ini, program studi hanya menerima calon mahasiswa yang merupakan lulusan Sarjana Farmasi dari seleksi bersifat terbuka dan kompetitif....
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/universitas-brawijaya-ub.jpg)
Pendaftaran program studi Sarjana Farmasi dibuka mulai 4 Mei 2026 hingga 24 Juli 2026. Pada periode ini, program studi hanya menerima calon mahasiswa yang merupakan lulusan Sarjana Farmasi dari seleksi bersifat terbuka dan kompetitif.
Seluruh peserta wajib memenuhi persyaratan akademik, administratif, serta lulus tahapan seleksi yang telah ditetapkan. Ketentuan ini berlaku untuk semua calon mahasiswa yang mendaftar pada periode tersebut.
Seleksi bersifat kompetitif dan terbuka bagi lulusan Sarjana Farmasi dari berbagai institusi. Calon mahasiswa harus memastikan kelengkapan dokumen dan memenuhi syarat yang ditentukan untuk dapat mengikuti proses seleksi.
Tags:
Bagikan: Silakan bagikan artikel ini, harap sertakan sumber "Portal Berita Terkini Indonesia"。http://singaporeindustryscholarship.sg/html/eft50spj8.html
Artikel Terkait
Harga Solar Mahal, Pemilik Fortuner Beralih ke Zenix Hybrid
KulinerHarga Dexlite saat ini mencapai Rp 26. 000 per liter dan Pertamina Dex sebesar Rp 27....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaIndonesia Masuk Enam Besar Dunia Kasus Zero Dose Imunisasi
KulinerKementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa Indonesia saat ini kesulitan dalam menyukseskan program imunisasi nasional. Berdasarkan laporan global WHO dan UNICEF tahun 2024, Indonesia berada di peringkat keenam dunia untuk kategori jumlah anak yang sama sekali belum tersentuh imunisasi....
【Kuliner】
Baca SelengkapnyaWHO Peringatkan 12 Negara soal Virus Hanta di Kapal Pesiar
KulinerWabah virus Hanta yang langka dan mematikan terjadi di sebuah kapal pesiar yang berlayar melintasi Atlantik Selatan, memicu respons darurat kesehatan global yang melibatkan 12 negara. Laporan dari The Times of India pada Selasa (12/5/2026) menyebutkan wabah bermula dari beberapa penumpang yang mengalami demam dan gangguan pernapasan selama pelayaran, namun kondisi sejumlah pasien memburuk dengan cepat hingga menyebabkan kematian....
【Kuliner】
Baca Selengkapnya
Artikel Populer
- Toyota Pertimbangkan Jual Mobil PHEV Murah
- WHO: Hantavirus Berbeda dari Covid-19, Jangan Panik
- Moya-moya Pemicu Stroke Usia Muda, Kenali Gejala Awal
- Mikroplastik Ditemukan di Otak Manusia, Ini Kata Ilmuwan
- Ayu Ting Ting Kepergok Gandeng Pria, Kiky Saputri Doakan
- 80% Kebutaan Usia 50+ Dipicu Katarak di Indonesia
Artikel Terbaru
Pertemuan Ekraf dengan Aktor Tokyo Drift Gaet Pasar Global
Kesemutan Bukan Karena Duduk Lama, Waspadai Tanda Bahaya
Tidur Lama tapi Ngantuk dan Ngorok? Waspada Gangguan Jantung
Cahaya Biru Ponsel Ganggu Tidur? Ini Kata Ahli
Frislly Herlind Kesurupan di Danau Terkutuk Korea Selatan
Serat Kunci Kontrol Gula Darah Penderita Diabetes
Tautan Sahabat
- WhatsApp Diretas, Putri Ahmad Bahar Temui Hercules
- LPSK Minta Polisi Tunda Laporan Balik Erin Kasus PRT Jaksel
- Cekcok di Cibubur Berujung Penganiayaan dan Mobil Dirusak
- Polisi Bekuk Komplotan Curanmor Bersenpi di Tangerang
- Arsitektur Monas dan Budaya Jakarta Pikat Wisatawan Kanada
- Polisi Selidiki Pencuri Motor Bersenpi di Siang Hari
- Bos Terra Drone Dituntut 2 Tahun, 22 Karyawan Tewas
- Tiga WNA Jadi Korban Jambret di Jakarta Pusat dalam Sebulan
- Penumpang KRL Nyeri Tulang Usai Terjatuh ke Rel Manggarai
- Ahmad Bahar Murka Anak Disandera GRIB Jaya